Perhitungan Jarak Gording Atap Rumah

Perhitungan Jarak Gording Atap – Atap merupakan salah satu bagian bangunan yang berfungsi sebagai pelindung isi dan penghuni bangunan dari segala cuaca baik itu panas, dingin, ataupun hujan. Bahan dasar yang digunakan sebagai penutup atap harus memiliki sifat kedap air sehingga air hujan nantinya tidak akan merembes ataupun bocor.

Ada banyak sekali bahan yang bisa digunakan untuk penutup atap, yaitu kayu (sirap), asbes, genteng keramik, genteng beton, seng, plat beton, polycarbonat, dan lain sebagainya. Bagian penutup atap didukung oleh kerangka atap seperti kuda-kuda, gording atap, usuk, dan juga reng.

Struktur Atap Rumah

Struktur Atap Rumah Sederhana

Beban-beban atap rumah nantinya akan diteruskan secara langsung ke dalam pondasi bagian bawah dengan melalui kolom dan balok. Konstruksi atap bisa menyebabkan terjadinya sirkulasi udara yang lancar.

Bagian Bagian Dari Atap Rumah

  • Kuda-kuda
  • Ikatan angin
  • Jurai
  • Gording
  • Sagrod
  • Bubungan
  • Usuk
  • Reng
  • Penutup atap
  • Talang

Kuda-kuda

Kuda-kuda merupakan penyangga yang paling utama pada struktur atap rumah. Bagian ini termasuk dalam klasifikasi struktur framework atau truss. Dibuat dari bahan dasar kayu, bambu, beton bertulang, dan juga baja. Biasanya kuda-kuda digunakan sebagai pendukung atap rumah dengan bentang paling maksimal 12 mm.

Kuda-kuda yang terbuat dari bambu mampu menopang beban atap rumah hingga mencapai 10 meter. Baja yang digunakan sebagai pendukung atap, dengan mnggunakan sistem lengkung (frame work) mampu menahan beban hingga bentang 75 meter, seperti pada stadion olahraga, bangunan-bangunan pabrik atau gedung, dan lain sebaiknya.

Untuk kuda-kuda yang dibuat dari beton bertulang sebaiknya digunakan pada bagian atap yang memiliki bentang mulai dari 10 sampai dengan 12 meter. Sedangkan pada kuda-kuda yang terbuat dari bahan baja ataupun kayu dibutuhkan ikatan angin dengan tujuan untuk memperkaku struktur kuda-kuda pada arah yang horizontal.

Tipe Kuda-kuda

Tipe Kuda-kuda

Baca Juga: Harga Galvalum Per Meter

Adapun jenis kuda-kuda yang paling umum digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Kuda-kuda Jenis 1

Kuda-Kuda Untuk Bentang 3-4 meter

Kuda-Kuda Untuk Bentang 3-4 meter

Kuda-kuda jenis 1 umumnya digunakan pada bangunan rumah dan juga digunakan pada bentang kurang lebih 3 sampai dengan 4 meter. Sedangkan untuk bahan dasar yang digunakan untuk kuda-kuda ini adalah kayu dan beton bertulang.

  1. Kuda-kuda jenis 2

Kuda-Kuda Untuk Bentang 4-8 meter

Kuda-Kuda Untuk Bentang 4-8 meter

Kuda-kuda jenis 2 pada umumnya digunakan pada bentang kurang lebih 4 sampai dengan 8 meter. Bahan yang digunakan juga dari kayu dan juga beton bertulang.

  1. Kuda-kuda jenis 3

Kuda-Kuda Untuk Bentang 9-16 meter

Kuda-Kuda Untuk Bentang 9-16 meter

Kuda-kuda jenis 3 digunakan pada bentang sekitar 9 sampai dengan 16 meter. Bahan yang digunakan untuk pembuatan kuda-kuda ini adalah baja (double angle).

  1. Kuda-kuda jenis 4

Kuda-Kuda Untuk Bentang 20 meter

Kuda-Kuda Untuk Bentang 20 meter

Kuda-kuda jenis 4 umumnya digunakan pada bentang yang mencapai 2 meter lebih. Bahan yang digunakan untuk pembuatan kuda-kuda ini dari baja (double angle).

  1. Kuda-kuda jenis 5

Kuda-Kuda Baja

 Kuda-Kuda Baja

Kuda-kuda jenis 5 umumnya digunakan pada gedung-gedung bangunan yang membutuhkan atap tinggi. Beberapa bangunan yang membutuhkan atap sangat tinggi adalah gedung olahraga, gudang, dan juga hanggar.

Gambar 1 merupakan kuda-kuda dengan batang utama dalam bentuk batang tersusun dari baja profil siku. Sementara pada gambar 2 merupakan kuda-kuda atap dengan batang utama dalam bentuk batang utuh dari profil baja WF.

Perhitungan Kuda-Kuda

Dalam perhitungan dengan baik dan benar supaya mampu menopang beban-bena atap dalam satu luasan atap yang tertentu. Adapun beban-beban yang harus dihitung adalah beban mati dan beban hidup.

Contoh beban mati adalah penutup atap, reng, usuk, gording, dan juga kuda-kuda. Sedangkan beban hidup adalah air hujan, angin, dan juga orang yang sedang memasang atau memperbaiki bagian atap rumah.

Gording

Bagian gording membangi bentangan atap rumah dengan jarak-jarak yang sangat kecil pada proyeksi horizontal. Bagian ini memiliki fungsi untuk meneruskan beban dari penutup atap rumah, reng, beban angin, orang, beban air hujan tepat di beberapa titik buhul kuda-kuda. Gording terletak di bagian atas kuda-kuda, umumnya tegak lurus sesuai dengan arah kuda-kuda.

Biasanya gording dijadikan sebagai tempat ikatan bagi usuk. Untuk posisinya harus disesuaikan terlebih dahulu dengan ukuran panjang usuk yang ada. Sebaiknya gording atap terletak di bagian atas titik buhul kuda-kuda dan untuk bentuk kuda-kuda pun harus sesuai dengan ukuran panjang usuk yang ada.

Gording terbuat dari bahan dasar kayu, baja profil Canal atau profil WF. Pada gording yang terbuat dari baja, antara gording satu dengan yang lainnya harus dihubungkan dengan sagrod. Hal ini bertujuan untuk semakin memperkuat dan mencegah terjadinya pergerakan.

  • Jarak Gording Atap

Pada umumnya, gording kayu mempunyai dimensi : panjang 4 m, tinggi 12 cm dengan lebar sekitar 10 cm. Sedangkan jarak yang digunakan antar kayu kurang lebih sekitar 1,5 sampai dengan 2,5 m.

Untuk gording yang terbuat dari baja profil canal atau light lip channel biasanya memiliki dimensi: panjang satu batang kurang lebih sekitar 6 atau 12 meter, tinggi mulai dari 10 sampai 12 cm, dengan tebal kurang lebih 2,5 mm.

Sementara itu profil WF mempunyai panjang sekitar 6 sampai dengan 12 meter, tinggi sekitar 10 sampai 12 cm dengan tebal kurang lebih sekitar 0,5 cm.

Pada pertemuan sudut atap rumah akan ada batang baja atau kayu atau framework yang disebut dengan jurai. Sagrod merupakan batang besi bulat yang dibuat dari bahan dasar tulangan pole dengan kedua ujungnya mempunyai ulir dan baut sehingga untuk posisi dapat digeser (diperpanjang atau diperpendek).

Usuk atau Kaso

Usuk memiliki fungsi untuk menerima beban dari bagian penutup atap dan reng yang kemudian meneruskannya langsung ke bagian gording. Usuk dibuat dari bahan dasar kayu yang memiliki ukuran 5/7 cm dengan panjang sekitar 4 m.  Umumnya dipasang dengan jarak sekitar 40 sampai 50 cm antara satu dengan yang lainnya pada arah tegak lurus gording.

Reng

Reng merupakan bagian atap berupa batang kayu yang memiliki ukuran 2/3 cm atau 3/5 cm dengan panjang kurang lebih 3 m. Reng biasa dijadikan sebagai tumpuan langsung penutup atap dan meneruskannya ke bagian usuk atau kaso.

Untuk bagian atap yang menggunakan penutup dari asbes, seng atau sirap maka reng tidak akan digunakan. Reng hanya digunakan jika penutup atap rumah menggunakan genteng. Biasanya reng dipasang pada arah lurus sesuai usuk dengan jarak yang harus sesuai dengan panjang dari genteng.

Baca Juga: Cara Menghitung Rangka Atap Baja Ringan

Penutup Atap

Penutup atap merupakan bagian yang berada paling luar dari struktur atap. Bahan yang digunakan sebagai penutup atap rumah sangat bervariasi. Berikut ini adalah beberapa bahan yang umumnya digunakan untuk penutup bagian atap:

  • genteng rumah bisa genteng keramik, tanah bakar ataupun beton
  • lembaran bergelombang seng atau asbes
  • papan kayu ataupun sirap
  • lembaran polycarbonate
  • polycarbonat yang dibentuk hingga menyerupai genteng
  • beton bertulang (pada atap datar)

Sudah kami singgung sebelumnya bahwa penutup atap harus memiliki sifat yang kedap air sehingga dapat mencegah terjadinya rembesan air ketika terjadi hujan. Sifat yang tidak rembes ini dapat diuji dengan pengujian serapan air dan juga rembesan.

Bentuk Atap

Atap Datar

Atap Datar

Atap Miring

Atap Miring

Atap PelanaAtap Pelana

Atap Limas (Piramida)

Atap Limas (Piramida)

Atap Tenda

Atap Tenda

Atap Gerigi

Atap Gerigi (Gergaji)

Atap Joglo

Atap Joglo

Atap Silang

Atap Silang

Atap Gabungan (Kombinasi)

Atap Gabungan (Kombinasi)

You might also like