
HargaPer.com – Murah &Terbaik JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) tetap memiliki prospek kinerja menjanjikan. Hal ini seiring gencarnya UNTR menggelar ekspansi sekalipun diterpa polemik.
Sebagaimana diketahui, pada 11 Februari 2026 lalu, UNTR mengumumkan bahwa anak usahanya, yaitu PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) dan PT Energia Prima Nusantara (EPN), telah menyelesaikan rencana transaksi akuisisi Tambang Emas Doup yang dikelola entitas usaha PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Transaksi tersebut telah disepakati melalui Perjanjian Jual Beli Bersyarat antara UNTR melalui DTN dengan PT J Resources Nusantara (JRN) untuk pembelian 99,99996% saham PT Arafura Surya Alam (ASA) milik JRN pada September 2025 silam.
Pada waktu yang sama, UNTR melalui EPN juga menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan Jimmy Budiarto untuk pembelian 0,00004% saham ASA yang dimiliki Jimmy dan 0,2% saham PT Mulia Bumi Persada (MBP) yang juga dimiliki Jimmy.
Siapkan Rp 2 Triliun, United Tractors (UNTR) Bakal Buyback Saham
Total nilai perusahaan (enterprise value) dalam transaksi ini tercatat sebesar US$ 540 juta. Nilai tersebut termasuk nilai pembelian saham dan nilai utang pemegang saham dari JRN kepada ASA, serta nilai bersih atas pembelian saham nantinya akan dilakukan penyesuaian dengan pos neraca tertentu dari ASA pada tanggal penyelesaian perjanjian.
Dalam berita sebelumnya, Manajemen UNTR pernah menyebut bahwa emiten ini bakal membangun fasilitas pemrosesan dan infrastruktur pendukung di Tambang Emas Doup ketika proses akuisisnya tuntas.
Fasilitas tersebut bakal memiliki kapasitas produksi bijih ore sebanyak 3 juta ton per tahun yang kemudian dapat menghasilkan emas sebanyak 140.000—155.000 ons troi per tahun. Harapannya, pada 2028 anti Tambang Emas Doup dapat mulai berproduksi.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai, secara jangka panjang akuisisi Tambang Emas Doup menjadi langkah strategis dan krusial bagi UNTR.
Nilai tambah yang didapat UNTR adalah peningkatan cadangan emas secara signifikan yang bisa mendorong kinerja bottom line ketika tambang tersebut sudah beroperasi penuh.
Di sisi lain, UNTR harus mewaspadai risiko ketika mengeksekusi proyek di Tambang Emas Doup, termasuk risiko fluktuasi biaya konstruksi infrastruktur tambang.
Saham United Tractors (UNTR) Anjlok Usai Izin Agincourt Dicabut, Ini Rekomendasinya
“Mengembangkan tambang dari tahap development hingga produksi komersial butuh capex besar dan manajemen lingkungan yang ketat untuk menghindari isu ESG yang sensitif,” ungkap dia, Rabu (18/2/2026).
Secara umum, Wafi memperkirakan kinerja UNTR pada 2026 relatif stabil dan cenderung moderat.
Polemik pencabutan izin Tambang Emas Martabe yang dikelola anak usaha UNTR, yaitu PT Agincourt Resources dianggap sudah dalam ekspektasi (priced-in) oleh investor, sehingga dampaknya tidak sesignifikan beberapa waktu sebelumnya.
“Namun, pemulihan penuh tetap bergantung pada kelancaran operasional fasilitas tailing mereka (Agincourt),” kata dia.
UNTR Chart by TradingView
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan, fundamental UNTR masih tergolong solid dan meyakinkan. Akuisisi Tambang Emas Doup menjadi langkah diversifikasi yang kesekian dilakukan oleh UNTR dan segmen pertambangan emas dinilai dapat menjadi game changer bagi kelangsungan usaha emiten tersebut.
Dari sisi prospek kinerja, UNTR berpeluang diuntungkan oleh tren kenaikan harga emas dunia dan harga batubara yang pelan-pelan mulai menunjukkan pemulihan.
Rekomendasi Saham United Tractors (UNTR): Tantangan Batubara & Peluang Diversifikasi
“Harga batubara mulai kembali ke fase bullish consolidation, sehingga dapat menopang kinerja jangka pendek UNTR,” tutur dia, Rabu (18/2).
Nafan menyebut, UNTR perlu kembali melanjutkan langkah diversifikasi bisnisnya ke mineral lain yang punya potensi keuntungan menjanjikan. UNTR juga mesti mampu menjaga margin lini bisnis batubara melalui kontrol biaya yang ketat.
Dari situ, Nafan merekomendasikan add saham UNTR dengan target harga di level Rp 30.950 per saham. Di lain pihak, Wafi menyarankan hold saham UNTR dengan target harga di level Rp 30.000 per saham.