Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di HARGAPER COM

×

Mengenal Jenis Kayu Plywood, MDF, Partikel Board


Setelah itu direkatkan menjadi satu dengan memanfaatkan tekanan tinggi dan memakai perekat khusus. Plywood sendiri bisa dibagi menjadi beberapa macam. Salah satu yang paling sering digunakan adalah plywood lapis tiga, three-ply atau yang dalam bahasa Indonesia lebih populer disebut triplek. Sementara plywood yang terdiri lebih dari tiga lapisan vinir dikenal dengan nama multiplek atau multiply. Pilihannya beragam, mulai dari lapis 5, lapis 7, atau lapis 9.

Kayu yang dipakai vinir pada plywood biasanya berasal dari jenis-jenis kayu yang ringan, lunak, serta memiliki kelas kuat dan kelas awet II-IV. Beberapa jenis kayu yang sering dipakai adalah kayu damar, meranti, keruing, kapur, kempas, merawan, dan mangir.

Selain itu juga ada vinir indah atau fancy veneer yang dibuat dengan memakai jenis kayu berkualitas tinggi untuk mendapatkan nilai dekoratif yang indah. Beberapa jenis kayu yang dipakai adalah kayu jati, mahoni, maple, sonokeling, rengas, dan lain-lain. Biasanya plywood dipakai untuk beberapa kebutuhan, seperti untuk membuat furnitur rumah tangga, alat musik, furnitur, dan barang kerajinan.

Kelebihan Plywood

  1. Memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca maupun daya tekuk
  2. Mempunyai ketahanan yang baik terhadap air
  3. Lebih kokoh jika dipakai sebagai rangka utama pada mebel atau furnitur

Kekurangan Plywood

  1. Tingkat presisi ketebalan kurang bagus
  2. Sulit untuk langsung finishing, misalnya dengan finishing cat dinding
  3. Memiliki sifat material yang keras sehingga untuk menggabungkan beberapa plywood harus memakai paku tembak atau paku besi
  4. Kualitas plywood tidak selalu halus dan mulus, juga ada yang bergelombang

Baca juga: Harga Kayu Sungkai Dan Peruntukannya

Blockboard

Blockboard atau papan blok adalah sebuah bahan olahan dari kayu yang dibuat dengan cara dipadatkan dengan bantuan mesin, lalu ditempelkan menjadi satu dan ditambahkan pelapis sehingga menjadi lembaran seperti papan. Setelah papan direkatkan dengan memakai lem khusus, proses berikutnya adalah pengeringan untuk mengurangi kandungan air. Tujuannya agar papan lebih awet, tidak busuk dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Kayu yang dipakai untuk membuat blockboard umumnya mempunyai karakteristik empuk dan mudah diubah menjadi berbagai bentuk. Blockboard mempunyai ukuran yang berbeda. Umumnya blockboard yang dijual dipasaran memiliki tebal sekitar 15 mm sampai 18 mm. Sementara dimensinya biasanya berukuran 240 cm x 120 cm. Akan tetapi jika ingin menggunakannya kita bisa memotongnya lagi dan menyesuaikannya sesuai kebutuhan.

Kelebihan Blockboard

  1. Memiliki kestabilan kualitas yang sangat baik
  2. Harga relatif terjangkau
  3. Kayu yang sudah dikeringkan memiliki ketahanan yang tinggi
  4. Tidak mudah rusak
  5. Memiliki bobot yang ringan

Kekurangan Blockboard

  1. Kemampuan menahan beban rendah
  2. Secara struktural tidak dapat dipakai dalam waktu yang lama karena bisa rusak secara perlahan karena akumulasi beban yang sudah dikumpulkan
  3. Proses pemasangan baut dan sekrup harus dilakukan hati-hati agar papan tidak jebol
  4. Blockboard berkualitas rendah rentan dimakan rayap
  5. Jika proses pemadatan dan pengeleman kurang baik maka papan bisa rusak atau terkelupas

Baca juga: Mengenal HPL Untuk Finishing Kayu

Particle Board

Particle board merupakan papan kayu yang dibuat dari serbuk gergaji atau serpihan kayu yang dipadatkan dengan memanfaatkan proses kimia dan dipres dengan tekanan dalam suhu tinggi. Hal tersebut membuat particle board memiliki sifat kayu masif, tahan api dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan isolasi dan bahan akustik yang baik.