Kmspico, lisans anahtarlarına ihtiyaç duymadan Windows işletim sistemlerinin (Windows 7, 8, 10 ve 11 dahil) ve Microsoft Office ofis uygulamalarının (Office 2010'dan itibaren ve en son sürümlere kadar).

İnovatif şirket Sahabet olan ortaklığımız katılımını ve deneyimini artıran lider bir internet sitesi oluşturdu.

Mengenal Lampu LED COB / HPL (High Power LED)

Endah Wahyuni

Rangkaian Lampu LED COB / HPL – Lampu bisa dibilang merupakan salah satu penemuan paling berguna selama peradaban manusia. Semenjak lampu pijar ditemukan, banyak pihak yang mengembangkannya hingga pada akhirnya menjadi seperti yang biasa kita jumpai saat ini. Kita mengenal banyak sekali jenis lampu yang biasa digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Lampu tidak hanya sebagai penerang saja, namun ada kalanya juga berfungsi sebagai unsur dekoratif. Atau juga bisa menjadi lampu tidur yang akan membuat penghuni tidur dengan nyaman tanpa takut gelap. Dilihat dari jenisnya, kita mengenal beberapa jenis lampu. Seperti lampu bohlam, lampu neon, lampu HID, lampu LED, dan lain sebagainya.

Dari beberapa jenis tersebut lampu LED tengah diminati oleh masyarakat belakangan ini. Ada beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh lampu ini. Mulai dari jangka waktu penggunaan yang lebih panjang, lebih hemat daya, hingga memiliki cahaya yang terang. Dan ternyata lampu LED ini masih bisa dibagi menjadi beberapa macam lagi. Salah satu di antaranya adalah lampu LED COB atau HPL (High Power LED). Mari kita berkenalan lebih dekat dengan lampu ini.

Baca juga: Perbedaan Lampu LED Cob Dan Led SMD

Sekilas Tentang Lampu LED COB atau HPL

Untuk diketahui, COB merupakan singkatan dari Chip on Board yang artinya lampu yang memiliki beberapa chip LED dan dipasang bersama pada substrat yang sama. Komponen yang ada pada rangkaian tersebut adalah keramik atau logam. LED merupakan semikonduktor yang dapat menghasilkan foton cahaya saat elektron mengalir melintasi persimpangan, lalu mengisi lubang elektron di sisi lain.

Biasanya pabrikan lampu LED COB mengeluarkan lembar data mengenai produk mereka yang menentukan spesifikasi masing-masing produk. Tak terkecuali informasi mengenai nilai minimum, tipikal, dan maksimum untuk beberapa variabel yang tidak sama.

Sistem lampu LED COB terbilang sederhana, sebab hanya terdiri dari beberapa komponen yang digabungkan menjadi satu. Umumnya komponen utama LED COB adalah sebagai berikut:

  1. Lampu LED COB
  2. Heat sink yang dipasang pada COB
  3. Driver LED yang menggerakkan COB
  4. Kabel yang menghubungkan driver dan COB.

Sedangkan karakteristik lampu LED COB bisa Anda simak pada poin-poin di bawah ini:

  1. Memiliki warna putih hangat atau putih kekuningan dan putih terang
  2. Biasanya lampu ini dinyatakan dalam volt

Selain karakteristik di atas, kita juga perlu mengetahui beberapa informasi lain terkait LED COB. Seperti seberapa banyak arus maksimum yang bisa dipakai untuk menghidupkan LED. Juga bagaimana perubahan rating berdasarkan suhu pada LED COB. 

Informasi lainnya yakni terkait luminous flux, yakni seberapa terang cahaya saat diukur pada arus dan suhu tertentu. Dan yang terakhir berapa panjang gelombang cahaya yang paling terkonsentrasi pada cahaya yang diciptakan oleh COB.

Komponen Lampu LED COB

Di atas kami sudah menyinggung sekilas tentang komponen pada LED COB. Pada bagian ini kita bahas lebih jauh komponen apa saja yang terdapat pada LED COB. Sehingga Anda bisa mengenal lampu LED ini dengan lebih baik.

Holder Lampu

LED COB memiliki beberapa komponen yang bisa menyatu dan mudah untuk digunakan. Pada konektornya terdapat bagian positif dan negatif yang mudah untuk disambungkan ke kabel. Selain itu lampu LED ini juga mempunyai konektor yang dapat memudahkan pengguna untuk memasang COB ke heatsink. Termasuk adanya koneksi push-in untuk kabel ke terminal COB.

Reflektor

Selain holder juga ada reflektor pada lampu LED COB ini. Kita bisa menambahkan reflektor yang dipasang menempel di bagian depan COB. Akan tetapi opsi ini membutuhkan adaptor terpisah. Reflektor ini tersedia dalam banyak pilihan, baik sudut, warna, ataupun material. Sehingga Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan. Tidak cukup sampai di situ saja Anda juga bisa menggunakan lensa kaca atau diffuser ke reflektor untuk melindungi lampu dari kotoran, air dan benda-benda asing lainnya.

Baca juga: Jenis Jenis Lampu Led untuk Rumah

Heatsink

Bagikan: