Cara Menghitung Berapa Kebutuhan Genteng

Berapa Kebutuhan Genteng Per Meter – Dalam urusan membangun atau melakukan renovasi semuanya harus diperhitungkan dengan tepat. Tujuannya agar konstruksi yang dibangun dapat berdiri dengan kokoh, awet dan aman dari berbagai risiko.

Tidak hanya itu, memperhitungkan segala hal yang berkaitan dengan pembangunan atau renovasi juga berhubungan dengan dana yang harus disiapkan. Maka dari itu sebelum melakukan eksekusi salah satu hal yang tak boleh terlewatkan adalah menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Salah satu yang harus diperhitungkan dengan baik adalah kebutuhan genteng. Genteng salah satu material yang tak bisa dipisahkan dari rumah atau beberapa bangunan lainnya. Maka dari itu perhitungan kebutuhan genteng harus diketahui dan dipahami. Sehingga nantinya genteng yang dibeli tidak sampai kurang, atau bahkan kelebihan terlalu banyak yang mengarah ke pemborosan.

kebutuhan genteng

Untuk itu pada artikel kali ini bagaimana cara menghitung kebutuhan genteng. Materi di bawah ini bisa Anda pelajari dan dijadikan sebagai wawasan baru jika memang Anda belum memahami bagaimana cara mengetahui seberapa banyak genteng yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan.

Baca juga: Menghitung Luas Atap Baja Ringan

Menghitung Luas Atap

Untuk mengetahui luas atap maka kita perlu mengetahui bentuknya terlebih dahulu. Dan mengukur berapa panjang, lebar, atau tingginya. Sebagai contoh atap rumah yang akan dikerjakan mempunyai panjang 15 meter dengan lebar 10 meter. Maka tinggal mengalikannya untuk mengetahui luasnya. Sehingga dapat diketahui luas atap salah satu sisi adalah 150 m2. Lalu kalikan 2 jika terdapat dua sisi sehingga hasilnya 300 m2.

Apabila genteng yang digunakan adalah genteng plentong atau kodok yang setiap meter perseginya berisi 25 buah genteng, maka agar luas atap tersebut tertutupi semuanya dibutuhkan genteng sebanyak 300 m2 x 25 = 7.500 buah.

Akan tetapi disarankan untuk tidak membeli pas sesuai perhitungan. Anda harus melebihkannya untuk mengantisipasi permasalahan seperti genteng cacat atau pecah pada saat pemasangan.

Menghitung Luas Pondasi

Selain menghitung kebutuhan genteng dengan luas atapnya, kita juga dapat mengetahui kebutuhan genteng dari luas pondasinya. Contohnya panjang rumah mencapai 10 meter, dengan lebar 5 meter. Sebelum menghitung luasnya tambahkan panjang dan lebar sebesar 1 meter. Sehingga data tersebut bisa diketahui bahwa luas pondasi tersebut 11 x 6 = 66 m2.

Dengan contoh di atas kita bisa mengalikan luas pondasi langsung dengan jumlah genteng per 1 meter persegi. Sehingga perhitungannya adalah 66 x 25 = 1.650 buah genteng.

Sedangkan untuk bidang lainnya tinggal menyesuaikan saja. Jangan lupa untuk melebihkan jumlah genteng yang harus dibeli nantinya untuk menghindari risiko kekurangan genteng.

Menghitung Luas Atap Limas

Apabila atap rumah berbentuk limas, maka cara menghitungnya juga berbeda. Sebelumnya perlu Anda ketahui bahwa limas mempunyai empat sisi bidang. Umumnya atap ini mempunyai dua sisi dengan bentuk dan ukuran yang sama serta saling berhadapan. Sedangkan dua sisi lainnya berbentuk trapesium. Supaya lebih jelas Anda bisa simak gambar di bawah ini.

Untuk mengetahui  luas atap limas maka Anda hanya perlu menghitung luas dua sisi berbentuk segitiga dan dua sisi berbentuk trapesium, kemudian menjumlahkannya. Sebagai contoh silakan simak perhitungan di bawah ini.

Dua sisi segitiga mempunyai panjang alas 10 meter dan tinggi 2 meter. Sedangkan dua sisi trapesium memiliki panjang sisi sejajar 25 meter dan 40 meter, dengan tinggi mencapai 3 meter. Setelah mengetahui ukurannya, langsung saja kita hitung berapa luas masing-masing sisi.

  1. Luas segitiga = (10 x 2) / 2 = 10 m2
  2. Luas trapesium = (25 + 40) / 2 x 3 = 97,5 m2
  3. Luas total = (10 x 2) + (97,5 x 2) = 215 m2

Setelah mengetahui total luas atap limas selanjutnya kita hitung kebutuhan gentengnya. Misalnya yang digunakan adalah genteng kodok berukuran 27,5 x 20,5 cm yang setiap meter perseginya berisi 24 buah genteng. Dari contoh di atas kita ketahui luas atap limas adalah 215 m2. Maka tinggal kita kalikan kedua angka tersebut sehingga menghasilkan 5.160 buah genteng.

Sehingga bisa kita ketahui bahwa untuk atap rumah di atas memerlukan setidaknya 5.160 buah genteng kodok berukuran 27,5 x 20,5 cm. Tentu saja perhitungan di atas hanya sebatas contoh saja. Ukuran genteng juga dapat mempengaruhi perhitungan kebutuhan genteng. Maka dari itu jangan lupa untuk melihat spesifikasi genteng dengan bertanya langsung ke penjualnya agar mengetahui ukuran pasti dari genteng yang hendak dibeli.

Kebutuhan Genteng Per Meter

  • Genteng kodok/karang pilang/prentul per m2 ukuran 27.5 cm x 20.5 cm dengan berat 1,4 kg per buah = 24 buah/m2.
  • Genteng plentong per m2 ukuran 29 cm x 20.5 cm dengan berat 1.6 kg per buah = 25 buah/m2.
  • Genteng mantili per m2 ukuran 29 cm x 21 cm dengan berat 1.5 kg per buah = 24 buah/m2.
  • Genteng roman kanmuri per m2 = 14 buah/m2
  • Genteng garuda per m2 ukuran 30 cm x 24 cm dengan berat 2.6 kg per buah = 18 buah/m2.

Jenis Genteng

Agar tidak bingung dalam menentukan pilihan, selain mengetahui cara menghitung kebutuhan genteng juga penting bagi Anda untuk mengetahui macam-macam genteng yang ada di pasaran. Sebab masing-masing genteng mempunyai ciri khas yang berbeda-beda.

Genteng Seng

Genteng ini menjadi yang paling terjangkau dan banyak dipakai untuk berbagai keperluan. Sayangnya genteng ini mempunyai sejumlah kelemahan. Seperti rendahnya kemampuan genteng ini untuk menghalau panas karena materialnya justru menyerap panas, sehingga bisa membuat ruangan di bawahnya menjadi panas. Selain itu seng juga tidak anti karat sehingga pemakaian genteng ini relatif singkat.

Genteng Tanah Liat

Genteng ini sangat familiar di Indonesia, bahkan sudah terkenal sejak zaman dahulu. Sesuai dengan sebutannya, genteng ini dibuat dengan memanfaatkan bahan baku tanah liat. Yang membuat genteng ini disukai adalah materialnya yang dapat meredam panas sehingga membuat rumah tetap sejuk.

Hanya saja genteng tanah liat ini memiliki bobot yang berat, sehingga Anda harus memperhatikan lebih terhadap pemasangan rangka atap.

Genteng Metal

Genteng metal mempunyai tampilan yang menyerupai genteng tanah liat. Hanya saja genteng ini lebih ringan layaknya genteng seng. Menariknya lagi genteng ini dapat memantulkan panas dan juga tahan karat.

Genteng Beton

Biasanya genteng beton dipakai pada rumah-rumah bergaya minimalis. Genteng ini dibuat dengan memakai semen yang dicampur dengan agregat halus dan kasar, serta bahan pengikat lainnya.

Kelebihan genteng ini terletak pada kemampuannya dalam menahan berbagai cuaca, mulai dari panas hingga hujan, bahkan juga tahan api. Selain itu genteng beton juga anti lumut. Hanya saja genteng ini tergolong berat.

Baca juga: Macam Macam Genteng Dan Harganya

Tips Memilih Genteng

Memilih genteng memang harus memperhatikan beberapa pertimbangan. Tujuannya agar nantinya Anda tidak sampai salah memilih genteng. Ada beberapa poin yang harus Anda cermati ketika memilih genteng, antara lain fungsi, material atap yang berkualitas, anti korosi, kemampuan meredam panas dan tidak berisik.

Sesudah poin-poin tersebut terpenuhi baru Anda bisa mempertimbangkan hal-hal lainnya. Misalnya soal harga, warna genteng yang harus dipilih, hingga memperhatikan spesifikasi genteng yang mencakup ukuran dan beratnya.

Sebagai tambahan, Anda perlu memilih genteng yang pemasangannya mudah sehingga pengerjaan bisa lebih efektif dan efisien. Genteng yang memiliki bentuk presisi dan konsisten akan membuat pengerjaan lebih cepat. Tidak hanya itu, hasil akhirnya pun terlihat lebih baik, rapi dan anti bocor.

Sekian yang bisa kami sampaikan seputar menghitung kebutuhan genteng. Semoga apa yang kami sampaikan di atas bisa menambah wawasan Anda sehingga Anda bisa memahami bagaimana cara mengetahui kebutuhan genteng. Jika Anda masih awam jangan lupa untuk meminta saran kepada yang lebih ahli, atau menyerahkan urusan tersebut ke penyedia jasa konstruksi bangunan.