Rangkaian Panel Surya Mini Sederhana


Rangkaian Panel Surya Mini Sederhana – Di tengah isu pemanasan global yang semakin berhembus kencang belakangan ini, banyak orang yang mulai mencari energi listrik yang terbarukan dan yang terpenting, ramah lingkungan. Salah satu penemuan yang paling revolusioner adalah panel surya.

Lebih singkatnya kita bisa menyebutnya sebagai panel tenaga matahari. Karena listrik yang dihasilkan dari alat tersebut diperoleh dari cahaya matahari. Pembahasan seputar cara kerja panel surya ini sudah pernah kami bahas pada artikel sebelumnya. Sehingga pada kesempatan ini kita bahas tentang seperti apa rangkaian panel surya sederhana.

Baca juga: Cara Kerja Panel Surya Dan Biayanya

Jika ingin mengaplikasikannya pada rumah untuk menggantikan listrik PLN tentu akan memakan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu sebagai langkah awal kita bisa membuat rangkaian panel surya mini untuk mengetahui sejauh mana alat ini bisa bekerja.

Sekilas tentang Panel Surya

Panel surya adalah suatu alat yang memiliki sel surya sehingga dapat mengubah cahaya menjadi energi listrik. Agar bisa menyerap energi matahari, sel surya ini memanfaatkan efek photovoltaic. Saat beroperasi arus listrik akan mengalir di antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan.

Dari segi ramah lingkungan tentu saja panel ini ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi. Sehingga penggunaannya tidak akan berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca. Di samping itu energi ini juga dapat terbarukan karena memanfaatkan cahaya matahari yang menjadi sumber penerangan di tata surya.

Baca juga: Harga Tang Ampere Dan Cara Menggunakannya

Cara Membuat Panel Surya

Sebelum membuat panel surya kita perlu menyiapkan beberapa alat. Setelah semua alat dan bahan siap, cara membuatnya pun juga tidak boleh sembarangan supaya panel bisa bekerja dengan maksimal. Kita bahas terlebih dahulu apa saja bahan pembuat panel surya.

Bahan Pembuatan Panel Surya

  1. 1 Lembar tembaga yang mengkilap;
  2. 2 Buah capit buaya;
  3. 1 Buah micro ammeter;
  4. 1 Buah kompor listrik;
  5. 1 Botol plastik bening yang dipotong bagian atasnya;
  6. 2 Sendok makan garam meja;
  7. 1 Buah ampelas;
  8. 1 Buah gunting;
  9. Air secukupnya.

Baca juga: Cara Tes Kapasitas Baterai Yang Tepat

Langkah Pembuatan Panel Surya

Setelah semua bahan sudah siap, maka kita lanjut ke tahap pembuatan. Berikut langkah-langkah membuatnya yang perlu Anda perhatikan:

  1. Cuci tangan terlebih dulu agar tidak tidak ada lemak atau minyak menempel pada bahan-bahan pembuat panel surya.
  2. Potonglah kawat tembaga sama persis dengan ukuran panel.
  3. Bersihkan lembaran tembaga menggunakan ampelas dan pastikan tidak ada kotoran yang dapat menghambat proses penyerapan energi matahari.
  4. Bakarlah lembaran tembaga menggunakan kompor listrik dengan voltase tinggi.
  5. Bakar kawat tembaga sekira 30 menit sampai lapisan lembaran tembaga menghitam.
  6. Kemudian, biarkan lapisan tembaga sampai menjadi dingin dengan sendiri. Proses ini memakan waktu sekira 20 menit. Setelah dingin, lapisan tembaga akan berkerut dan lapisan oksida akan menyusut.
  7. Cucilah lembaran tembaga menggunakan air mengalir. Saat mencuci, jangan regangkan lapisan tembaga karena dapat merusak lapisan oksida corpus.
  8. Potong lembaran tembaga lain dengan ukuran sama percis dengan lembaran pertama.
  9. Tekuk kedua lembaran dan masukkan ke dalam botol plastik.
  10. Pasanglah capit buaya pada lembaran tembaga pertama dan kedua.
  11. Pasangkan kabel dari tembaga kedua ke terminal positif ammeter.
  12. Lalu, pasangkan juga kabel dari tembaga pertama ke terminal negatif ammeter.
  13. Masukkanlah air garam yang telah dipanaskan ke dalam botol secara hati-hati dan usahakan jangan sampai membasahi capit buaya.
    Perlu diingat, ukuran air garam juga tidak boleh sampai menenggelamkan seluruh plat tembaga.
  14. Taruhlah di bawah sinar matahari. Jika berhasil, daya listrik akan meningkat sekira 33 micro ampere.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Gunakan modul fotovoltaik dengan efisiensi yang lebih besar dari 15%. Menggunakan modul fotovoltaik dengan efisiensi yang tinggi akan meminimalkan penggunaan lahan.
  • Toleransi daya modul fotovoltaik harus kurang dari 2,5% di bawah kondisi uji standar (STC –standard test conditions). Informasi ini dapat ditemukan di label kinerja modul fotovoltaik di belakang setiap modul, misalnya: “Daya puncak 100 W ± 2%” atau “Toleransi keluaran ± 2%”.
  • Rangka modul fotovoltaik harus tahan terhadap korosi, yaitu aluminium anodized atau pelapisan aluminium dengan zat warna.
  • Modul fotovoltaik harus mampu beroperasi pada tegangan sampai dengan 1000 VDC dan direkomendasikan tidak lebih dari 1000 VDC. Tujuan mengatur batas untuk maksimum tegangan sistem adalah untuk menyesuaikan dengan tegangan perangkat lain yang terhubung ke modul fotovoltaik yang sebagian besar nilainya tidak lebih dari 1000 VDC.

Baca juga: Biaya Pemasangan Listrik Rumah Baru

Tips Pemasangan