Harga Kayu Sengon Per Kubik Dan Per Batang


Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan

  1. Luas lahan: luas lahan berhubungan dengan jumlah pohon tegakan. Misalnya luas lahan mencapai 1 ha, sedangkan jarak pohon 2 x 4 m, maka pada lahan tersebut ada sekitar 1250 tegakan. Sedangkan jika yang hidup hanya 90%, maka sisa pohon pada lahan tersebut sekitar 1125 tegakan.
  2. Topografi lahan: medan atau topografi lahan turut mempengaruhi jumlah pohon yang ditanam maupun biaya saat panen. Semakin datar topografi lahan maka biaya panennya akan semakin murah.
  3. Umur pohon: perlu diketahui bahwa usia pohon mempengaruhi besar kecilnya lingkar pohon. Semakin tua maka umumnya akan semakin besar pula lingkar atau lilitan tersebut. 
  4. Jumlah pohon real: jumlah pohon real turut mempengaruhi kubikasi. Contohnya jika menanam pohon pada lahan seluas 1 ha, maka seluruh tegakan harus dihitung. Hanya saja jika pohon yang ditanam sangat banyak maka bisa dihitung dengan memakai sampel.

Cara Menghitung Taksasi Kubikasi Pohon

Sebelum melakukan perhitungan kita perlu menyiapkan alat seperti hand counter dan meteran kain. Hand counter dipakai untuk menghitung total populasi pohon. Sementara meteran kain dipakai untuk mengukur lilitan pohon. Selain itu jangan lupa siapkan pula alat tulis dan kalkulator untuk mempermudah proses perhitungan.



Cara menghitungnya adalah dengan menghitung seluruh populasi pohon dengan hand counter. Apabila ingin memotong pohon yang besar, maka Anda bisa menandai setiap pohon tersebut. Untuk mengetahui diameter lilitan bisa dengan memakai meteran kain. Catat pula tinggi dan jumlah total pohon yang nantinya akan ditebang.

Contoh Perhitungan 1

Pada suatu lahan dilakukan perhitungan dan diketahui ada 300 pohon yang akan ditebang dengan diameter 20 cm dan tinggi 260 cm. Kita gunakan rumus berikut untuk menghitung kubikasinya:

3,14 x r x r x t x jumlah pohon

Sehingga perhitungannya:



3,14 x 10 x 10 x 260 x 300 = 24.492.000 cm3 = 24,492 m3

Berikutnya kita hitung harganya. Misalnya pohon dengan diameter 20 cm dihargai Rp 750.000, sehingga uang yang diperoleh adalah:

24,492 x 750.000 = Rp 18.369.000

Perhitungan di atas hanya jika Anda memanen pohon dengan satu ukuran diameter saja. Jika yang ditebang mempunyai beberapa diameter berbeda, maka Anda bisa menjabarkannya lagi dengan memakai rumus di atas. Sebab seperti yang diketahui diameter lilitan pohon mempengaruhi harganya, sehingga perhitungannya perlu dipisah dari diameter lainnya.



Contoh Perhitungan 2

Luas lahan, luas lahan sangat penting kaitannya dengan jumlah pohon tegakan, jika misalnya luas lahan 1 ha, dengan jarak tanama pohon 2 x 3 (m) maka dalam luasan tersebut akan ada +/- 1667 tegakan. Jika diasumsikan yang hidup adalah 90% maka kemungkinan sisa pohon adalah 1500 tegakan.

misalnya jumlah pohon 1500, tidak ditebang semua, kondisi lahan datar truck dapat masuk kedalam. Setelah di hitung jumlah pohon yang akan ditebang adalah 900 pohon dengan kondisi sebagai berikut :

Diameter (cm) Tinggi Pohon (cm) Jumlah Potongan
15 260 700
20 260 500
35 260 400

Rumus kubikasinya adalah

3.14 x r x r x t x jumlah potongan, jadi

3.14 x 7,5 x 7,5 x 260 x 700 = 32.145.750 cm kubik = 32,146 m kubik



3,14 x 10 x 10 x 260 x 500 = 40.820.000 cm kubik = 40,820 m kubik

3,14 x 17,5 x 17,5 x 260 x 400 = 100.009.000 cm kubik = 100,009 m kubik

Jika acuan harganya sbb

d=15 ===> Rp 470.000

d=20 ===> Rp 770.000

d=35 ===> Rp 970.000

maka total uang yang dihasilkan adalah

32,146 x Rp 470.000 = Rp 15.108.620

40,820 x Rp 770.000 = Rp 31.431.400

100,009 x Rp 970.000 = Rp 97.008.730

Total                             = Rp 143.548.750

Catatan:

Jumlah potongan kayu menyesuaikan besar dan tinggi pohon, semakin tinggi pohon maka semakin banyak kubikasinya.

Tinggi pohon sendiri dibuat 260 cm karena pabrik biasanya membutuhkan panjang 130cm dan itu nanti hasilnya pas dibagi menjadi 2 bagian.

Berdasarkan pengalaman, biasanya pohon dengan tinggi 260cm akan memiliki diameter yang sama untuk pohon sengon, hanya menyusut sekitar 1cm saja.

Baca juga: Harga Kayu Kalimantan Per Kubik

Perawatan Furnitur Kayu Sengon

Kayu sengon sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan alat atau perabotan rumah tangga, seperti meja, lemari, kursi, dan lain sebagainya. Sebab kayu ini lurus, ringan, lunak dan memiliki kulit yang halus dan licin. Hanya saja perabotan ini membutuhkan perawatan khusus agar tahan lama. Berikut adalah beberapa tips perawatan furnitur kayu sengon yang bisa Anda lakukan:

  1. Letakkan furnitur di tempat yang tidak lembap dan beri jarak antara furnitur dengan dinding agar tidak terkena jamur.
  2. Posisikan furnitur di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung sebab hal tersebut bisa membuat kayu rapuh.
  3. Jangan terlalu sering memindahkan furnitur kayu sengon.
  4. Oleskan wax pada furnitur secara rutin sebagai perawatan.
  5. Pakai obat anti jamur jika furnitur terkena jamur.

Sumber referensi: perhutani.co.id