Surat Kuasa Ahli Waris Rumah Dan Tanah


Surat Kuasa Ahli Waris – Menurut hukum yang berlaku di Indonesia melakukan jual beli tanah warisan menjadi hal yang diperbolehkan. Akan tetapi proses jual beli tersebut harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada.

Dalam jual beli semacam ini ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dan pahami. Salah satunya adalah membuat surat kuasa ahli waris untuk jual beli tanah. Hal ini perlu dipelajari, sebab meskipun terdengar sepele sebenarnya membuat surat kuasa ahli sedikit rumit jika masih awam.



Surat kuasa ahli waris ini berbeda dengan surat jual beli pada umumnya. Pada surat tersebut memuat poin-poin yang menunjukkan pemberian wewenang kepada ahli waris untuk menjual lahan yang sudah diwariskan. Hal tersebut berbeda dengan surat jual beli tanah biasa yang mana penjual menjadi pemilik lahan yang namanya tercantum dalam sertifikat tanah.

Berdasarkan hukum, dengan dibuatnya surat pernyataan ahli waris maka jika ada seseorang yang meninggal dunia, maka hartanya secara otomatis berpindah kepemilikan pada ahli warisnya. Ahli waris yang berhak atas harta peninggalan ini biasanya lebih dari satu orang. Oleh karenanya saat hendak jual beli rumah atau tanah hasil warisan, maka ahli waris yang bersangkutan akan menunjuk salah satu ahli waris untuk mengurusnya.

Baca juga: Cara Mengetahui NJOP Tanah

Pengertian Surat Kuasa Ahli Waris

Surat Kuasa Ahli Waris merupakan surat yang dibuat untuk Warga Negara Indonesia (WNI) asli, yang dibuat dengan ditandatangani dua orang saksi. Kemudian disahkan oleh lurah dan dikuatkan oleh camat setempat. Sedangkan untuk WNI keturunan Tionghoa, Eropa, Arab dan India dibuat dengan akta notaris.

Surat Kuasa Ahli Waris dibutuhkan jika terdapat ahli waris yang tinggal berjauhan dengan tanah atau rumah yang hendak dijual, sehingga sulit untuk melakukan penandatangangan Akta Jual Beli. Dalam proses jual beli tanah, seluruh ahli waris tidak perlu hadir. Selain itu pengurusan jual beli juga dapat diwakilkan oleh salah satu ahli waris yang sudah mendapat kuasa tersebut dengan adanya surat pernyataan ahli waris.



Hal yang perlu dilakukan sebelum membuat surat adalah menentukan ahli waris yang berhak menerima harta warisan. Bukti tersebut dibuat secara tertulis dalam bentuk surat pernyataan ahli waris. Surat pernyataan tersebut mencantumkan identitas dari seluruh ahli waris yang berhak.

Cara Mengurus Surat Kuasa Ahli Waris

Karena fungsinya yang penting, maka kita perlu mengetahui bagaimana cara mengurus surat kuasa ahli waris atau surat keterangan ahli waris. Sebab surat ini menjadi persyaratan administratif dalam banyak urusan.

Misalnya untuk mengambil barang atau uang atas nama keluarga yang sudah meninggal atau untuk mengajukan pinjaman ke bank. Ada beberapa tahap yang perlu Anda cermati saat mengurus surat kuasa ahli waris. Berikut kami jelaskan satu per satu.



Menyiapkan Berkas

Sebagai tahap pertama kita harus menyiapkan berkas yang dibutuhkan. Mencakup dokumen-dokumen pribadi, seperti fotokopi KK dan KTP seluruh ahli waris. Di samping itu diperlukan juga fotokopi surat nikah orang tua yang dilegalisir (jika yang mengurus anak) dan surat kematian dari kelurahan setempat. Anda juga bisa menyiapkan dokumen lainnya seperti surat kematian dari rumah sakit, surat penguburan, hingga catatan sipil kematian.

Membuat Pengantar dan Surat Keterangan Waris

Jika dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap, maka selanjutnya mengajukan pembuatan surat pengantar dan surat kuasa tanah ke RT/RW setempat. Selanjutnya ketua RT/RW akan membuat surat pengantar yang ditandatangani seluruh ahli waris dengan meterai minimal 6.000 dan disaksikan oleh ketua RT/RW.

Mengajukan Permohonan ke Kantor Kelurahan

Langkah selanjutnya adalah mengajukan permohonan ke bagian pelayanan umum di kantor kelurahan setempat. Nantinya Anda akan diminta untuk mengisi semua formulir yang diperlukan. Jika ada persyaratan yang belum lengkap, Anda bisa membawa pulang formulir tersebut dan mengisinya di rumah.