
HargaPer.com – Murah &Terbaik JAKARTA. Bursa Asia cenderung melemah pada perdagangan pagi hari ini. Kamis (15/1/2026) pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 melemah 0,89% ke 53.859,39. Disusul, indeks Hang Seng yang dibuka melemah 0,1% ke 26.972,36.
Sementara itu, indeks Taiex terlihat melemah 0,49% menjadi 30.790,12 dan indeks Kospi menguat 0,61% ke 4.751,92. Sementara itu, indeks ASX 200 menguat 0,42% ke 8.857,4..
Di sisi lain, FTSE Straits Times melemah 0,07% ke 4.809,1 dan FTSE Malay KLCI turun 0,06% ke 1.709,8.
Pasar Asia-Pasifik bergerak beragam dengan kecenderungan melemah pada karena investor menilai keputusan kebijakan terbaru Bank Sentral Korea.
Bank sentral Korea Selatan mempertahankan suku bunga acuan di 2,50%, sesuai dengan ekspektasi Reuters, karena penurunan nilai won baru-baru ini telah mempersempit ruang untuk pelonggaran kebijakan.
Menghitung Potensi IHSG Tembus Level 10.000
Indeks acuan Kospi naik 0,57%, sementara indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil tetap stabil. Di sisi lain, won Korea Selatan melemah sekitar 0,2% menjadi 1.466,6 terhadap dolar AS.
Pada sesi ini, saham Toyota Industries melonjak 5,8% setelah Toyota Motors mengatakan pada Rabu malam bahwa mereka telah setuju untuk meningkatkan penawarannya untuk Toyota Industries menjadi 18.800 yen ($118,11) per saham.
Yen Jepang menguat sedikit menjadi 158,34 terhadap dolar. Pasar mengamati kemungkinan intervensi oleh otoritas Jepang setelah mata uang tersebut merosot ke level terendah 18 bulan awal pekan ini.
Semalam di AS, bursa saham melemah untuk sesi kedua, semakin menjauh dari level rekor, karena para investor mencerna serangkaian laporan pendapatan baru dan memantau perkembangan geopolitik.
Indeks S&P 500 turun 0,53% dan ditutup di 6.926,60 dengan indeks Dow Jones Industrial Average melemah 42,36 poin atau 0,09% ke 49.149,63 dan indeks Nasdaq Composite turun 1% ke 23.471,75. Ini adalah hari kedua berturut-turut kerugian untuk ketiga indeks tersebut.
Proyeksi Rupiah untuk Hari Ini (15/1): Rentang Rp 16.860-Rp 16.890
Sektor teknologi menghambat pasar secara keseluruhan. Saham-saham chip khususnya mengalami kerugian, karena Broadcom turun 4% dan Nvidia serta Micron Technology masing-masing merosot lebih dari 1%.
Pada hari Rabu, Reuters, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa otoritas bea cukai Tiongkok telah memberi tahu petugas bea cukai bahwa chip H200 Nvidia tidak diizinkan masuk ke negara tersebut.