
PT JASAMARGA Solo Ngawi (JSN) memprediksi ada peningkatan arus kendaraan atau lalu lintas di jalur Tol Ngawi-Solo atau Solo-Ngawi sebesar 40 persen saat Lebaran 2026 dibandingkan hari biasa. Adapun jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi peningkatan signifikan dengan perkiraan sekitar 80 persen.
Direktur Utama PT jasamarga Solo Ngawi Mery Natacha Panjaitan mengemukakan peningkatan tajam arus lalu lintas itu terjadi karena adanya dua hari raya keagamaan yang saling berdekatan.
“Itu lebih kepada karena adanya tanggal merah yang berdekatan di Lebaran. Ada Hari Raya Nyepi kalau enggak salah ya, berdekatan sekali dengan Lebaran,” ujar Mery kepada wartawan di Solo, Kamis, 26 Februari 2026.
Selain itu, Mery memperkirakan adanya konsep work from anywhere (WFA) dari pemerintah turut memicu peningkatan arus lalu lintas di masa libur Lebaran nantinya. Pihaknya berharap meskipun arus lalu lintas meningkat, akan berjalan lancar.
“Dengan konsep WFA jadi liburnya agak panjang, itu yang menyebabkan peningkatan lalu lintas kami yang tahun ini cukup signifikan lah. Mudah-mudahan Mudahan semuanya berjalan dengan lancar,” tuturnya.
Mery menyatakan kesiapan jasamarga Solo Ngawi menghadapi periode libur Idul Fitri 1447 H/2026 saat ini sudah sekitar 90 persen, termasuk meningkatkan kapasitas gerbang tol. Menurutnya persiapan itu sudah berproses dari tahun sebelumnya.
“Kalau ditanya kesiapan berapa persen, kebetulan kita kan juga baru naik tarif ya di Januari kemarin di tanggal 5. Dan naik tarif itu kan sudah melalui proses persiapan-persiapan dari tahun sebelumnya malah. Jadi saya yakin kalau ditanya kesiapannya ya masih posisi di 90 persen. Maksudnya belum turun dari kualitas itu,” katanya.
Ia memastikan kesiapan penuh operasional sejumlah gerbang tol tambahan. Untuk tahun ini di Gerbang Tol Ngemplak ada penambahan gardu tol atau gardu transaksi di Gerbang Tol Ngemplak di Boyolali sebanyak dua gardu. “Satu gardu di tahun 2026 dan satu gardu di akhir tahun 2025,” tuturnya.
Selain itu, Mery menyebut penambahan gardu transaksi juga dilakukan di Gerbang Tol Karanganyar. Kedua gerbang tol tersebut, menurut dia, merupakan gerbang favorit disaat hari-hari besar.
“Gerbang Tol Karanganyar dan Ngemplak ini menjadi favorit kalau pas hari-hari besar, seperti Lebaran, itu menjadi gerbang-gerbang padat. Sedangkan untuk persiapan lainnya seperti biasa,” ungkap Mery.
Mery mengatakan Jasamarga secara besar dan Jasamarga Solo Ngawi memenuhi konsep untuk meningkatkan dan menjaga kualitas layanannya. Di antaranya dengan mempersiapkan armada-armada pengaman, persiapan untuk pengisian e-tiket dan lainnya.
“Kemudian rest areanya juga kami siapin agar ketika di hari H-nya semuanya itu bisa saling mendukung untuk mempertahankan pelayanan yang maksimal dan optimal,” ungkapnya.
Mengantisipasi cuaca ekstrim, Mery berpesan kepada para pemudik agar lebih berhati-hati. Namun untuk ruas Solo-Ngawi, dikatakannya, termasuk kondisi yang kondusif.
“Untuk Solo Ngawi relatif kondusif. Ya, jalannya rata. Enggak ada yang namanya tanjakan atau turunan yang yang curam. Namun memang pesan kami agar semua pengguna jalan kami tetap waspada, tetap menjaga kesiapan dari kendaraan yang akan dikemudi dan tentunya juga pengemudinya untuk tetap siap dalam kondisi sehat dan segala kelengkapan kendaraannya juga dipenuhi dengan baik,” ucapnya.
Pilihan Editor: Jika Dana Desa Dipakai buat Koperasi Merah Putih