Asing borong saham tambang dan energi di awal 2026, Bumi Resources jadi jawara

JAKARTA, KOMPAS.com – Perdagangan saham di pasar modal Indonesia pada Jumat (2/1/2026) diwarnai rotasi portofolio investor asing.

Aliran dana asing tercatat masuk deras ke saham-saham sektor energi, pertambangan, dan logistik, sementara saham-saham perbankan besar justru mengalami tekanan jual.

Rotasi portofolio ini sejalan dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencetak rekor pada penutupan perdagangan perdana tahun 2026. IHSG ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17 persen ke level 8.748,13.

Baca juga: Perdagangan Perdana 2026, IHSG Cetak Rekor Baru

Secara keseluruhan, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) Rp 1,06 triliun di seluruh pasar. Di pasar reguler, net buy asing mencapai Rp 1,14 triliun, sementara di pasar negosiasi dan pasar tunai tercatat jual bersih (net sell) Rp 72,78 miliar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi emiten dengan net buy terbesar, mencapai Rp 889,34 miliar.

Nilai transaksi saham ini tercatat sekitar Rp 471,72 miliar dengan volume 117,71 juta saham dan frekuensi transaksi sekitar 330,82 ribu kali. Seiring derasnya aliran dana asing, saham BUMI ditutup melonjak ke level 420, naik 54 poin atau 14,75 persen.

Posisi berikutnya ditempati saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan net foreign buy Rp 252,49 miliar.

Nilai transaksinya mencapai Rp 457,48 miliar dengan volume 3,92 juta saham dan frekuensi 33,92 ribu kali. Saham BRMS ditutup menguat ke Rp 1.180, naik 80 poin atau 7,27 persen.

Baca juga: Menkeu Purbaya soal IHSG pada 2026: To Mars, Bukan to the Moon!

Saham kontraktor tambang PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga menjadi incaran investor asing dengan net buy Rp 204,07 miliar.

Nilai transaksi DEWA mencapai Rp 1,46 triliun, volume 19,94 juta saham, dan frekuensi 132,95 ribu kali. Saham ini ditutup naik ke Rp 750, melonjak 80 poin atau 11,94 persen.

 

Dari sektor pelayaran, saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) mencatat net buy Rp 99,60 miliar dengan nilai transaksi Rp 589,21 miliar, volume 19,68 juta saham, dan frekuensi 134,85 ribu kali. Harga saham HUMI ditutup di level 322, naik 64 poin atau 24,81 persen.

Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) juga diborong asing sebesar Rp 58,72 miliar, dengan nilai transaksi Rp 697,14 miliar, volume 14,62 juta saham, dan frekuensi 117,47 ribu kali. Saham BULL ditutup melonjak ke Rp 505, naik 85 poin atau 20,24 persen.

Di sektor teknologi, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat net foreign buy Rp 51,08 miliar. Nilai transaksinya mencapai Rp 468,26 miliar dengan volume 70,20 juta saham dan frekuensi 34,42 ribu kali. Saham GOTO ditutup menguat ke Rp 69, naik 5 poin atau 7,81 persen.

Aliran dana asing juga masuk ke saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan net buy Rp 49,66 miliar, nilai transaksi Rp 237,77 miliar, volume 3,91 juta saham, dan frekuensi 29,86 ribu kali. Saham MBMA ditutup di Rp 620, naik 50 poin atau 8,77 persen.

Saham PT Panin Financial Tbk (PNLF) mencatat net foreign buy Rp 46,01 miliar, dengan nilai transaksi Rp 132,46 miliar, volume 4,81 juta saham, dan frekuensi 10,86 ribu kali. Saham PNLF ditutup di Rp 278, naik 20 poin atau 7,75 persen.

Minat asing juga terlihat pada saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan net buy Rp 43,86 miliar, nilai transaksi Rp 131,44 miliar, volume 195,69 ribu saham, dan frekuensi 7,88 ribu kali. Saham ASII ditutup menguat ke Rp 6.800, naik 100 poin atau 1,49 persen.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat net buy Rp 36,84 miliar, nilai transaksi Rp 139,45 miliar, volume 207,50 ribu saham, dan frekuensi 8,40 ribu kali. Saham AMMN ditutup di Rp 6.800, naik 375 poin atau 5,84 persen.

Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) juga dibeli asing sebesar Rp 27,20 miliar, dengan nilai transaksi Rp 87,82 miliar, volume 29,33 ribu saham, dan frekuensi 4,34 ribu kali. Saham UNTR ditutup di Rp 30.100, naik 600 poin atau 2,03 persen.

Sebaliknya, investor asing mencatatkan net foreign sell terbesar pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 366,69 miliar. Nilai transaksi saham ini mencapai Rp 698,75 miliar, volume 1,92 juta saham, dan frekuensi 61,45 ribu kali. Saham BBRI ditutup melemah ke Rp 3.640, turun 20 poin atau 0,55 persen.

Tekanan jual asing juga terjadi pada saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan net sell Rp 83,79 miliar. Nilai transaksinya Rp 139,93 miliar, volume 326,93 ribu saham, dan frekuensi 9,80 ribu kali. Saham BBNI ditutup turun ke Rp 4.260, melemah 110 poin atau 2,52 persen.

Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dilepas asing sebesar Rp 54,83 miliar, dengan nilai transaksi Rp 184,29 miliar, volume 187,21 ribu saham, dan frekuensi 11,42 ribu kali. Saham RATU ditutup di Rp 9.675, turun 175 poin atau 1,78 persen.

Saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatat net sell Rp 45,98 miliar, nilai transaksi Rp 101,01 miliar, volume 117,85 ribu saham, dan frekuensi 7,71 ribu kali. Saham CBDK ditutup di Rp 8.500, turun 250 poin atau 2,86 persen.

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dilepas asing sebesar Rp 40,71 miliar, dengan nilai transaksi Rp 272,18 miliar, volume 842,50 ribu saham, dan frekuensi 18,74 ribu kali. Saham BRPT ditutup di Rp 3.190, turun 80 poin atau 2,45 persen.

Tekanan jual juga tercatat pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net sell Rp 39,98 miliar, nilai transaksi Rp 550,92 miliar, volume 686,12 ribu saham, dan frekuensi 22,32 ribu kali. Saham BBCA ditutup di Rp 8.025, turun 50 poin atau 0,62 persen.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatat net sell Rp 36,97 miliar, nilai transaksi Rp 133,07 miliar, volume 572,94 ribu saham, dan frekuensi 13,71 ribu kali. Saham CUAN ditutup di Rp 2.290, turun 50 poin atau 2,14 persen.

Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dilepas asing sebesar Rp 33,72 miliar, dengan nilai transaksi Rp 138,39 miliar, volume 260,23 ribu saham, dan frekuensi 13,88 ribu kali. Meski demikian, saham INCO justru ditutup menguat ke Rp 5.300, naik 125 poin atau 2,42 persen.

Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatat net sell Rp 30,43 miliar, nilai transaksi Rp 65,20 miliar, volume 299,17 ribu saham, dan frekuensi 12,16 ribu kali. Saham BRIS ditutup di Rp 2.160, turun 70 poin atau 3,14 persen.

Sementara itu, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dilepas asing sebesar Rp 26,32 miliar, dengan nilai transaksi Rp 136,49 miliar, volume 837,09 ribu saham, dan frekuensi 17,20 ribu kali. Meski dilepas asing, saham ADMR ditutup menguat ke Rp 1.645, naik 85 poin atau 5,45 persen.

Adapun saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat net sell Rp 23,00 miliar, nilai transaksi Rp 301,18 miliar, volume 592,64 ribu saham, dan frekuensi 16,99 ribu kali. Saham BMRI ditutup melemah ke Rp 5.075, turun 25 poin atau 0,49 persen.

You might also like