Panduan Keselamatan Dalam Menggunakan Scaffolding

Candra Irawan

Panduan Keselamatan Dalam Menggunakan Scaffolding – Fungsi utama dari scaffolding adalah untuk membantu para pekerja konstruksi yang bekerja diketinggian dimana telah ditentukan ketinggiannya. Apabila sedang terdapat pengerjaan dari suatu kontruksi atau pembangunan yang memiliki tingkat kertinggian cukup tinggi maka tidak ada salahnya untuk menggunakan scaffolding atau perancah ini. Dalam menggunakan alat ini memiliki fungsi yaitu untuk menahan manusia serta berbagai material lainnya yang diperlukan dalam konstruksi dengan ketinggian tertentu.

Dengan adanya kedua hal tersebut secara tidak langsung scaffolding memiliki peran aktif dalam menjaga keselamatan kerja bagi para pekerja konstruksi tersebut. penggunaan scaffolding akan membuat para pekerja merasa aman yang akan berujung pada peningkatan produktivitas dan kelancaran sebuah proyek konstruksi bangunan. Dimana dalam pembuatan atau pemasangannya harus memperhatikan standar keselamatan dan kesehatan kerja atau yang dikenal dengan K3.

 

Diketahui bahwa setiap tahunnya banyak pekerja bidang konstruksi yang terluka bahkan tewas yang dikarenakan terjadi kecelakaan scaffolding. Terdapat berbagai penyebab mulai dari kesalahan pekerja sendiri atau bisa juga karena scaffolding tersebut tidak terbuat dengan benar yang dapat mengakibatkan ambur dan membuat jatuh korban.

Oleh karena itu semua pekerja konstruksi haru mengetahui panduan keselamatan apabila dalam pengerjaan konstruksi tersebut menggunakan scaffolding ini. Berikut ini panduan keselamatan yang dapat diterapkan dalama pengerjaan konstruksi dengan menggunakan scaffolding tersebut yaitu:

a) Pemeriksaan Perancah (Scaffolding)

Sebelum semua kegiatan yang bersangkutan dengan scaffolding ini diharuskan untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh seorang ahli atau petugas yang dikhususkan untuk memeriksa perancah atau scaffolding tersebut. berikut ini adalah beberapa aspek yang harus diperiksa pada scaffolding yaitu:

1) Pastikan izin kerja sudah lengkap, biasanya mencakup Job Safety Analysis (JSA), sertifikat scaffolder, dan izin pembuatan perancah

2) Periksa material yang digunakan untuk komponen dan perlengkapan perancah dan pastikan dalam keadaan baik, tidak rusak atau cacat. Harus terbuat dari material khusus yang diizinkan

3) Lakukan pemeriksaan visual pada semua bagian dari perancah, di antaranya bagian fondasi, rangka, lantai kerja, jalan masuk ke lantai kerja dan bagian paling atas dari bangunan perancah. Pastikan tidak berkarat, rusak, cacat, melengkung/ bengkok atau terdapat bagian yang tidak layak

4) Periksa kestabilan bangunan perancah

5) Periksa semua pengunci atau clamp berfungsi baik

6) Pastikan area untuk penempatan anchor pada full body harness minimum setinggi pinggang.

7) Pastikan semua risiko jatuh sudah dikendalikan dengan baik, misalnya dengan memasang railing-railing yang diperlukan

8) Pastikan perancah sudah diberi pengaman atau alat-alat pengaman yang diperlukan

9) Selanjutnya, bila perancah sudah dipastikan aman, pasang scafftag hijau di dekat akses tangga perancah.

 

b) Jenis – Jenis Scafftag

Berikut ini adalah beberapa jenis scafftag yang biasa digunakan pada scaffolding setelah dilakukan pemeriksaan keseluruhan yaitu:

1) Tanda hijau : aman

2) Tanda kuning: aman dengan syarat (perlu tambahan alat pengaman lainnya)

3) Tanda merah: tidak aman (perancah tidak boleh digunakan)

Catatan: Pemeriksaan dari scaffolding ini harus dilakukan sebelum dipasangkan scafftag, sebelum penggunaan awal, setiap minggu saat sedang didirilkan, sebelum digunakan setelah terpapar cuaca buruk dan juga setelah terjadi modifikasi.

c) Syarat Keamanan Perancah (Scaffolding)

Berikut ini adalah syarat – syarat umum dari keamanan suatu perancah atau scaffolding yaitu:

Bagikan:

Tags