Cara Ngeloot Plesteran Tembok / Dinding


Cara Ngeloot Plesteran Dinding – Meskipun nampak sederhana, cara membuat kepala plesteran dinding bisa dibilang tidak mudah. Bahkan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang lebih maksimal maka pekerjaan ini sebaiknya dilakukan oleh tukang profesional atau berpengalaman dalam bidangnya.

Proses Pembuatan Kepala Plesteran dan Meratakan Plesteran

 

Dengan menggunakan jasa ahli bangunan atau tukang berpengalaman maka hasil plesteran dinding bisa terlihat rapi, tegak lurus, dan tidak bergelombang. Dalam hal ini, komposisi semen atau bahan lain, penggunaan alat sampai dengan ketebalan juga dapat mempengaruhi tingkat kehalusan dinding pada proses finishing nantinya.

Maka dari itu, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan bagaimana cara membuat kepala plesteran dinding yang bisa memberikan hasil rapi dan memuaskan. Lebih jelasnya silahkan simak pembahasan berikut.

Baca juga: Perbedaan Plesteran Dan Acian Dinding

Komposisi Adukan

Sebelumnya memulai pekerjaan, perhatikan terlebih dahulu komposisi semen dan pasir yang digunakan untuk plesteran dinding.

  • Perbandingan semen dan pasir untuk plesteran dinding adalah 1: 5 s/d 1 : 7
  • Perbandingan semen dan pasir untuk plesteran dinding kamar mandi 1 : 3 s/d 1 : 5

Pemasangan Benang

Pemasangan benang yang digunakan untuk mengukur jarak dan ketebalan plesteran. Semua proses yang dilakukan dalam proses pengerjaan kepala plesteran termasuk pemasangan benang harus dilakukan dengan benar. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena menyangkut hasil akhir seperti rata samping, ketebalan, sampai dengan tegak lurusnya. Maka dari itu, dalam melakukan pemasangan benang jangan sampai keliru atau salah.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memasang benang secara verikal menggunakan paku kemudian gantungkan lot dengan jarak sekitar 3 cm dari dinding. Tancapkan 2 buah paku pada bagian ujung dinding atas dan 2 paku pada bagian ujung dinding bawah. Ikat benang ke paku yang pertama kemudian ditarik ke arah paku pada sudut yang lain. Jika sudah maka buat titik paku lagi (benang tidak boleh dilepas) dengan jarak antar titik kurang lebih 1 meter. Untuk di bagian bawah juga harus diaplikasikan dengan cara yang sama.

Baca juga: Cara Plesteran Dan Acian Dinding Untuk Finishing

Membuat Kepala Plesteran

Kepala plesteran dalam dunia konstruksi juga biasa disebut dengan ngeloot atau kelebangan. Berdasarkan cara membuatnya, kepala plesteran berfungsi  untuk memudahkan proses penjidaran ataupun pemerataan plesteran.

Kepala plesteran secara umum dapat diaratikan sebagai plester dinding yang dibuat sejak awal secara vertikal, memanjang mulai dari atas ke bawah sebelum area dinding diplester secara menyeluruh.