Proses Pembuatan Bata Ringan / Hebel


Tahap Pembuatan

  1. Pertama-tama kita perlu membuat adukan dasar yang terdiri dari binder dan filler dengan perbandingan 1:2. Untuk catatan, binder adalah semen dan filler adalah campuran pasir, kapur, dan fly ash. Anda bisa memakai fly ash atau kapur, atau campuran keduanya tanpa tambahan pasir. Akan tetapi untuk campuran ini komposisi filler maksimal mencapai 17% dari total adukan hebel.
  2. Tuangkan air ke dalam adukan bata ringan secukupnya untuk mengencerkan adukan. Disarankan tidak menambahkan air terlalu banyak ataupun terlalu sedikit karena hal ini dapat mempengaruhi kualitas bata ringan nantinya. Umumnya jumlah air yang ditambahkan ke dalam adukan bata ringan adalah 0,4-0,6 persen dari total semen yang digunakan.
  3. Berikutnya adalah proses pengadukan sampai komposisi bahan penyusun adukan tercampur rata dengan sempurna. Sifat adukan juga terlihat berubah menjadi homogen dan massa jenisnya berkisar 1,8-2,2 kg/liter. Apabila massa jenis adukan hebel belum sesuai, kita bisa menambahkan air secukupnya.
  4. Apabila adukan selesai dibuat, maka proses selanjutnya adalah membentuk adonan tersebut dengan cetakan khusus. Caranya dengan menuangkan pasta adukan ke dalam cetakan dan diratakan seluruh permukaannya.
  5. Jika sudah dimasukkan dalam cetakan maka kita tinggal membiarkannya selama 12 jam.
  6. Selesai proses di atas berikutnya adalah membuka cetakan bata ringan yang harus dilakukan secara hati-hati. Kemudian hebel yang masih mentah dipindahkan ke tempat pengeringan atau curing area yang terbuka namun tidak terkena sinar matahari langsung.
  7. Selama proses pengeringan bata ringan hanya perlu disiram saja selama 10 hari berturut-turut. Tujuannya tidak lain supaya pengeringannya berlangsung secara perlahan dan hebel tidak mengalami keretakan ataupun kerusakan.
  8. Pada hari ke-15 bata ringan tersebut siap untuk disimpan di gudang penyimpanan. Perlu diingat bahwa bata ringan baru bisa digunakan saat sudah memasuki usia 20 hari sejak awal dibuat.

Video Pendukung:



Baca juga: Harga Semen Mortar / Semen Instant

Bata Ringan Vs Bata Merah

Bata ringan sudah lama menjadi pilihan alternatif bagi mereka yang ingin material pengganti bata merah. Meski demikian keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sehingga kita perlu mengetahuinya sebelum memutuskan untuk memilih akan menggunakan material yang mana. Berikut adalah plus-minus bata ringan dan bata merah.

Bata Ringan

Di atas sudah dijelaskan bahwa bata ringan mempunyai ukuran dan bentuk yang sama. Sehingga bukan perkara sulit untuk membuat dinding yang rapi. Di samping itu bata ringan atau hebel juga lebih tahan air sehingga dapat meminimalisir risiko air merembes. Bata ringan juga lebih kedap suara dan memiliki ketahanan yang baik terhadap gempa.

Sayangnya bata ringan tidak luput dari beberapa kekurangan. Walaupun bentuknya presisi bata ringan memiliki dimensi yang besar, sehingga berpotensi menghasilkan banyak sisa bata ringan saat ingin mengerjakan bagian yang kecil. Bata ringan juga membutuhkan perekat khusus berupa semen instan. Pemasangannya pun juga harus dikerjakan oleh orang yang berpengalaman, dengan biaya yang lebih mahal dari bata merah.

Bata Merah

Bata merah mempunyai keunggulan yang terletak pada pemasangannya yang mudah dan tidak membutuhkan keahlian khusus. Selain itu bata ini mempunyai ukuran yang lebih kecil sehingga memudahkan tukang untuk memasangnya maupun membentuk bidang yang kecil. Di samping itu bata merah memiliki harga yang terjangkau dan tidak membutuhkan perekat khusus. Terakhir bata merah juga tahan terhadap api.



Baca juga: Harga Kalsiboard Untuk Dinding Dan Plafon

Di balik kelebihan-kelebihan tersebut ada beberapa kekurangan yang cukup krusial dari bata merah. Salah satunya adalah kesulitan untuk membuat pasangan bata yang rapi. Selain itu pemasangan bata merah membutuhkan perekat yang lebih banyak. Volume bata ini juga dapat membuat beban pada struktur bangunan lebih berat. Bata merah juga dapat menyerap panas maupun dingin.