Cara Mengatasi Segregasi Beton Dan Penyebabnya


Cara Mengatasi Segregasi Beton Dan Penyebabnya – Proses pengecoran beton menjadi proses yang sangat penting dalam suatu konstruksi bangunan. Jika pengecoran beton dilakukan dengan kurang maksimal maka akan mempengaruhi kekuatan bangunan secara keseluruhan.



Adapun salah satu masalah yang seringkali muncul ketika proses pengecoran beton adalah segregasi beton. Berikut ini kami akan membahas mengenai segregasi beton mulai dari pengertian, jenis-jenis dan juga penyebabnya. Lebih jelasnya silahkan simak ulasan berikut ini.

Baca juga: Metode Sambungan Beton Pracetak

Pengertian Segregasi Beton

Segregasi beton merupakan suatu kondisi terjadinya pemisahan partikel agregat yang ada dalam campuran cor beton. Agregat (material granular) seperti pasir, kerikil, batu pecah dan material pengisi campuran beton tidak akan bisa menyatu menjadi campuran yang homogen.

Itulah yang menjadi penyebab adanya masalah pada tahapan pengecoran baik ketika proses pengerjaan proyek pembangunan ataupun masalah jangka panjang yang berkaitan dengan ketahanan dan kekuatan bangunan jika tidak segera diatasi.

Baca juga: Produk Sika Untuk Beton Retak Dan Waterproofing

Jenis-Jenis Segregasi pada Beton

Ada beberapa jenis segregasi yang bisa terjadi pada beton, yaitu:

  1. Segregasi karena Pemisah Agregat

Partikel kasar dan lebih berat (batu split) biasanya cenderung berpisah atau terbenam daripada material yang halus lainnya. Hal ini karena memang mereka bisa bergerak lebih cepat jika adukan tersebut dituang di sepanjang lereng atau lebih cepat untuk mengendap ketimbang bahan agregat halus.



Jenis pemisahan ini akan terjadi jika campuran beton yang digunakan terlalu kering karena memang air yang ditambahkan sangat sedikit dan tidak sesuai dengan ketentuan.

  1. Segregasi karena Pemisahan Pasta Semen

Pasta semen (air + semen) biasanya terpisah dengan bahan agregat kasar karena memiliki spesifik gravitasi rendah. Jenis pemisahan yang satu ini bisa terjadi apabila campuran beton yang digunakan terlalu basah atau encer. Ini bisa terjadi karena air yang ditambahkan dalam campuran beton terlalu banyak dan tidak sesuai dengan yang sudah ditentukan dalam desain campuran beton.

Kemampuan kerja (workbalitily atau kemudahan untuk dikerjakan) merupakan sifat yang paling penting dari beton segar. Kadar air campuran juga menjadi faktor yang paling utama untuk mempengaruhi daya kerja. Jika proses pengerjaan beton segar dilakukan secara maksimal maka bisa dipastikan mampu menghasilkan beton yang tahan lama dan awet.

Baca juga: Cara Membuat Talang Cor Beton Anti Rembes

Baca juga: Cara Menghitung Volume Beton Per M3 Ready Mix

Penyebab Segregasi pada Beton

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya segregasi pada beton cor, dalam hal ini tidak termasuk faktor eksternal yang terjadi di lapangan seperti cuaca hujan ketika melakukan pengecoran atau medan kerja yang sangat sulit, yaitu:



  1. Penggunaan air dalam jumlah yang terlalu banyak atau sedikit untuk membuat campuran semen. Kondisi seperti ini sering terjadi di lapangan jika tidak dilakukan pengawasan secara lebih ketat.
  2. Bahan agregat memiliki kualitas yang rendah atau dipilih secara sembarangan.
  3. Tidak melakukan perhitungan secara matang untuk menentukan komposisi campuran bahan cor, seperti misalnya jumlah bahan agregat kasar yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan agregat halus.
  4. Adukan bahan cor yang tidak proposional atau tidak bisa tercampur dengan rata sehingga hal ini juga bisa menyebabkan slump beton yang tidak padat merata.
  5. Proses penggunaan alat penggetar cor dalam waktu yang terlalu lama.
  6. Terakhir karena distriusi adukan cor yang terlalu tinggi atau terlalu jauh dari titik pengecoran.

Proses Pengecoran