Buyback Indocement Jalan, 66 Persen Saham Sudah Ditarik

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mulai merealisasikan kewajiban pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) yang dilakukan perseroan. Hingga Juli 2025, sebanyak 165,63 juta saham atau sekitar 66 persen dari total saham buyback telah ditarik dari peredaran.

Manajemen Indocement dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, dari total 250,16 juta saham hasil buyback yang wajib dialihkan, seluruh saham yang sudah dialihkan dilakukan melalui mekanisme penarikan saham (treasury stock). Langkah ini berdampak pada pengurangan modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Informasi tersebut disampaikan dalam surat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI tertanggal 6 Januari 2026, yang diumumkan kepada publik pada Senin (12/1/2026).

Baca juga: Indocement (INTP) Masuki Usia 50 Tahun, Antara Selebrasi Budaya dan Tantangan Pasar

Realisasi Pengalihan Saham

Pengalihan saham hasil buyback dilakukan secara bertahap dari empat fase pembelian yang berlangsung sepanjang 2022.

Pada fase pertama, pembelian saham diselesaikan pada 4 Maret 2022 dengan harga rata-rata Rp 11.836 per saham. Jumlah saham yang dibeli dan wajib dialihkan kembali pada fase ini mencapai 152.282.100 saham, dan seluruhnya telah ditarik pada 22 Juli 2025.

Fase kedua berakhir pada 6 Juni 2022 dengan harga rata-rata Rp 9.762 per saham. Dari total 48.107.700 saham hasil buyback di fase ini, baru 13.346.800 saham yang telah dialihkan.

Sementara itu, saham hasil buyback pada fase ketiga yang diselesaikan pada 6 September 2022 dengan harga rata-rata Rp 9.279 per saham sebanyak 46.688.800 saham, hingga kini belum dialihkan. Hal yang sama terjadi pada fase keempat yang berakhir 4 Oktober 2022, dengan jumlah 3.079.700 saham dan harga rata-rata Rp 9.410 per saham.

Secara keseluruhan, dari kewajiban pengalihan kembali sebanyak 250.158.300 saham, masih terdapat 84.529.400 saham yang belum ditarik dan menjadi pekerjaan rumah perseroan ke depan.

Di pasar, pergerakan saham INTP pada perdagangan Senin cenderung bergerak datar. Hingga pukul 12.25 WIB, harga saham berada di level Rp 6.900 per saham, tidak berubah dibandingkan penutupan sebelumnya. Saham sempat turun hingga 6.775 pada awal perdagangan, sebelum kembali menguat ke area Rp 6.900.

Baca juga: Amman Mineral Tahan 105,8 Juta Saham Buyback, Sinyal Tunggu Momentum Pasar?

Buyback Saham INTP

Sebelumnya, mengutip Kontan, Indocement telah menyiapkan dana hingga Rp 2,25 triliun untuk melaksanakan program buyback saham yang dimulai pada Mei 2025. Aksi korporasi tersebut dilakukan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham pada 21 Mei 2025, dengan periode pelaksanaan dari 22 Mei 2025 hingga 21 Mei 2026.

Corporate Secretary INTP Dani Handajani dalam keterbukaan informasi di BEI menjelaskan, buyback akan dihentikan jika dana yang dialokasikan telah habis atau jumlah saham yang dibeli mencapai batas maksimum.

“Jika dana yang dialokasikan untuk pembelian kembali saham telah habis dan/atau jumlah saham yang dibeli telah mencapai batas maksimum, maka Perseroan akan menyampaikan keterbukaan informasi mengenai penghentian pelaksanaan buyback,” ujar Dani.

Ia menambahkan, jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari total modal disetor perseroan yang tercatat sebesar Rp 1,84 triliun atau setara 3,68 miliar saham.

Manajemen menilai harga saham INTP berada pada level undervalue sehingga buyback dipandang sebagai langkah strategis. “Kami meyakini pelaksanaan buyback tidak akan berdampak negatif terhadap pendapatan maupun biaya pembiayaan perusahaan, karena seluruh dananya berasal dari kas internal,” jelas Dani.

Baca juga: TOBA Siapkan Buyback Saham Rp 586 Miliar, Target 10 Persen Saham Beredar

You might also like