HargaPer.com - Murah &Terbaik Murah &Terbaik – JAKARTA. Nilai tukar rupiah diproyeksi kembali melemah pada perdagangan Kamis (26/2/2026). Sekedar mengingatkan, rupiah ditutup menguat 0,17% secara harian ke Rp 16.800 per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,10% secara harian ke Rp 16.813 per dolar AS. Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, ekspektasi suku bunga AS akan tetap tinggi. Presiden Federal Reserve Boston, Susan...
HargaPer.com - Murah &Terbaik Murah &Terbaik - JAKARTA. Sejumlah emiten di pasar modal Indonesia memasuki fase baru pada 2026 seiring maraknya pergantian pemegang saham pengendali. Dalam konteks ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan adanya sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi perusahaan tercatat. Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan dalam hal informasi material, Peraturan BEI Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi (Peraturan...
Wakil Ketua DPR sebelumnya telah menerima aspirasi dari pekerja. Perusahaan berjanji tak akan kembali melakukan PHK.
HargaPer.com - Murah &Terbaik Murah &Terbaik - JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memulai rangkaian roadshow global dengan mengunjungi lapangan wet steam terbesar di dunia milik Energy Development Corporation (EDC) di Leyte, Filipina. Kunjungan ini menjadi langkah strategis PGEO dalam mengoptimalkan pengembangan teknologi panas bumi melalui penerapan Flow2Max. Inisiatif penerapan Flow2Max mencerminkan upaya PGEO untuk membuka sumber pendapatan baru melalui...
HargaPer.com - Murah &Terbaik Murah &Terbaik - JAKARTA. PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan telah mengakuisisi mayoritas saham PT Vista Maritim Asia (VMA) pada 24 Februari 2026. Ini menandai langkah ekspansi terbaru PTRO di bidang kepelabuhan laut. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), PTRO melalui entitas anak yang dimiliki secara tidak langsung lebih dari 99% yaitu PT Petrosindo Sinergi Alur (PSA), telah menandatangani perjanjian pembelian 55% saham VMA,...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan memperlakukan Inpex Masela Ltd sebagai investor spesial yang berinvestasi di Blok Masela.
FSPPB meminta majelis hakim untuk tidak menjadikan keputusan bisnis sebagai dasar pelanggaran pidana dalam kasus dugaan korupsi minyak mentah yang menyeret sejumlah petinggi Pertamina.