Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di HARGAPER COM

×

Cara Plesteran Dan Acian Dinding Untuk Finishing


Setelah itu biasanya pada plesteran terlihat retakan-retakan kecil. Biasanya pekerjaan plester ini diaplikasikan pada bidang dinding dan bagian atas pondasi atau trasram/semenram. Untuk diketahui, pekerjaan trasram itu dilakukan untuk mencegah kaki tembok menghisap air dari tanah yang membuatnya menjadi lembap. Campurannya dibuat dari campuran 1 semen : 2 pasir.

Ketentuan dalam Memplester Dinding

Memplester dinding dan pekerjaan-pekerjaan lain tentu saja tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada beberapa ketentuan atau syarat yang harus terpenuhi sebelum melakukan suatu pekerjaan. Begitu juga dengan plesteran dinding. Berikut beberapa ketentuan sebelum melakukan plester dinding:

  • Tembok yang akan diplester harus datar.
  • Sebelum memulai memplester tembok harus digaruk dengan sapulidi dan dibersihkan dengan air tawar (air minum).
  • Tebal lapis plester hanya 1 @ 1,5 cm.
  • Adukan yang dipakai : 1 kapur : 1 tras : 3 pasir, bila perlu dapat dibuat 1 semen: 3 pasir.

Tahap Plester Dinding

Selanjutnya kita pelajari bagaimana cara melakukan plesteran dinding. Dalam hal ini ada beberapa tahap dan hal yang harus kita pahami. Lebih jelasnya silakan simak penjelasan di bawah ini:

  • Tembok yang akan diplester dibagi dalam beberapa bagian (petak-petak).
  • Pada keempat sudut petak tembok dipasang paku dengan kepala menonjol .± 3 cm dari bidang tembok, untuk merentangkan benang.
  • Jarak benang dari sisi tembok 1,5 cm dan bila ada tembok yang menempel pada benang, maka temboknya harus dipahat dulu supaya didapat plester sama tebal dan rata.
  • Di tempat-tempat tertentu yaitu pada paku dan rentangan benang dibuat plester utama yang berhimpit dengan benang-benang tadi, sebagai standar tebal plester.
  • Plester utama yang vertikal ini dibuat tiap-tiap jarak 1,00 meter. Setelah ini selesai, benang dapat dilepas.
  • Diantara 2 lajur plester utama di isi penuh dengan adukan, kemudian digores dengan penggaris besar dan lurus mulai dari bawah ke atas untuk memperoleh bidang yang rata.
  • Kemudian bidang yang paling luar dilapisi dengan lapisan encer (kapur + semen merah + air) sambil digosok dengan papan gosok supaya permukaan standar yang rata, ini disebut mengaci.
  • Rusuk-rusuk dan sudut pertemuan plester tembok harus merupakan sudut siku ( = 90°) dan ini harus diplester dengan adukan 1 semen : 3 pasir supaya tahan benturan-benturan ringan.
  • Setelah lapis ini betul-betul kering, bidang permukaannya disapu dengan kapur tohor sebanyak 3 kali, dan agar terlihat indah kapur ini dicampur dengan zat pewarna yang sesuai dengan selera pemilik bangunan.

Yang Perlu Diperhatikan:

  • Bahan adukan plester seperti pasir, tras dan kapur yang telah dicampur rata harus diayak dulu, supaya butiran-butiran kasar
    tidak ikut bercampur.
  • Usahakan jangan menggunakan adukan bekas tembok lama karena daya lekatnya kurang.
  • Pada pekerjaan mengaci, bila dalam ember kapur tadi air kapumya sudah habis, hanya tinggal butiran-butiran kasar yang harus dibuang dan diganti dengan campuran yang sarna dan baru.

Baca juga: Cara Membuat Dinding Semen Expose Unfinished

Pekerjaan Mengaci Dinding

Setelah plesteran dinding sudah selesai dikerjakan, maka tahap berikutnya adalah mengaci dinding. Dalam pekerjaan ini ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Supaya lebih jelas berikut alur pelaksanaan mengaci tembok atau dinding:

  • Pastikan dinding benar-benar telah kering. Usia ideal plester siap untuk diaci adalah 2 – 3 minggu.
  • Siapkan bahan dan alat : Semen (portland cement), Air, Trowel khusus untuk acian (Roskam Baja dan Kayu).
  • Bersihkan permukaan plesteran dari kotoran, debu dan minyak.
  • Basahi plesteran dengan air secukupnya.
  • Campur semen dan air sehingga menghasilkan adonan yang encer namun dengan kekentalan yang cukup.
  • Lakukan pengacian dengan cara melapiskan semen yang sudah dicampur air dengan roskam baja, dan berikan tekanan agar merekat sempurna.
  • Lakukan sampai mencapai lebar tertentu, lalu ratakan dengan roskam kayu dengan gerakan melingkar.
  • Ketebalan acian yang baik adalah 1mm – 3mm
  • Perhalus permukaan acian dengan cara menggosok permukaan acian dengan roskam baja searah.
  • Lakukan pekerjaan sampai selesai pada tiap bidang dinding agar tidak menampilkan sambungan.

Baca juga: Cara Memasang HPL Pada Dinding Dan Furniture

Video Tukang:

RAB Plesteran Dinding

Memplester dinding adalah hal yang penting untuk dilakukan untuk memperoleh dinding yang halus dan mudah untuk dicat. Tidak hanya itu, plester ini juga bermanfaat untuk melindungi bagian dalam tembok, seperti batu bata, besi atau beton, ataupun sistem kelistrikan.

Pekerjaan ini tentu saja membutuhkan biaya. Pekerjaan ini tergantung pada volume pekerjaannya. Sementara volume pekerjaan plester dinding ini dihitung berdasarkan luas permukaan dinding yang hendak diplester. Menghitung luas permukaan dinding ini sama seperti menghitung luas permukaan balok, yakni dengan rumus: