Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di HARGAPER COM

×

Menghitung Koefisien Dasar Bangunan


Dari contoh di atas diketahui bahwa pada daerah tersebut sebidang lahan diperbolehkan untuk memiliki luas lantai dasar 50% dari keseluruhan luas lahan. Sehingga jika suatu lahan mempunyai luas 120 m2, maka yang boleh untuk dibangun adalah 60%. Sedangkan lahan yang tersisa hanya diperbolehkan untuk area terbuka atau ruang terbuka hijau.

Apabila kita mempunyai bangunan dan ingin mengetahui apakah bangunan tersebut sesuai atau tidak dengan KDB yang berlaku, kita bisa mengeceknya dengan menghitung nilai KDB. Dari hasil perhitungan itu nanti kita bisa mengetahui apakah bangunan yang kita miliki sudah sesuai dengan besaran KDB yang ditetapkan oleh pemerintah.

Ketentuan Penghitungan KDB

Ada beberapa ketentuan mengenai perhitungan KDB, antara lain:

  1. Perhitungan luas lantai bangunan merupakan jumlah luas lantai yang dihitung sampai batas dinding terluar;
  2. Luas lantai ruangan beratap yang sisi-sisinya dibatasi dinding dengan tinggi lebih dari 1,20 meter di atas lantai, ruangan tersebut dihitung penuh 100%;
  3. Luas lantai ruangan beratap yang sifatnya terbuka atau yang sisi-sisinya dibatasi dinding kurang dari 1,20 meter di atas lantai ruangan dihitung 50% Selama tidak melebihi 10% dari luas denah yang diperhitungkan sesuai dengan KDB yang berlaku;
  4. Teras tidak beratap yang memiliki tinggi dinding kurang dari 1,20 m di atas lantai teras tidak diperhitungkan sebagai luas lantai;
  5. Dalam perhitungan KDB, luas tapak yang masuk dalam perhitungan adalah yang dibelakang Garis Sempadan Jalan (GSJ);
  6. Pembangunan yang berskala kawasan atau superblock, maka perhitungan KDB adalah dihitung terhadap total seluruh lantai dasar bangunan dalam kawasan tersebut terhadap total keseluruhan luas kawasan.

Jika Bangunan Melebihi Nilai KDB

Apabila sebuah bangunan melebihi batas maksimal dari besaran KDB yang berlaku, lalu bagaimana solusinya? Dalam kasus seperti ini, pemilik bangunan bisa dikenai sanksi seperti halnya peraturan bangunan lainnya. Sanksi yang diberikan bisa beragam. Mulai dari surat peringatan, penarikan izin, denda atau bahkan pembongkaran bangunan.

Baca juga: Menghitung Koefisien Lantai Bangunan

Tujuan Aturan Koefisien Dasar Bangunan

Tentu saja sanksi seperti yang disebutkan di atas dilakukan bukan tanpa alasan. Peraturan mengenai Koefisien Dasar Bangunan diciptakan untuk mewujudkan ruang yang tertata dan terkendali. Dengan begitu ruang dalam kota tidak tumbuh secara liar.

Tidak hanya itu saja, adanya peraturan tentang Koefisien Dasar Bangunan atau KDB juga bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara jumlah lahan terbangun dan jumlah ruang area terbuka hijau. Alhasil sistem dalam kota bisa terjaga dengan baik. Hal ini tentu saja bisa meminimalisir terjadinya bencana seperti banjir yang disebabkan oleh kurangnya area resapan air.

Maka dari itu sudah menjadi tugas bagi arsitek untuk tidak hanya memikirkan bagaimana cara membuat desain suatu bangunan yang nyaman dan indah. Akan tetapi juga memperhatikan peraturan-peraturan bangunan, tak terkecuali aturan tentang Koefisien Dasar Bangunan.

Caranya dengan memeriksa besaran nilai KDB daerah sebelum melakukan pembangunan dan memastikan bahwa lahan yang dibeli bukan lahan yang berada dalam zona area terbuka hijau.