Berapa Jumlah Produksi Pikap-Truk 3 Tahun Terakhir

DIREKTUR PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menganggap jumlah produksi pikap dan truk dalam negeri untuk kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih tahun ini belum mencukupi. Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut akhirnya memilih mengimpor mobil pikap Mahindra sebanyak 35 ribu unit Scorpio Pik Up, serta dari Tata Motors berjumlah 35 ribu unit pikap Yodha dan 35 ribu unit truk Ultra T.7.

Joao mengatakan sebelum pengadaan pikap dan truk, Agrinas telah berkomunikasi dengan sejumlah merek otomotif. “Setiap yang kami undang kami pastikan bahwa ada berita acara pengadaan,” kata dia dalam konferensi pers di kantornya pada Kamis, 25 Februari 2026.

Joao menilai kebijakan impor mobil dapat menghemat hingga Rp 46,5 triliun anggaran untuk Koperasi Desa Merah Putih. Anggaran yang digunakan untuk membeli kendaraan-kendaraan itu pun sebesar Rp 24,66 triliun.

Kendaraan-kendaraan ini akan digunakan untuk operasional di 80 ribu unit Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia. Koperasi itu ditargetkan beroperasi seluruhnya pada tahun ini atau dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), terdapat penurunan dan kenaikan produksi pikap dan truk sejak 2023 hingga 2025. Kendaraan tersebut diproduksi melalui perakitan completely knocked down (CKD) oleh sejumlah pabrikan.

“Produksi kendaraan pikap pada 2023 sebanyak 132.601 unit, pada 2024 sebanyak 101.237 unit, pada 2025 sebanyak 106.117 unit,” dikutip dari data produksi milik Gaikindo.

Merek yang memproduksi pikap di antaranya Daihatsu melalui pabrik perakitan PT Astra Daihatsu Motor, Isuzu melalui PT Gaya Motor, Mitsubishi Motors melalui PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia. Lalu Suzuki melalui PT Suzuki Indomobil Motor, Wuling melalui PT SGMW Indonesia, dan DFSK melalui PT Sokonindo Automobile.

Daihatsu tercatat memproduksi 7 jenis pikap Grand Max berbagai tipe, Isuzu memproduksi tipe PHR 54 C CC, Mitsubishi memproduksi L300 D P/U FLD dan L300 D CC. Kemudian Suzuki memproduksi 3 tipe New Carry, Wuling memproduksi Formo Max 1.5 MT, DFSK memproduksi DFSK DXK1021TYD1 1.3T dan DFSK DXK1021TYQ1 1.5 AC tipe 4×2 atau penggerak dua roda.

Kemudian dari kendaraan truk jenis GVW 5-10 ton terdapat merek Hino, Isuzu, Mitusbishi, dan Toyota. Jenis GVW 10-24 ton terdapat merek Hino, Isuzu, Mercedez-Benz, dan Mitsubishi Fuso. Lalu jenis GVW lebih dari 24 ton terdapat merek Hino, Isuzu, Mercedez-Benz, dan UD Truck.

“Produksi kendaraan truk pada 2023 sebanyak 76.031 unit, pada 2024 sebanyak 63.607 unit, pada 2025 sebanyak 56.635 unit,” dikutip dari data produksi milik Gaikindo.

Anastasya Lavenia Yudi berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan Editor: Bayangan PHK Industri Otomotif Setelah Impor Mobil India

You might also like