Perbedaan Sertifikat SHM Dan SHGB


Perbedaan Sertifikat SHM Dan SHGB – Jika Anda berniat untuk membeli properti atau membeli rumah, maka Anda perlu memahami segala hal yang berkaitan dengan sertifikat tanah maupun sertifikat rumah. Jika Anda mencermatinya, Anda akan menjumpai istilah SHM dan SHGB.

Kedua jenis sertifikat ini sekilas mirip namun sebenarnya mempunyai banyak perbedaan. Sehingga Anda harus mengetahuinya agar tidak sampai terkecoh. Kedua sertifikat ini erat hubungannya dengan legalitas dan tingkatan status kepemilikan suatu bangunan atau tanah.



Jika Anda memang berniat untuk membeli bangunan atau rumah, maka penting bagi Anda untuk memberi perhatian lebih terhadap legalitas. Tujuannya adalah untuk menghindari masalah yang muncul terkait legalitas bangunan tersebut di suatu saat nanti, seperti sengketa kepemilikan.

Maka dari itu pada artikel ini kami bahas lebih lanjut seputar perbedaan SHM dan HGB. Hal ini bisa Anda jadikan referensi, terlebih jika Anda berniat untuk membeli rumah.

Baca juga: Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah

Pengertian Sertifikat Hak Milik (SHM)

Sertifikat Hak Milik atau SHM adalah jenjang sertifikat hak atas sebuah tanah yang tingkatannya paling kuat atau tinggi. Pasalnya SHM merupakan jenis sertifikat yang pemegangnya mempunyai kuasa penuh sebagai pemilik dari suatu lahan dengan luas tertentu sesuai dengan yang tercantum dalam surat dengan waktu yang tidak terbatas.

Itu artinya pemegang sertifikat yang tercantum dalam surat menjadi pemilik seutuhnya tanpa ada campur tangan maupun kemungkinan kepemilikan bagi pihak lain.



Kepemilikan tanah dengan SHM akan berlangsung terus selama pemilik yang namanya tercantum dalam sertifikat masih hidup. Sedangkan saat meninggal nanti, hak kepemilikan tersebut bisa dilanjutkan oleh ahli waris.

Salah satu kelebihan dari SHM adalah mudah untuk dijual atau digadaikan jika memerlukan dana cepat. Itulah kenapa tanah dengan tipe kepemilikan SHM menjadi pilihan yang paling tepat.

Kelebihan SHM

  • Pemilik SHM memiliki kewenangan untuk menggunakan tanahnya untuk segala macam keperluan dengan jangka waktu yang tidak terbatas selama pemilik masih hidup.
  • Hak milik dapat dilanjutkan oleh ahli waris saat pemiliknya sudah meninggal dunia. Asalkan memenuhi syarat sebagai subjek hak milik.
  • Lebih leluasa dibandingkan dengan sertifikat HGB maupun HGU atau Hak Guna Usaha.
  • Tanah dengan status hak milik merupakan aset. Sebab walaupun tidak mendirikan bangunan atau berusaha di atas tanah tersebut, Anda tetap bisa mendapatkan keuntungan darinya.
  • Tanah bisa digadaikan sementara, dijadikan jaminan untuk meminjam dana, diwakafkan, disewakan, hingga diwariskan kepada anak maupun cucu.

Pengertian Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB)

Hak Guna Bangunan atau HGB adalah kewenangan yang diberikan oleh pemerintah untuk menggunakan lahan yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu 30 tahun dan bisa diperpanjang maksimum 20 tahun. Umumnya properti dengan status HGB dikembangkan menjadi bangunan yang bersifat komersial.