IHSG bergejolak, DPR nilai koreksi dipicu sentimen bukan fundamental ekonomi
Tekanan terhadap IHSG muncul seiring respons investor terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI)
Tekanan terhadap IHSG muncul seiring respons investor terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI)
IHSG pekan depan dipengaruhi stabilisasi rupiah dan arus dana asing. Pasar menanti suku bunga The Fed dan data ekonomi AS untuk menentukan arah risiko global.
Tercatat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa sebanyak empat kali berturut-turut pada 2, 5, 6, dan 7 Januari.
Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan, namun kondisi tersebut tidak diikuti oleh pelemahan pasar saham domestik.
IHSG berpeluang menguji level psikologis 9.000 pada perdagangan Kamis (8/1/2026) setelah ditutup menguat.
Perdagangan saham di pasar modal Indonesia pada Jumat (2/1/2026) diwarnai rotasi portofolio investor asing.
IHSG pekan ini diprediksi akan melanjutkan koreksi dengan potensi menguji level 8.500 hingga 8.550. Cek rekomendasi saham ENRG, SIDO, hingga MEDC.