Analisa Dan Contoh RAB Atap Baja Ringan


Contoh RAB Atap Baja Ringan – Salah satu bagian terpenting dalam membangun sebuah bangunan ataupun rumah adalah menyusun Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Hal ini sangat penting dan tidak bisa dilewati. Sebab kita perlu mengetahui seberapa besar dana yang harus disiapkan untuk mengerjakan suatu proyek konstruksi.

Untuk bangunan rumah ada banyak yang perlu dimasukkan dalam RAB. salah satunya adalah pembuatan atap baja ringan, jika Anda menggunakan atap dari material tersebut. Pada artikel ini kita akan belajar bagaimana cara menyusun RAB atap baja ringan, berikut bagaimana analisisnya. Sehingga Anda memahami gambaran besar dalam menyusun RAB atap ini.



Langkah Membuat RAB Atap Baja Ringan

Umumnya biaya pemasangan rangka atap baja ringan sudah termasuk biaya penutup atap atau genteng. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan ada penyedia jasa yang tidak menyertakannya. Anda bisa bertanya kepada penyedia jasa mengenai hal tersebut. Jika sudah termasuk genteng, maka ada beberapa tahap yang bisa kita lakukan. Berikut penjelasan selengkapnya untuk Anda.

Membuat Sketsa Atap

Tahap awal untuk menyusun RAB adalah membuat sketsa atap terlebih dahulu. Kita harus mengetahui luas atap yang ingin dibangun. Kemudian membuat gambaran bentuk atap yang akan dibuat. Anda juga bisa memperkecil ukuran dengan memakai kalkulasi skala.

Menghitung Luas Atap

Apabila sketsa telah jadi, maka kita perlu menghitung luas atapnya. Contohnya atap yang akan dibangun mempunyai dimensi 5 x 10. Selain itu kita atur pula oversteck pada atap sebesar 0,5 di kanan, kiri, depan dan belakang. Lalu untuk sudut kemiringannya kita buat 20 derajat. Dari beberapa informasi tersebut kita bisa mengetahui luas atap rumah atau LAR dengan menghitungnya seperti langkah di bawah ini:

LAR = panjang x lebar / cosinus derajat kemiringan atap



= (5 + 1) x (10 + 1) / cos 20°

= 6 x 11 / 0,93965

LAR = 70,2389 m2

Untuk dicatat, jangan lupa menambahkan panjang dan lebar di atas dengan oversteck kanan, kiri, depan dan belakang.



Menghitung Biaya Total Rangka Atap Baja Ringan

Setelah mengetahui luas atap rumah, maka tahap berikutnya adalah mencari tahu kisaran harga baja ringan maupun genteng yang akan dipakai dalam pembuatan atap. Contohnya baja ringan dengan ketebalan 1 mm dibanderol 120 ribu/m2, sementara untuk genteng kita memakai genteng metal yang dijual Rp 90 ribu/m2. Sehingga perhitungannya adalah:

Biaya = (LAR x harga baja ringan per m2) + (LAR x harga penutup atap per m2)

= (70,24 x Rp 120.000) + (70,24 x Rp 90.000)

= Rp 8.428.800 + Rp 6.321.600 = Rp 14.750.400



Sehingga dari perhitungan di atas dapat kita ketahui bahwa total biaya pembuatan rangka atap baja ringan dengan ukuran 5 x 10 m2 menghabiskan biaya sekitar Rp 14.750.400.

Perlu dicatat, biaya di atas masih sebatas biaya untuk pembelian material baja ringan dan genteng metal. Belum termasuk biaya pasang atau tenaga kerja, biaya pengiriman, dan biaya pembelian material pendukung lainnya seperti mur atau baut.

Biaya Pembelian Kaso, Reng dan Sekrup

Apabila ingin dijabarkan lagi Anda bisa menghitung biaya pembelian kaso dan reng. Untuk rumus menghitung jumlah kaso yang dibutuhkan adalah:

Jumlah kaso = (Luas atap miring x 4) / 6

Sedangkan rumus menghitung jumlah reng adalah:

Jumlah reng = Banyak Kaso x 1,2

Untuk sekrup umumnya bagian yang membutuhkan komponen ini adalah konstruksi baja ringan. Kita bisa memakai rumus berikut:

Sekrup baja ringan = Luas atap miring x 20

Sedangkan jika genteng yang dipilih juga membutuhkan sekrup, maka cara menghitungnya adalah:

Sekrup genteng = Jumlah genteng x 12

Jika semua sudah dihitung, maka Anda tinggal menambahkan biaya pembelian baja ringan, genteng, reng, kaso, dan juga sekrup. Sehingga didapat besaran dana yang harus disiapkan untuk mengerjakan atap baja ringan yang Anda rencanakan.

Baca juga: Upah Pasang Rangka Atap Baja Ringan

Menghitung Atap Baja Ringan Secara Keseluruhan

Untuk menghitung luas keseluruhan atap baja ringan maka bisa menggunakan rumus di bawah ini.

Volume = (Panjang Bangunan + Overstek Genteng) x (Lebar Bangunan + Overstek Genteng) / Derajat Kemiringan Atap Genteng (cos derajat)

Supaya lebih mudah dipahami akan dijabarkan contoh kasus di bawah ini:

Pak Bayu sudah membeli sebuah rumah dengan ukuran 10 x 20 meter. Masing-masing atapnya memiliki overstek dengan panjang 1,5 meter dan kemiringan atap adalah berkisar 35 derajat. Berdasarkan dari data tersebut maka luas rangka atap baja ringan dari rumah Pak Bayu adalah:

  • Panjang bangunan : 10 + 1,5 + 1,5 = 13 meter
  • Lebar bangunan : 20 + 1,5 + 1,5 = 23 meter
  • Derajat kemiringan : Cos 35 derajat = 0,819

Maka volume dari rangka atap baja ringan milik pak Ahmad adalah :

  • Volume = 13 x 23 / 0,819 = 299 / 0,819 = kurang lebih 366 meter persegi

Setelah mendapatkan luas rangka atap, maka selanjutnya adalah menghitung kebutuhan material penunjang yang nantinya digunakan untuk membangun rangka atap baja ringan.