Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di HARGAPER COM

×

Pengertian Overstek Atap Pada Bangunan


Kebanyakan orang mengenal overstek dengan istilah lebihan dari atap. Bukan tanpa alasan, jika diperhatikan overstek memang memiliki letak dan posisi yang menjurus keluar dari atap. Lebihan atap itulah yang bertugas menahan jatuhnya air hujan ke tanah sehingga tidak langsung mengenai dinding bangunan.

Tidak hanya lebihan atap, overstek juga bisa terbentuk dengan adanya balok lantai dua dengan jarak atau lebar lebih dari lantai satu. Di samping itu tulangan yang menonjol keluar dari bagnunan juga bisa disebut dengan overstek. Baik ring balk maupun rangka atap.

Ketentuan Jarak Bebas dan Overstek

Perlu diketahui bahwa jarak bebas merupakan jarak minimum bangunan yang diperbolehkan dari bidang terluar suatu massa bangunan ke garis sempadan jalan, antar massa-massa bangunan lain, pagar atau batas lahan yang dikuasai dan/atau rencana saluran, jaringan pipa gas, jaringan tegangan listrik dan lain-lain.

Ketentuan mengenai jarak bebas ini bisa berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Kita bisa melihatnya dalam pedoman persyaratan teknis bangunan tunggal yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah masing-masing. Dalam pedoman yang dibuat oleh pemerintah, jarak bebas mempunyai beberapa dasar penetapan, yakni ketinggian bangunan, tata letak massa bangunan dalam satu daerah perencanaan, serta jarak bebas dan overstek.

Jika pada lantai-lantai bangunan terdapat overstek, maka dimensi lebar overstek dan pemanfaatan bidang mendatar overstek sebagai lantai bangunan akan mempengaruhi penetapan posisi ketentuan jarak bebas. Berikut adalah ketentuan mengenai jarak bebas dan overstek yang dapat Anda pelajari:

  1. Lebar overstek tidak lebih dari 1,5 meter dan bidang mendatarnya tidak dipakai sebagai lantai bangunan, maka jarak bebas dihitung dari as kolom paling luar blok bangunan tersebut.
  2. Lebar overstek tidak lebih dari 1,5 meter dan bidang mendatar dimanfaatkan sebagai lantai bangunan, maka jarak bebas bangunan dihitung dari garis proyeksi bidang vertikal terluar overstek tersebut.
  3. Overstek dengan lebar lebih dari 1,5 meter dan bidang mendatarnya dipakai maupun tidak dipakai sebagai lantai bangunan, maka jarak bebas bangunan dihitung dari garis proyeksi bidang vertikal terluar overstek itu.
  4. Lebar overstek yang beragam dan lebih dari 1,5 meter di mana bidang mendatarnya dimanfaatkan maupun tidak sebagai lantai bangunan, maka jarak bebas dihitung dari garis proyeksi bidang vertikal terluar overstek dengan lebar overstek maksimum.

Perhitungan Kuda-kuda Atap

Untuk menghitung kuda-kuda atap rumah atau bangunan ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Misalnya jika ingin menghitung kuda-kuda baja ringan, maka kita perlu menghitung ketinggian, kemiringan dan overstek. Overstek atau overhang atap juga perlu dihitung karena bagian ini menjadi penunjang kekokohan dari kuda-kuda atap yang akan dibuat.