Surat Perjanjian Jual Beli Rumah / Tanah


Tanda tangan yang dibubuhkan di atas meterai disaksikan oleh notaris. Tujuannya agar surat perjanjian jual beli rumah tersebut memiliki legalitas yang sah dan mempunyai kekuatan hukum.



Yang Diperhatikan Saat Beli Rumah

Ketersediaan Air

Saat akan membeli rumah, jangan lupa untuk mencermati bagaimana ketersediaan air. Pastikan Anda bisa mendapatkan air yang baik dan berkualitas dengan mudah. Umumnya lokasi pembangunan rumah masih memakai air tanah. Jika demikian pastikan pompa air dan sumur yang dipakai masih dapat berfungsi dengan baik.

Kondisi Listrik

Yang tak kalah penting untuk dicermati adalah kondisi kelistrikan. Pastikan daerah rumah tersebut memiliki listrik yang stabil. Anda bisa menanyakannya kepada tetangga sekitar.

Sejarah Rumah

Penting bagi calon pembeli untuk mengetahui sejarah tanah atau rumah yang akan dibeli. Di samping itu disarankan untuk membeli rumah yang memiliki sertifikat hak milik, bukan hak guna bangunan. Jangan sampai Anda membeli rumah di lahan warisan yang masih belum jelas statusnya.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

Baca juga: Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Sebenarnya surat perjanjian jual beli tanah tidak berbeda dengan jual beli rumah. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui.



Informasi Lengkap

Dalam surat perjanjian jual beli tanah wajib dicantumkan identitas lengkap penjual atau pihak pertama dan pembeli atau pihak kedua. Berikut alamat lengkap dan posisi lahan yang tepat. Surat perjanjian jual beli tanah juga harus memuat batas-batas sekitarnya dan ilustrasi peta denah yang dilampirkan pada halaman lainnya.

Uang Muka dan Cara Pembayaran

Dalam Akad Jual Beli (AJB) juga harus disebutkan nominal harga, uang muka dan cara pembayaran. Uang muka adalah sejumlah uang yang dianggap sebagai tanda jadi dari pembeli kepada penjual.

Hal ini harus diperhatikan, terutama jika sistem pembayaran yang dipilih adalah cicilan. Maka perlu disebutkan besaran cicilan hingga tanggal jatuh tempo. Informasi tersebut harus ditulis dengan jelas agar tidak terjadi salah paham di antara kedua belah pihak.



Pernyataan Pembebanan Biaya

Dalam AJB atau surat pernyataan jual beli tanah, terdapat pasal-pasal mengenai tanggungan biaya saat ingin melakukan balik nama, pajak, iuran dan biaya lahan lainnya. Umumnya pembebanan biaya ini dibebankan kepada pihak kedua atau pembeli.

Pasal-pasal Mengikat

Anda juga perlu memperhatikan beberapa pasal yang mengikat status secara hukum. Seperti pasal penyerahan lahan, status kepemilikan tanah, masa berlaku sampai perjanjian mengenai penyelesaian perselisihan. Hal tersebut ditentukan berdasarkan kesepakatan pihak pertama maupun pihak kedua.