Pergantian kepemimpinan BEI dan OJK diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan pasar modal pekan depan.
HargaPer.com - Murah &Terbaik Murah &Terbaik - JAKARTA. PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) menilai potensi penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada tahun ini dapat berdampak terhadap instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Asal tahu saja, sepanjang 2025, BI melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak 125 basis poin (bps) menjadi 4,75%. Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia, Hilman Simanjuntak mengatakan potensi penurunan suku bunga...
HargaPer.com - Murah &Terbaik Murah &Terbaik - JAKARTA. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menegaskan bahwa data pemegang saham di bawah 5% akan segera dibuka. Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menyampaikan, saat ini data pemegang saham di bawah 5% tidak bisa diakses oleh publik. “Data sekarang di atas 5% saja (yang bisa diakses). Sekarang peraturannya tidak boleh membuka angka pemilik saham di bawah 5%,” ujarnya saat ditemui di Wisma Danantara, Sabtu (31/1/2026). Baca...
HargaPer.com - Murah &Terbaik Murah &Terbaik – JAKARTA. Nilai tukar rupiah diprediksi masih bergerak terbatas pada awal pekan depan, seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) akibat sentimen kebijakan moneter Negeri Paman Sam dan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Untuk diketahui, nilai tukar mata uang Garuda di pasar spot tak mampu keluar dari tekanan hingga perdagangan di akhir pekan. Jumat (30/1/2026), rupiah ditutup di level Rp 16.786 per dolar Amerika...
HargaPer.com - Murah &Terbaik Murah &Terbaik - JAKARTA. Prospek kinerja dan saham PT Astra Graphia Tbk (ASGR) pada 2026 dinilai masih ditopang transformasi bisnis ke layanan IT dan solusi digital bernilai tambah. Namun, setelah harga saham ASGR melonjak sekitar 76% sepanjang 2025, ruang penguatan ke depan diperkirakan semakin bergantung pada konsistensi kinerja fundamental. Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai reli saham ASGR tahun lalu...
Presiden Prabowo Subianto meminta tidak ada lagi kekosongan kepemimpinan dalam manajerial di pasar modal dan pengawasan keuangan Indonesia.
Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT BEI pada Jumat pagi, 30 Januari 2026.