Metode Sambungan Beton Pracetak


Kelebihan dari metode sambungan kering yaitu bisa berfungsi secara langsung. Metode pemasangan yang digunakan juga bisa dipilih secara bebas, apakah metode vertikal atau horizontal atau bia juga kombinasi dari keduanya.

Baca juga: Biaya Pondasi Rumah Berbagai Type Dan Ukuran

Metode sambungan kering bisa dibilang sangat efektif jika digunakan untuk bangunan-bangunan yang luas seperti gedung. Meski demikian, metode sambungan yang satu ini masih sangat jarang untuk digunakan dalam penyatuan komponen beton pracetak, khususnya pelat lantai dengan menggunakan balok. Hal tersebut karena monolositas struktur tidak bisa dicapai dengan baik.



Sambungan kering ini juga dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  1. Sambungan Las

Sambungan las merupakan jenis sambungan yang pada umumnya menggunakan plat baja yang ditanam dalam beton pracetak yang ingin disambung. Plat baja tersebut kemudian dsambung dengan menggunakan bantuan las. Dengan melalui plat baja ini, gaya-gaya nantinya akan diteruskan menuju komponen terkait.

Jika proses pengelasan sudah selesai dilakukan maka plat sambung tersebut harus segera ditutup dengan adukan beton. Tujuannya tak lain untuk melindungi plat dari korosi.

  1. Sambungan Baut

Untuk melakukan penyambungan dengan cara ini maka juga dibutuhkan plat baja di kedua elemen beton pracetak yang ingin disatukan. Kedua komponen ini akan disambungkan menjadi satu melalui plat dengan menggunakan alat berupa baut yang memiliki daya tarik tinggi. Kemudian plat akan dilakukan pengecoran dengan adukan beton  supaya terhindar dari korosi.

Baca juga: Harga Dak Keraton Dan Perhitungan Pemasangannya

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan pada tulisan kali ini mengenai metode sambungan pada beton pracetak, baik itu metode sambungan basah ataupun metode sambungan kering. Semoga infomasi ini bisa memberikan manfaat dan menambah wawasan Anda.