Bahan – Bahan Pembuat Pintu Minimalis

Bahan – Bahan Pembuat Pintu Minimalis – Pintu minimalis ini pada umumnya sering ditemukan pada beberapa banguna atau rumah minimalis. Dimana bangunan sendiri seiring berjalannya waktu mengalami perubahan model mulai dari model jaman dulu seperti rumah adat sampai dengan model modern saat ini yang sering disebut minimalis. Untuk bangunan minimalis ini akan digunakan untuk mendapatkan bentuk luas yang tidak erlalu besar serta modern.

Sesuai dengan fungsi pintu, untuk pintu minimalis ini dapat menambah nilai estetika dari tampak depan pada suatu bangunan. dimana pintu sendiri merupakan salah satu bagian yang penting dalam sebuah konstruksi atau bangunan. Dimana pintu ini merupakan sebuah bukaan pada dinding atau bidang yang dapat memudahkan sirkulasi antara ruang – ruang yang dilingkupi atau ditutup oleh dinding atau bidang tersebut.

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa pintu juga memiliki fungsi estetik sebagai salah satu interior atau eksterior krusial. Oleh karena itu tidak heran pintu ini memiliki perang yang penting pada suatu banunan baik berkonsep modern maupun klasik. Selain itu pintu ini memiliki fungsi utama untuk melindungi ruangan bagian dalam bangunan dan dapat mempercantik tampilan depan suatu bangunan.

Dalam memilih pintu minimalis terdapat beberapa tips didalam tips tersebut terdapat kata – kata bahwa dalam memilih pintu harus memilih bahan yang berkualitas. Bahan atau material pembuat pintu ini penting untuk diperhatikan dimana pintu minimalis ini termasuk dalam kategori bagian eksterior rumah jadi dalam pemilihan material atau bahan pembuat pintu usahan yang dapat tahan terhadap panas, air, dan juga cuaca. Berikut ini adalah berabagai bahan atau material yang dapat digunakan untuk membuat pintu minimalis yaitu:

Kayu

Untuk material ini memang paling umum dan sering digunakan, tidak hanya sebagai bahan atau material pembuat pintu, kayu ini juga dapat digunakan untuk membuat kusen pintu. Meterial ini cocok apabila digunakan pada segala macam jenis tema desain rumah. Terdapat berbagai macam kayu yang dapat digunakan mulai dari kayu jati, merbau, kamper, dan meranti.

Untuk pembuatan pintu ini biasanya menggunakan kayu solid agar lebih tahan lama dan juga anti rayap, dimana kayu solid ini merupakan kayu yang masih utuh atau kayu alami. Sedangkan untuk kayu olahan merupakan kayu yang dibuat dari hasil peleburan serbuk atau serat kayu seperti papan kayu MDF.

Aluminium

Tidak hanya kayu yang sering digunakan sebagai bahan pembuat dari pintu minimalis ini, aluminium juga sering ditemui sebagai bahan pembuat pintu. Dimana aluminium ini memiliki kelebihan yaitu memiliki berat yang ringan, tahan terhadap air, tak mudah rapuh, ramah terhadap lingkungan, serta pemasangannya mudah. Sedangkan utnuk kekurangan dari aluminium adalah mudah terkena proses oksidasi alam karena asam air hujan.

Plat Besi

Untuk material ini pada umumnya sering digunakan untuk bangunan yang memiliki gaya atau model industrial dan maskulin. Bahan plat ini dapat memberikan kelebihan dalam penggunaan dari pintu tersebut yaitu pintu akan kuat, tahan lama, tahan benturan, dan tahan api. Akan tetapi pintu berbahan ini memiliki harga yang cukup mahal dan semakin tipis ukuran dari plat besi ini maka akan semakin mudah keripis. Tidak hanya itu besi juga rentan berkarat karena tidak tahan terhadap air dan kondisi lembab.

Kaca

Untuk material ini banyak digunakan terutama pada bangunan atau rumah minialis, dimana material ini memiliki keunggulan yaitu mudah ditembus cahaya sehingga bagian dalam ruangan bisa mendapatkan pencahayaan alami yang bagus. Material ini juga tahan lama dan bisa dengan mudah dibersihkan dengan hanya mengelapnya.

Akan tetapi material ini juga memiliki kekurangan dimana tingkat privasi yang sangat rendah karena tembus pandang dari luar. Terdapat jenis kaca yang tidak tembus panda yaitu kaca sandblast atau kaca buram. Untuk material kaca sebagai daun pintu ini biasanya menggunakan besi atau baja sebagai kusen pintunya.

 

PVC

PVC ini memiliki kepanjangan Poly Vinyl Chloride, dimana material ini merupakan bahan plastik yang sering digunakan pada intu kamar mandi karena tahan terhadap air. Tidak hanya tahan air bahan ini juga anti rayap dan anti lembab, memiliki bobot yang ringan, pemasangannya mudah, dan coraknya ada banyak pilihannya. Sedangkan untuk kelemahan dari pintu berbahan dasar ini adalah tidak tahan terhadap cuaca ekstrim. Kebalikan dengan material plat besi, bahan ini justru bagis apabila dipasang pada area yang lembab akan tetapi tidak cocok pada area yang sering terpapar matahari.

uPVC

dimana material ini memiliki kepanjangan unplasticised polyvinyl cloride dimana sebenarnya merupakan PVC yang diperkuat dengan bahan bukan plastik sehingga membuat material ini lebih kuat dan lebih kaku. Kelebihan dari material ini adalah tahan terhadap api, air, serta benturan. Tidak hanya itu material ini juga mudah dalam pembuatan dan pemakaiannya sehingga dapat didaur ulang.

Material ini juga dapat dikombinasikan dengan material lain seperti kaca. Terdapat berbagai macam pilihan dari material uPVC ini mulai dari polos, berserat, hingga bermotif khusus. Material uPVC ini lebih tebal dibandingkan dengan PVC, oleh karena itu harganya juga lebih mahal dibandingkan material PVC.

HPL

HPL ini memiliki kepanjangan High Pressure Laminate yang merupakan bahan pelapis buatan yang dapat digunakan untuk pintu. Material ini berbahan dasar polimer dengan proses tekan laminasi yang tinggi sehingga lebih tahan terhadap air dan goresan. Akan tetapi tidak tahan terhadap benturan dan api. Terdapat banyak variasi dari material ini mulai dari motif glossy, kayu, batu, dll.

Sintesis

Material ini sebenarnya tidak 100% terbuat dari bahan sintesis akan tetapi terbuat dari campuran bahan kayu dengan bahan sintesis sehingga memiliki permukaan yang nampak serat kayu yang terekspos dengan kuat. Dalam pembuatan daun pintu dengan material dasar ini yaitu menggunakan sistem cetah sehingga memiliki hasil yang solid (tetap atau sama). Pintu minimalis yang berbahan dasar ini memiliki kelebihan yaitu tahan terhadap api, air, cuaca, dan rayap.

 

Demikian artikel kali ini yang telah membahas mengenai berbagai material yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan dari pintu minimalis. Semoga informasi ini dapat membantu anda untuk lebih mengeahui mengenai bahan dasar pembuat berbagai interior maupun eksterior dari suatu konstruksi atau bangunan.

You might also like