Jenis Jenis Solvent Dan Cara Penggunaannya


Jenis Solvent Dan Cara Menggunakannya – Tentu banyak yang sudah familiar dengan cat. Cairan dengan tekstur kental ini memiliki cukup banyak fungsi. Salah satunya untuk membuat tampilan suatu permukaan atau barang menjadi lebih indah dan menarik.

Dalam pengaplikasiannya, cat sering digunakan bersamaan dengan thinner atau solvent. Mungkin Anda sudah cukup tahu dengan thinner, namun masih asing dengan solvent. Mari kita bahas lebih lanjut.



Apa itu Solvent

Solvent adalah cairan yang berfungsi untuk melarutkan resin. Di samping itu cairan ini juga berfungsi untuk mempermudah pencampuran pigmen dan resin dalam proses pembuatan cat. Solvent memiliki sifat sangat cepat menguap saat cat diaplikasikan pada permukaan.

Dengan menggunakan solvent pigmen atau zat pewarna dan resin atau zat perekat bisa lebih encer sehingga dapat disemprotkan dengan memakai alat. Cairan ini juga menurunkan tingkat kekentalan cat sampai tingkat tertentu yang membuatnya dapat diaplikasikan dengan memakai kuas, rol, maupun semprot. Nantinya saat cat disemprotkan solvent akan segera menguap dan meninggalkan resin maupun pigmen. Sehingga kedua zat tersebut akan membentuk lapisan yang keras.

Baca juga: Cara Finishing Cat Duco

Jenis-jenis Solvent

Berdasarkan fungsinya solvent bisa dibagi menjadi dua macam. Yakni solvent untuk cat lacquer (thermoplastic resin) yang dikenal juga dengan nama thinner, dan solvent untuk cat dengan pelarut berkualitas baik. Sebelumnya perlu diketahui bahwa solvent murni merupakan larutan yang dapat melarutkan sesuatu sehingga membuat cairan tersebut masuk ke dalam larutan. Solvent murni terbuat dari residu dan binder.

Untuk tujuan pengecatan, solvent bisa dikategorikan menjadi beberapa macam. Seperti solvent lambat kering, cepat kering, dan retarder. Berikut penjelasan singkat ketiga jenis tersebut:



  1. Solvent lambat kering: pengencer jenis ini biasa dipakai untuk pengecatan warna sistem acrylic yang suhu ruangannya bisa mencapai di atas 650 °C. Solvent ini ditujukan untuk warna cat yang memiliki hasil akhir kurang mengkilap, penggunaan cat akrilik enamel, maupun untuk menggabungkan dua permukaan yang diperbaiki pada bodi kendaraan.
  2. Solvent cepat kering: pengencer ini lazim dipakai untuk perbaikan cat akrilik lacquer. Sebab jika memakai pengencer lambat kering justru berisiko terjadi keretakan. Tujuan digunakannya solvent ini adalah untuk mempercepat penguapan solvent yang lambat kering, diaplikasikan pada cat primer surfacer pada suhu di bawah 60 °C, atau mencegah keretakan pada suhu rata-rata 65-85 °C.
  3. Retarder: retarder merupakan pengencer yang paling lambat kering. Biasanya digunakan untuk cuaca yang sangat panas. Fungsinya adalah untuk mencegah cat memudar, memungkinkan pemakaian cat warna pada daerah dengan cuaca yang panas, dan memberikan waktu pada cat untuk mengalir karena penguapannya lama. Di samping itu juga menambah kualitas perpaduan warna karena over spraying kecil, sehingga ada kesempatan untuk mengalir keluar lebih lama dan menambah kilap cat.

Industri furnitur Yang Menggunakan Solvent Base

  1. Melamine

Melamine adalah cat dua komponen yang terdiri atas resin yaitu amino alkyd & asam (acid) sebagai pengerasnya. Kelebihan dari melamine adalah tingkat kekerasannya tinggi sehingga tidak mudah tergores selain itu juga memiliki tingkat kilap yang tinggi mencapai 90%, namun melamine tidak ramah lingkungan karena masih mengandung formaldehyde

  • NC (Nitrocellulose)

Cat Nitrocellulose merupakan cat satu komponen yang akan kering dengan penguapan thinnernya tanpa diikuti dengan reaksi kimia. Cat jenis ini cepat kering dan mudah diaplikasikan serta menghasilkan tampilan film yang jernih, tipis dan tampak alami namun cat jenis NC lebih tidak tahan gores dibandingkan cat melamine dan cat NC lama kelamaan akan cepat menguning (dalam waktu tertentu).

  • PU (Polyurethane)

Cat Polyurethane merupakan jenis cat dua komponen, terdiri dari komponen cat dan komponen hardener. Cat PU memiliki daya tutup permukaan kayu yang baik dan fleksibel, tidak mudah retak, tahan gores dan tahan paparan cuaca namun cat jenis ini masih tergolong mahal untuk sebagian orang.

  • Synthetic

Cat Synthetic Enamel adalah Cat Synthetic Alkyd yang dibuat dengan bahan dasar alkyd atau lebih tepatnya resin long oil alkyd. Cat jenis ini bersifat lambat kering mempunyai ketahanan exterior (durability) yang bagus namun warnanya cepat berubah menjadi kuning dan kilapnya cepet menurun.



Dari ke empat jenis cat di atas bisa disimpulkan untuk kualitas terbaik saat ini adalah cat jenis Polyurethane atau PU, karena paling tahan gores, paling fleksibel dan bisa diaplikasikan untuk kebutuhan eksterior.

Baca juga: Harga Cat Duco Per Kaleng

Apa itu Thinner

Di atas sudah disinggung sekilas mengenai thinner. Mari kita bahas lebih jauh seputar thinner. Thinner adalah zat berbentuk cair dan berwarna bening yang sekilas tampak seperti air. Hanya saja thinner mengeluarkan aroma yang menyengat dan jika dihirup terlalu lama bisa menyebabkan permasalahan pada tubuh kita.

Biasanya thinner digunakan untuk cat sehingga lebih encer. Selain itu juga biasa dipakai pada bahan-bahan finishing yang lebih kental dan sulit untuk diaduk.

Fungsi Thinner

Seperti yang sudah diketahui, thinner pada dasarnya berfungsi untuk menurunkan tingkat kekentalan atau viskositas pada cat atau bahan-bahan yang hendak diaplikasikan pada permukaan suatu barang dengan memakai kuas. Cat atau bahan finishing yang memiliki tingkat kekentalan tinggi perlu diencerkan untuk mencapai titik viskositas yang dibutuhkan.