Perbedaan Lampu LED Cob Dan LED SMD


Lampu LED Cob Dan LED SMD – Belakangan ini lampu LED diminati oleh banyak orang. Mereka tertarik dengan lampu ini karena sejumlah alasan. Seperti cahaya yang berwarna putih terang, hemat energi, dan panjang umur.

Gencarnya kampanye hemat energi yang dilakukan oleh banyak pihak membuat orang-orang mulai beralih ke lampu LED. Bahkan hal ini juga berlaku di industri otomotif. Jajaran kendaraan terbaru yang dijual di pasaran mulai memakai lampu LED yang pada kenyataannya juga membuat tampilan kendaraan lebih memikat.



Berbicara soal efisiensi energi listrik, lampu LED diklaim dapat menghemat pemakaian listrik sampai 80%. Walaupun hemat energi lampu ini mempunyai cahaya yang lebih terang, bahkan lebih terang dari lampu biasa. Lampu LED juga diklaim tahan lama, dengan masa pemakaian sampai dengan 15 tahun.

Jika kita telaah lebih dalam sebenarnya lampu LED terbagi menjadi beberapa macam. Beberapa di antaranya adalah LED COB dan LED SMD.

Kebanyakan lampu LED yang beredar di pasaran adalah tipe SMD atau Surface Mounted Device. Akan tetapi LED COB atau Chip on Board merupakan LED yang membawa teknologi terkini. Lalu apa saja perbedaan dari kedua jenis lampu LED ini? Berikut kita bahas lebih lanjut.

Baca juga: Jenis Jenis Lampu Led Untuk Rumah

Mengenal SMD LED

Pertama-tama kita bahas apa itu lampu LED SMD. Seperti yang disinggung di atas, lampu jenis ini menjadi yang paling banyak dijual di pasaran. Pada jenis ini chip SMD LED menyatu dengan papan sirkuit cetak secara permanen. Jenis LED ini banyak digunakan karena dinilai serba guna. SMD LED ini bisa digunakan pada bola lampu, lampu tali, hingga lampu notifikasi pada smartphone.



Oleh karena serba guna LED SMD tersedia dalam berbagai ukuran. Bahkan LED ini juga dapat mengakomodasi chip dengan desain rumit seperti SMD 5050 yang mempunyai lebar 5 mm, atau SMD 3528 yang mempunyai lebar 3,5 mm. Menariknya chip SMD bisa berukuran kecil, bahkan seperti chip komputer.

LED SMD ini mempunyai jumlah kotak dan dioda yang berbeda-beda. Ada yang mempunyai lebih dari dua kontak sehingga membuatnya berbeda dari LED DIP klasik. Ada pula yang mempunyai 3 dioda pada satu chip, dengan masing-masing dioda yang memiliki sirkuit individu. Selain itu setiap rangkaian mempunyai satu katoda dan satu anoda yang mengarah ke 2, 4, atau 6 kontak dalam chip.

Chip SMD LED bisa memakai dioda hijau, merah, maupun biru. Perpaduan ketiga dioda ini membuat lampu LED tersebut bisa menghasilkan hampir semua warna yang ada dengan menyesuaikan level output. Menariknya dengan adanya fitur RGB tersebut SMD LED bisa menciptakan hingga 16 juta kombinasi warna yang berbeda.



Chip SMD ini juga menghasilkan cahaya yang terang, yakni mencapai 50 sampai 100 Lumen per watt. Dengan desain tersebut SMD menjadi lebih serba guna.

LED ini memang memiliki biaya perawatan dan produksi yang rendah. Bentuknya pun juga terlihat lebih datar dan tahan lama. Hanya saja tetap ada kekurangan dari lampu ini. Desainnya dinilai kurang optimal sehingga ada celah yang dapat dilihat di antara setiap chip. Alhasil SMD tidak cocok untuk sistem pencahayaan yang ringkas. Di samping itu pembuangan panas pada lampu ini juga kurang maksimal.

Baca juga: Rangkaian Lampu LED COB HPL (Hight Power Lamp)

Mengenal COB LED

Setelah LED SMB hadir, ada terobosan baru yakni COB LED yang memiliki konsumsi energi yang lebih efisien. Lampu ini menyempurnakan kekurangan yang ada pada SMD. LED ini mempunyai beberapa dioda pada permukaan yang sama seperti SMD. Akan tetapi COB memiliki dioda yang lebih banyak daripada SMD.



LED ini bisa memiliki 9 dioda. Bahkan juga bisa lebih. Di samping itu sirkuit chip COB juga hanya ada 1 dengan 2 kontak. Desain sirkuit COB LED ini lebih sederhana, sehingga membuat cahaya yang dihasilkan terlihat lebih baik dari SMD.

Hanya saja lantaran memiliki 2 kontak dan 1 sirkuit COB LED tidak bisa menciptakan cahaya yang berubah warna seperti halnya SMD. Untuk mendapatkan efek perubahan warna tersebut dibutuhkan beberapa saluran untuk penyesuaian. Untuk itu lampu LED ini lebih cocok digunakan untuk kebutuhan cahaya satu warna.

Perbedaan lain dari kedua jenis LED ini terletak pada pemakaian energinya. COB memiliki rasio lumen per watt dan efisiensi panas yang lebih baik. Kelebihan ini bisa tercapai berkat desain COB dan adanya substrat keramik pendingin pada chip.

Untuk diketahui, lampu sorot yang memakai LED tidak standar akan membutuhkan banyak LED untuk menciptakan output lumen yang tinggi. Akan tetapi hal ini tidak terjadi jika memakai chip COB. Sebab lampu ini bisa menghasilkan lumens tinggi dengan pemakaian energi yang lebih sedikit.

LED ini biasa digunakan pada flash ponsel atau kamera point and shoot. Pada pengaplikasian tersebut COB memiliki jangkauan yang lebih tinggi dan menghasilkan setidaknya 80 lumen per watt. Tidak hanya itu, saat ini juga ada COB LED yang sudah terintegrasi dengan sirkuit yang langsung dapat terhubung dengan listrik 220 volt tanpa perlu driver tegangan DC.