Harga Molen Cor Mesin Pengaduk Semen

Candra Irawan

Baca juga: Cara Membuat Talang Cor Beton Anti Rembes

Bagian – Bagian Mesin Molen Beton

Mesin molen beton ini dapat dibagi menjadi 7 bagian. Berikut ini adalah beberapa bagian dari mesin molen beton tersebut beserta dengan penjelasannya yaitu:

  • Motor. Bagian ini dapat bergerak dan ditempatkan pada kerangka mesin aduk. Motor ini emiliki fungsi sebagai penggerak tabung aduk, jadi tabung aduk tersebut dapat berputar dan mencampurkan seluruh adonan konstruksi secara merata.
  • Roda mesin molen. Bagian ini dapat digunakan untuk memindah maupun menjalankan mesin molen tersebut dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
  • Kerangka. Untuk bagian ini adalah bagian tubuh dari mesin tersebut yang telah dilengkapi dengan roda dan batag tarik mesin agar dapat menopang bagian – bagian dari molen yang didesain dengan sedemikian rupa agar mesin tersebut dapat dengan mudah dipindah – pindahkan.
  • Batang tarik mesin. Batang ini dapat berguna untuk memudahkan saat ingin menarik atau memindahkan mesin molen tersebut.
  • Kunci roda pembalik. Bagian ini berguna dalam mengunci roda pembalik dari tabung aduk agar mesin dapat dipindah ke tempat lainnya. apabila mesin tersebut tidak digunakan untuk menarik, maka batang dapat dimasukkan kedalam kerangka mesin dan jika akan digunakan untuk menarik maka batang tersebut dapat dikelurakan atau dipanjangkan.
  • Roda pembalik tabung. Roda ini terdapat pada dekat tabung yang memiliki fungsi untuk mengubah posisi tabung aduk. Pada saat dilakukan pengisian bahan – bahan susun dan ketika menumpahkan atau mengeluarkan hasil adukan.
  • Tabung aduk. Tabung ini memiliki bentuk silinder dengan bagian bawahnya tertutup dan lapisan atasnya memiliki bentuk mengerucuk ke bagian atas dan terbuka pada bagian ujungnya. Pada bagian ujung atas kerucut terdapat lubang mulut tabung yang bertujuan sebagai tempat untuk memasukkan bahan – bahan susun adukan beton dan juga sebagai tempat menuangkan adukan beton setelah selesai tercampur. Didalam tabung ini juga terdapat daun – daun besi yang dapat membantu dalam mencampur bahan – bahan yang diaduk.

Baca juga: Harga Kusen Cor / Beton Jendela Dan Pintu 2022

Baca juga: Perbandingan Kualitas Cat Dulux dan Cat Jotun

Cara Merawat Mesin Molen Beton

Dalam penggunaannya mesin ini kemungkinan akan meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan apabila sudah mengendap. Untuk menghindari hal tersebut maka mesin ini memerlukan perawatan khusus. Berikut ini beberapa langkah – langkah perawatan dari mesin molen tersebut yaitu:

1) Bersihkan

Pada umumnya mesin ini setelah beroperasi pasti akan meninggalkan bekas campurna adonan proyek entah itu pasir, semen dan lain sebagainya. Dengan adanya bekas adonan tersebut maka harus dilakukan pembersihan jangan dibiarkan mengendap terlalu lama. Hal itu akan susah untuk dibersihkan apabila telah mengeras didalam mesin. Jadi setelah mesin selesai digunakan disarankan untuk membersihkan dengan air sampai sisa – sisa yang ada pada tabung tersebut dapat hilang.

2) Keringkan

Langkah selanjutnya jika tabung tersebut telah bersih lalu dilakukan pengeringan pada mesin tersebut. mesin harus dikeringkan sampai benar – benar kering dan bebas dari air. Hal itu dikarenakan apabila mesin masih basah maka dapat menyebabkan karat, keropos dan tidak awet lagi.

3) Olesi Minyak (oli)

Selain mengeringkan mesin, untuk menghindarkan mesin dari karat dapat diolesi minyak atau oli. Minya dapat dioleskan pada bagian – bagian yang mengalami perputara seperti poros (as), gigi – gigi tabung atau gigi – gigi roda pembalik. Hal itu ditujukan agar mesin tidak berkarat dan saat digunakan kembali mesin tidak tersendar – sendat (macet) yang disebabkan karena mesin berkarat.

4) Simpan

Untuk langkah terakhir dari perawatan mesin ini adalah menyimpannya ditempat yang terlindung dari hujan. Jika perlu berilah tutup (plastik) agar alat tersebut tidak terkena air yang dapat mengakibatkan karat.

5) Check Kelengkapan Alat

Apabila mesin molen ini sering digunakan maka disarankan untuk melakukan pengecekan kelengkapan dari mesin secara berkala, dan gantu peralatan apabila sudah harus diganti agar tidak mengganggu kinerja mesin. Lalu ulangi langkah sebelumnya agar mesin ini awet untuk pemakaian jangka waktu yang panjang dan dapat menghasilkan produk yang berkualitas baik

Baca juga: Cara Menghitung Ketinggian Atap Rumah

Bagikan: