Jenis – Jenis Scaffolding yang Sering Ditemui

Candra Irawan

Jenis – Jenis Scaffolding yang Sering Ditemui – Scaffolding ini adalah konstruksi penyokong sementara atau work platform sementara yang dapat digunakan pada pekerjaan diketinggian untuk mendukung suatu perlatan, pekerja, dan juga beberapa material lainnya selama pekerjaan didunia konstruksi tersebut sedang berlangsung. Terdapat banyak penyebutan scaffolding ini mulai dari steger, perancah sampai dengan steiger.

Scaffolding ini dibuat apabila pekerjaan suatu bangunan sudah mencapai ketinggian 2 meter dan tidak dapat dijangkau oleh para pekerja atau alat ini digunakan pada pekerjaan – pekerjaan dengan skala yang besar, telebih lagi seperti pada pekerjaan gedung – gedung bertingkat contohnya apartement, hotel, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan atau mall dan lain sebagainya.

 

Dalam dunia industri konstruksi ini, pemasangan dan penggunaan scaffolding haruslah sesuai dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja atau sering dikenal dengan istilah K3. Dimana scaffolding ini terbagi menjadi beberapa jenis dan masing – masingnya pasti memiliki fungsi yang berbeda – beda juga. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai berbagai macam jenis dari scaffolding. Berikut ini adalah beberapa jenis – jenis dari scaffolding beserta beberapa penjelasannya yaitu:

1) Scaffolding Andang

Untuk jenis scaffolding ini dapat digunakan pada pekerjaan yang memiliki tinggi 2,5 – 3 meter. Apabila suatu pekerjaan konstruksi lebih tinggi dari ukuran itu maka sudah tidak menggunakan jenis scaffolding andang lagi. Berikut ini adalah berbagai macam dari scaffolding andang yaitu:

a) Andang Kayu. Dimana untuk macam ini cara membuatnya cepat dan dapat dipindah – pindahkan. Untuk tinggi dari andang kayu ini tidak dapat disetel atau diatur. Pada umumnya andang kayu ini digunakan pada pekerjaan yang tingginya tidak lenih dari 3 meter, untuk yang pekerjaan lebih dari 3 meterdapat digunakan perancah tiang.

b) Andang Besi. Untuk macam ini sangatlah praktis dan lebih efisien. Hal tersebut dikarenakan pemasangan dari andang besi ini mdah dan juga dapat dipindah – pindahkan. Untuk tinggi dari andang besi ini dapat disetel atau diatur untuk jarak kaki perancah yang satu dengan yang lainnya sampai dengan 180 cm dengan tebal papannya 3 cm.

c) Andang Bambu. Dimana andang bambu ini dapat dipindah – pindahkan dan untuk mengikatnya dapat digunakan tali ijuk. Hal itu dikarenakan tali ijuk tersebut dapat tahan terhadap air, panas, dan lain sebagainya. Pada scaffolding andang bambu ini sudah disetel atau diatur terlebih dahulu sehingga untuk tinggi dan panjangnya tidak dapat disetel kembali. Pada umumnya andang bambu ini dapat digunakan pada ketinggian pekerjaan tidak lebih dari 3 meter, dimana kaki nya ada yang memakai 2 atau 3 pasang.

 

2) Scaffolding Tiang

Untuk scaffolding jenis ini dapat digunakan apabila pekerjaan sudah mencapai diatas 3 meter, dimana scaffolding tiang ini dapat dibuat sampai dengan ketinggian 10 meter lebih sesuai dengan kebutuhannya. Berikut ini adalah 3 macam dari scaffolding tiang yaitu:

a) Perancah tiang dari bambu. Biasanya perancah tiang dari bambu ini digunakan oleh pekerja dilapangan baik pada bangunan bertingkat maupun tidak. Alasan dalam menggunakan perancah ini yaitu:

– Bambu mudah didapat, kuat, dan murah.

Bagikan:

Tags