Konstruksi Tahan Gempa, Pondasi Laba-Laba


Konstruksi Tahan Gempa, Pondasi Laba-Laba – Seperti yang diketahui Indonesia berada di jalur gempa teraktif karena dikelilingi Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga lempeng benua, yakni Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Hal inilah yang membuat Indonesia rawan gempa. Fenomena ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para arsitek yang harus sanggup membuat bangunan tahan gempa.

Seiring dengan berjalannya waktu ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan pondasi laba-laba. Pondasi ini memang mempunyai kelebihan tahan terhadap gempa. Akan tetapi itu bukan satu-satunya kelebihan yang dimilikinya. Maka dari itu pada kesempatan ini mari kita bahas lebih lanjut seputar pondasi yang satu ini.



Apa itu Pondasi Sarang Laba-laba

Konstruksi sarang laba-laba adalah pondasi bangunan bawah yang memanfaatkan tanah sebagai bagian dari struktur pondasi. Hal ini membuat pondasi tersebut tidak hanya kokoh, namun juga ekonomis. Pondasi laba-laba pertama kali dikemukakan oleh Ir. Ryantori dan Ir. Sutcjipto pada tahun 1976. Kemudian pondasi tersebut mulai diterapkan pada proyek mulai tahun 1978.

Jika diamati, pondasi sarang laba-laba memiliki bentuk kombinasi konstruksi bangunan bawah konvensional yang merupakan perpaduan pondasi plat beton pipih menerus yang di bagian bawahnya dikakukan oleh rib-rib tegak yang pipih tinggi, serta sistem perbaikan tanah di antara rib-rib tersebut. Perpaduan tersebut menjadi salah satu kelebihan tersendiri. Sebab pondasi yang terbentuk mempunyai kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan sistem pondasi dangkal lainnya.

Pondasi ini dinamakan sarang laba-laba bukan tanpa alasan. Jika diperhatikan pembesian plat pondasi di daerah kolom tampak seperti sebuah sarang laba-laba. Bahkan bentuk jaringannya yang tarik-menarik bersifat monolit, artinya ada di dalam satu kesatuan. Hal tersebut dilakukan karena plat konstruksi didesain multi fungsi. Sehingga bisa untuk septic tank, lantai pondasi tangga, bak reservoir, dinding, ataupun kolom praktis.

Rib pada pondasi laba-laba berfungsi sebagai penyebar tegangan atau gaya-gaya yang bekerja pada kolom. Sedangkan pasir pengisi atau tanah yang dipadatkan berfungsi untuk menjepit rib-rib konstruksi terhadap lipatan puntir.



Baca juga: Desain Pondasi Cakar Ayam

Bagian Konstruksi Sarang Laba-laba

Pondasi sarang laba-laba terbagi menjadi dua bagian. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut kedua bagian konstruksi tersebut.

Konstruksi Beton

Konstruksi beton pada pondasi sarang laba-laba memiliki bentuk plat pipih menerus yang di bawahnya dikakukan rib-rib pipih dan tinggi. Dilihat dari fungsinya rib-rib tersebut dapat dibagi menjadi tiga macam, yakni rib pengaku, rib konstruksi, dan rib settlement.

Bentuknya terlihat seperti kotak raksasa yang terbalik atau menghadap ke bawah.



Untuk penempatan rib-rib tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga denah atas membentuk petak-petak segitiga dengan hubungan yang kaku.

Perbaikan Tanah/Pasir

Di atas telah disinggung bahwa rongga antara rib-rib atau di bawah plat besi diisi dengan tanah atau pasir, sehingga dapat dipadatkan dengan lebih sempurna. Pada saat proses pembuatan pemadatan dilakukan lapis demi lapis dengan tebal tiap lapis tidak lebih dari 20 cm. Sementara 2 atau 3 lapis teratas biasanya harus melebihi batas 90% atau 95% kepadatan maksimum (standard proctor).

Dengan adanya perbaikan tanah atau pasir yang dipadatkan lapisan tanah akan membentuk seperti lapisan batu karang. Hal ini dapat memperkecil dimensi plat dan rib-rib pada pondasi tersebut. Sementara rib-rib dan plat konstruksi menjadi pelindung bagi perbaikan tanah yang telah dipadatkan sebelumnya.

Untuk dicatat, pondasi sarang laba-laba pada dasarnya berfungsi untuk memperkaku sistem pondasi itu sendiri dengan cara memanfaatkan tanah pendukungnya. Apabila pondasi semakin fleksibel, maka distribusi tegangan atau stres tanah yang timbul akan semakin tidak merata, sehingga terjadi konsentrasi tegangan pada daerah beban terpusat.



Begitu juga sebaliknya, apabila pondasi semakin kaku atau rigid maka distribusi tegangan atau stres tanah akan semakin merata. Sehingga hal tersebut akan mempengaruhi kekuatan pondasi, atau dengan kata lain terjadi penurunan pada pondasi.

Kelebihan Pondasi Sarang Laba-laba

Pondasi sarang laba-laba dimanfaatkan pada suatu proyek karena beberapa kelebihan yang dimilikinya. Berikut adalah beberapa keunggulan dari pondasi ini.

  1. Pondasi sarang laba-laba mempunyai kekakuan yang lebih tinggi dan bersifat monolit, berbeda dengan sistem pondasi dangkal lainnya.
  2. Rib konstruksi KSLL berfungsi sebagai penyebar tegangan yang bekerja pada kolom.
  3. Pondasi sistem KSLL menjadi sistem struktur bawah yang sangat kaku dan kokoh, sehingga aman terhadap penurunan maupun gempa.
  4. Pembesian rib dan plat bisa memakai pembesian minimum, yakni 100 kg – 150 kg/m3 volume beton rata-rata 0,20-0,45 m3 beton/m2.
  5. Plat konstruksi sarang laba-laba bisa mempunyai fungsi ganda, yakni sebagai plat pondasi, bak reservoir, lantai, dinding, kolom praktis, pondasi tangga, dan septic tank.
  6. Pekerjaan pondasi tidak membutuhkan waktu yang lama, sebab menggunakan sistem ban berjalan dan padat karya yang sederhana.
  7. Pondasi ini juga menggunakan tanah sehingga dapat berfungsi sebagai struktur bawah dengan komposisi sekitar 85% tanah dan 15% beton.
  8. Jika pada gedung terdapat basement, maka biaya konstruksi basement tersebut dapat ditekan. Sebab pondasinya dapat berfungsi sebagai lantai ataupun dinding basement.

Pelaksanaan Pondasi Sarang Laba-laba