Jenis Dan Kode Bearing Beserta Tabel Ukuran

Endah Wahyuni

Jenis Dan Kode Bearing Beserta Tabel Ukuran - Pada artikel ini kami akan membahas lebih jauh seputar bearing. Mencakup kode dan jenis bearing yang bisa bermanfaat untuk Anda yang memang ingin mengetahuinya. Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini.Atau jika masih belum familiar, bearing atau bantalan sering disebut dengan istilah laker. Bearing adalah komponen utama penggerak poros yang berputar. Oleh karena fungsinya ini, bearing mempunyai jenis yang beragam. Mulai dari ball bearing atau bantalan bola, needle bearing atau bantalan jarum, bantalan gesek, dan lain-lain. Belum lagi ukurannya yang bisa bervariasi juga.

Kode Bearing

Pertama-tama kita bahas lebih dalam seputar kode bearing. Biasanya kode tersebut dicetak di lingkaran bearing. Kode ini mempunyai beberapa angka dan huruf. Biasanya kode ini dibagi menjadi empat bagian.Kode pertama melambangkan tipe atau jenis bearing. Kode kedua diartikan sebagai seri bearing. Lalu kode ketiga dan keempat merupakan informasi terkait diameter bore atau lubang dalam bearing. Dan kode terakhir merupakan kode untuk jenis bahan penutup bearing. Lebih jelasnya berikut penjabaran kode pada bearing yang bisa Anda pelajari.
Baca juga: Harga Pompa Air Shimizu

Kode Pertama

Seperti yang sudah disinggung di atas, kode pertama menunjukkan jenis bearing. Kode ini bisa berupa satu angka, dua angka, atau huruf. Berikut arti kode pertama ini.
Kode BearingArti Kode Bearing
1Self aligning ball bearing
2Spherical roller bearing
3Double-row angular contact ball bearing
4Double-row ball bearing
5Thrust ball bearing
6Single row deep groove ball bearing
7Single row angular contact bearing
8Felt seal
32Tapered roller bearing
NCylindrical roller bearing
NUCylindrical roller bearing, separable inner ring. no thrust load capacity
RInch (non-metric) bearing
NNDouble row roller bearing
NANeedle roller bearing
BKNeedle roller bearing with closed end
HKNeedle roller bearing with opened end
CCARB toroidal roller bearing
KNeedle roller and cage thrust assembly
QJFour-point contact ball bearing
Khusus untuk pengkodean bearing yang dinyatakan dalam satuan metric, apabila Anda menjumpai kode bearing berawalan huruf R, maka kode tersebut menandakan bahwa bearing yang Anda lihat merupakan bearing dengan kode satuan inchi. Contohnya R8-2RS.
Baca juga: Jenis Mata Trimmer Dan Router Untuk Profil Kayu

Kode Kedua

Kita telah ketahui bersama bahwa kode kedua merupakan seri dari suatu bearing. Kode ini menyatakan ketahanan dari bearing tersebut. Seri penomoran kode ini dimulai dari yang paling ringan sampai berat. Lebih jelasnya silakan simak daftar berikut:
KodeSeri Bearing
8Extra thin section
9Very thin section
0Extra light
1Extra light thrust
2Light
3Medium
4Heavy
Jika kode pertama adalah huruf seperti contoh di atas (R8-2RS), maka kode kedua merupakan besar diameter dalam bearing yang dibagi dengan 1/16 inci atau dalam contoh tersebut 8/16 inci.

Kode Ketiga dan keempat

Kode ketiga dan keempat digunakan untuk mengetahui diameter dalam (bore) bearing. Kode ini ditulis dalam bentuk angka mulai dari 0 sampai 3. Simak daftar di bawah ini:
KodeUkuran Diameter Dalam (bore)
0010 mm
0112 mm
0215 mm
0317 mm
Tidak hanya kode nomor 0-3, juga ada kode 4, 5, dan seterusnya. Untuk kode ini diameter bore bearing dikalikan dengan 5. Contohnya jika Anda menjumpai kode 05 maka diameter bore bearing-nya adalah 25 mm.

Kode Bearing Terakhir

Kode bearing paling ujung menandakan jenis bahan penutup bearing. Ada beberapa macam bahan penutup pada bearing. Lebih jelasnya simak daftar berikut:
KodeJenis Bahan Penutup Bearing
ZSingle shielded (bearing ditutup dengan plat tunggal)
ZZDouble shielded (bearing ditutupi plat ganda)
RSSingle sealed (bearing ditutupi seal karet)
2RSDouble sealed (bearing ditutupi seal karet ganda)
VSingle non-contact seal
VVDouble non-contact seal
DDUDouble contact seals
NRSnap ring and groove
MBrass cage
Baca juga: Harga Rel Laci Double Track

Macam-macam Kerusakan pada Bearing

Bearing tetap merupakan komponen yang bisa saja mengalami kerusakan. Kerusakan ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Seperti faktor produksi, kesalahan dalam penggunaan, atau usia pakai yang sudah lama. Berikut adalah beberapa macam kerusakan pada bearing yang bisa Anda simak.

Kesalahan Bahan

Kesalahan bahan ini bisa dikarenakan dua faktor, yakni pabrik dan konsumen. Untuk faktor produksi biasanya dikarenakan proses produksi yang menyebabkan bearing retak, baik halus maupun berat. Hal tersebut dikarenakan kesalahan toleransi atau kesalahan celah bantalan. Sedangkan untuk faktor konsumen umumnya dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai karakteristik bearing tersebut.

Pemakaian Melebihi Batas Waktu

Bearing memiliki batas waktu penggunaan yang menandakan batas maksimal komponen ini bisa bekerja secara optimal. Hal ini biasanya tercantum pada buku petunjuk fabrikasi pembuatan bearing. Jika melebihi batas tersebut beberapa masalah pada bearing bisa dialami.

Pemilihan Pelumas

Kerusakan pada bearing juga bisa diakibatkan kesalahan dalam memilih pelumas. Pemilihan pelumas ini perlu disesuaikan dengan jenis bearing dan keadaan lapangan. Biasanya informasi ini tercantum dalam buku petunjuk.

Kurang Pelumas

Bearing yang kurang pelumas juga bisa menyebabkan kerusakan pada komponen itu. Biasanya hal ini bisa terjadi karena adanya kebocoran atau minyak pelumas terkontaminasi benda asing dari bocoran seal gland. Hal tersebut pada akhirnya mempengaruhi daya pelumasan pada minyak tersebut.

Pemasangan pada Poros yang Salah

Pemasangan bearing pada poros yang tidak dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan bisa mengakibatkan kerusakan pada bearing tersebut. Kesalahan pada proses pemasangan bisa berupa pemasangan yang terlalu longgar sehingga cincin dalam atau cincin luar yang berputar mengakibatkan gesekan dengan housing atau poros.Selain itu juga bisa berupa pemasangan yang terlalu erat sehingga ventilasi atau celah pada bearing menjadi kurang dan saat berputar suhu bantalan dapat meningkat dengan cepat dan membuat konsentrasi tegangan yang berlebihan. Sehingga terjadi pembenjolan pada jalur jalan atau pada roll yang menyebabkan bantalan akan tersendat saat berputar.

Adanya Misalignment

Misalignment artinya kedudukan poros pompa dan penggeraknya tidak lurus, sehingga bearing akan mengalami vibrasi yang tinggi. Pemasangan yang tidak sejajar bisa menyebabkan guncangan pada saat bearing berputar dan hal ini bisa menyebabkan bearing rusak. Kemiringan dalam pemasangan bearing juga bisa menyebabkan bearing rusak. Sebab bearing tidak menumpu poros dengan baik sehingga memunculkan getaran yang dapat merusak komponen tersebut.

Terjadi Unbalance

Kerusakan pada bearing juga bisa dikarenakan adanya unbalance atau ketidakseimbangan. Misalnya impeller yang tidak seimbang. Biasanya salah satu titik bagian impeller ini mempunyai berat yang tidak seimbang. Oleh karenanya saat berputar, perputaran bearing akan mengalami perubahan gaya di salah satu titik yang umumnya lebih terasa di putaran tinggi.Hal tersebut bisa mempengaruhi putaran bearing pada poros. Unbalance ini juga bisa terjadi pada poros. Sehingga menyebabkan vibrasi tinggi yang bisa membuat komponen menjadi rusak.
Baca juga: Bagian Bagian Dinamo Listrik

Perbaikan Kerusakan pada Bearing

Ketika bearing mengalami kerusakan, kita bisa melakukan sejumlah perbaikan. Berikut cara mengatasi kerusakan pada bearing:
  1. Mengganti bearing sesuai umur waktu kerja yang sudah diatur oleh produsen
  2. Melakukan penggantian bearing sesuai klasifikasi kerja pompa
  3. Memasang bearing dengan benar sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan
  4. Melakukan tes balancing pada poros dan impeller
  5. Melakukan alignment pada poros pompa dan penggerak
  6. Memasang deflektor pada poros
  7. Memasang rubber seal pada rumah bantalan
  8. Melakukan perbaikan pada seal gland
Baca juga: Produk Sika Untuk Beton Retak Dan Waterproofing
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan seputar jenis dan kode bearing. Semoga apa yang kami sampaikan di atas bermanfaat untuk Anda. Dan menambah wawasan untuk Anda mengenai bearing atau laher.

Bagikan: