Jenis Dan Kode Bearing Beserta Tabel Ukuran

Endah Wahyuni

Kesalahan Bahan

Kesalahan bahan ini bisa dikarenakan dua faktor, yakni pabrik dan konsumen. Untuk faktor produksi biasanya dikarenakan proses produksi yang menyebabkan bearing retak, baik halus maupun berat. Hal tersebut dikarenakan kesalahan toleransi atau kesalahan celah bantalan. Sedangkan untuk faktor konsumen umumnya dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai karakteristik bearing tersebut.

Pemakaian Melebihi Batas Waktu

Bearing memiliki batas waktu penggunaan yang menandakan batas maksimal komponen ini bisa bekerja secara optimal. Hal ini biasanya tercantum pada buku petunjuk fabrikasi pembuatan bearing. Jika melebihi batas tersebut beberapa masalah pada bearing bisa dialami.

Pemilihan Pelumas

Kerusakan pada bearing juga bisa diakibatkan kesalahan dalam memilih pelumas. Pemilihan pelumas ini perlu disesuaikan dengan jenis bearing dan keadaan lapangan. Biasanya informasi ini tercantum dalam buku petunjuk.

Kurang Pelumas

Bearing yang kurang pelumas juga bisa menyebabkan kerusakan pada komponen itu. Biasanya hal ini bisa terjadi karena adanya kebocoran atau minyak pelumas terkontaminasi benda asing dari bocoran seal gland. Hal tersebut pada akhirnya mempengaruhi daya pelumasan pada minyak tersebut.

Pemasangan pada Poros yang Salah

Pemasangan bearing pada poros yang tidak dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan bisa mengakibatkan kerusakan pada bearing tersebut. Kesalahan pada proses pemasangan bisa berupa pemasangan yang terlalu longgar sehingga cincin dalam atau cincin luar yang berputar mengakibatkan gesekan dengan housing atau poros.

Selain itu juga bisa berupa pemasangan yang terlalu erat sehingga ventilasi atau celah pada bearing menjadi kurang dan saat berputar suhu bantalan dapat meningkat dengan cepat dan membuat konsentrasi tegangan yang berlebihan. Sehingga terjadi pembenjolan pada jalur jalan atau pada roll yang menyebabkan bantalan akan tersendat saat berputar.

Adanya Misalignment

Misalignment artinya kedudukan poros pompa dan penggeraknya tidak lurus, sehingga bearing akan mengalami vibrasi yang tinggi. Pemasangan yang tidak sejajar bisa menyebabkan guncangan pada saat bearing berputar dan hal ini bisa menyebabkan bearing rusak. Kemiringan dalam pemasangan bearing juga bisa menyebabkan bearing rusak. Sebab bearing tidak menumpu poros dengan baik sehingga memunculkan getaran yang dapat merusak komponen tersebut.

Terjadi Unbalance

Kerusakan pada bearing juga bisa dikarenakan adanya unbalance atau ketidakseimbangan. Misalnya impeller yang tidak seimbang. Biasanya salah satu titik bagian impeller ini mempunyai berat yang tidak seimbang. Oleh karenanya saat berputar, perputaran bearing akan mengalami perubahan gaya di salah satu titik yang umumnya lebih terasa di putaran tinggi.

Hal tersebut bisa mempengaruhi putaran bearing pada poros. Unbalance ini juga bisa terjadi pada poros. Sehingga menyebabkan vibrasi tinggi yang bisa membuat komponen menjadi rusak.

Baca juga: Bagian Bagian Dinamo Listrik

Perbaikan Kerusakan pada Bearing

Bagikan: