Joule Thief Untuk Menghemat Listrik


Selain itu pemilihan jenis transistor turut mempengaruhi hasil inverter nantinya. Disarankan untuk memilih tip41 karena lebih besar dari tip31. Meski begitu bisa memakai transistor lain, misalnya 2SD882. Hanya saja tidak menutup kemungkinan lebih cepat panas. Maka dari itu disarankan memakai tip41 yang bisa membuat komponen lebih kuat, tahan lama dan lampu bisa menyala terang.

Skema Joule Thief Lainnya

Selain skema di atas masih ada beberapa skema Joule Thief lain yang bisa Anda simak. Silakan lihat gambar berikut ini.



Selain mengetahui beberapa rangkaian Joule Thief yang bisa Anda coba, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui. Berikut beberapa catatan yang bisa Anda perhatikan:

  1. Joule Thief menggunakan arus magnet dan elektromagnet sederhana untuk membangkitkan voltase. Maka dari itu gunakan R pembatas arus 330R-4,7K jika suplai antara 1,2V-3V. 1,5K. Akan tetapi 2,2K merupakan ukuran yang tepat dan bisa lebih menghemat konsumsi energi baterai.
  2. Jangan berharap bisa menciptakan JT sederhana untuk melakukan hal yang mustahil. Sebab voltase rangkaian ini memang besar, namun arusnya sangat kecil, ditambah vibrasi yang sangat tidak beraturan.
  3. Jangan sampai terpaku membuat lilitan dengan memakai rumus transformator, sebab hal tersebut tidak akan bekerja. Oscillator Block dengan frekuensi tinggi. Sehingga komponen tersebut hanya membutuhkan syarat hidup dan menciptakan medan magnetnya sendiri. Kecuali jika ingin menambah lilitan sekunder yang lain untuk kebutuhan lain.
  4. Joule Thief akan menguras voltase baterai 1,5V sampai 0,7V, dan setelah itu baterai harus diganti. Sehingga tidak bisa disebut long lasting atau bisa dipakai dalam jangka waktu yang sangat lama.

Video Pendukung:



Baca juga: Software BIM Untuk Proyek Konstruksi

Sekian informasi yang bisa kami sampaikan. Semoga penjelasan di atas bisa mencerahkan Anda sehingga bisa mengetahui seperti apa cara kerja Joule Thief.