Perbedaan Plesteran Dan Acian Dinding


Perbedaan Plesteran Dan Acian Dinding – Istilah plesteran dan acian pada bangunan ini pastinya sudah sering kita dengar. Namun masih banyak juga yang bingung mengenai perbedaan keduanya. Bagi mereka yang bekerja dalam dunia bangunan tentu sudah paham betul, mulai dari pengertian sampai teknik pengerjaannya.



Masyarakat awam pun juga banyak yang sudah tahu bahwa plesteran dan acian merupakan bagian dari pekerjaan dinding bata dan beton. Namun tak sedikit pula yang salah atau terbalik mengartikannya.

Maka dari itu, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang perbedaan plesteran dan acian pada dinding lengkap beserta pembahasannya. Untuk lebih jelasnya silahkan simak pembahasan berikut ini.

Baca juga: Cara Ngeloot Plesteran Tembok

Perbedaan Plesteran dan Acian Dinding/Tembok

Plesteran Dinding

Plesteran adalah bagian dari proses pembuatan dinding yang berguna untuk menutup pasangan batu bata, batako, atau bata ringan dan beton supaya terlihat rapi, rata, dan halus. Adapun bahan yang biasa digunakan untuk plesteran adalah mortar (plesteran) yang dibuat dari campuran semen, pasir dan air.

Baca juga: Cara Plesteran Dan Acian Dinding Yang Benar

Tahapan Plesteran Dinding



Plesteran dinding yang bagus biasanya tergantung dari bahan campuran yang digunakan. Berikut ini kami akan menjelaskan mengenai cara plester dinding yang baik dan benar:

  • Pertama Anda harus pastikan bahwa pemasangan dinding (batu bata merah, batako, bata ringan) sudah selesai, namun jika dinding beton maka pastikan kematangan beton tersebut sudah cukup.
  • Siapkan berbagai macam bahan dan alat yang dibutuhkan seperti semen, pasir, air, alat aduk dan tempat untuk digunakan mencampur semen dengan pasir, paku, benang, palu, meteran, ember, roskam atau trowel, triplek, jidar, dan kertas semen.
  • Jika sudah maka bersihkan bagian permukaan dinding (untuk dinding beton dan bata ringan yang memiliki permukaan halus maka buat permukaan kasar dengan cara membuat sedikit goresan). Lalu dinding bisa disiram dengan air secukupnya.
  • Langkah berikutnya Anda bisa membuat panduan ketebalan dan pembatas ruang kerja dengan menggunakan benang yang dimana pemasangannya dilakukan secara vertikal (pasang paku di atas dan diikat kemudian ujung di bagian bawah ditambahkan pemberat). Jarak benang berulang setiap 1 sampai 1,5 m.
  • Bahan plester bisa langsung dibuat dengan cara mencampurkan semen dan pasir. Perbandingan yang digunakan adalah 1 : 3 atau 1: 5.
  • Lanjutkan dengan membuat sample ketebalan (kepala plesteran) yang sesuai dengan garis panduan. Ketebalan plester adalah 1,5 cm sampai 3 cm. Biarkan kepala plesteran tersebut hingga beberapa saat sampai mengeras. Perlu dicatat, untuk pekerja yang menggunakan tangan kanan maka kepala plesteran harus berada di sebelah kiri dinding, namun jika menggunakan tangan kiri maka kepala plesteran harus berada di sebelah kanan dinding).
  • Plesteran bisa langsung dimulai dengan cara menempel atau melemparkan adukan bahan plesteran yang sudah dibuat ke dinding dengan menggunakan sistem tumpang lapis. Jika dijumpai tekungan maka bisa dilapisi dengan campuran yang lebih encer. Kemudian ratakan dengan mistar kayu.
  • Permukaan plester harus disiram selama 7 hari, tujuanya supaya penyusunan plester berlangsung secara bertaha dan plesteran tidak mengalami keretakan.

Baca juga: Cara Membuat Dinding Semen Expose

Acian Dinding