Perbedaan Arus AC Dan DC Listrik


Contoh Pemanfaatan

Contoh pemanfaatan listrik DC bisa dilihat pada perangkat elektronika yang ada di sekitar kita. Beberapa Alat elektronik memanfaatkan arus ini untuk keperluan beban elektronika. Beberapa alat yang memakai arus listrik DC adalah komputer, laptop, lampu LED, TV, radio, dan lain sebagainya.

Di samping itu listrik ini juga sering disimpan pada sebuah baterai. Misalnya baterai pada smartphone, jam dinding, mainan, dan lain-lain. Kesimpulannya mayoritas perangkat yang memakai listrik DC adalah beban perangkat elektronika.

Kelebihan Arus Listrik DC

Setidaknya ada dua kelebihan yang dimiliki arus listrik DC, yakni:

  1. Arus ini dapat ditemui di hampir semua peralatan elektronik. Misalnya jam dinding, remote, lampu darurat, senter, laptop, dan peralatan lainnya yang memiliki baterai atau aki sebagai media penyimpanan daya listrik.
  2. Arus listrik DC dapat diisi ulang sehingga saat dibutuhkan kita bisa membawanya ke mana saja.
  3. Selain mudah dibawa, saat tidak dipakai kita bisa menyimpannya dalam waktu yang lebih lama.

Kekurangan Arus Listrik DC

Setelah mengetahui beberapa keunggulan dari arus listrik DC, berikut adalah kekurangan dari arus listrik ini:

  1. Arus listrik ini hanya dapat digunakan dalam daya yang rendah. Sehingga tidak bisa dipakai untuk peralatan yang membutuhkan daya tinggi.

Perbedaan Arus Listrik AC dan DC

Di atas sudah dijelaskan seperti apa arus listrik AC dan DC. Berikut kelebihan dan kekurangannya. Dari penjelasan tersebut kita sudah bisa mengetahui apa saja yang membuatnya berbeda. Akan tetapi sebenarnya masih ada banyak yang bisa dicermati mengenai perbedaan keduanya. Silakan simak tabel berikut ini.

Arus Listrik AC (Bolak Balik) Arus Listrik DC (Searah)
Arus ini aman dipakai menyalurkan listrik untuk jarak yang cukup panjang dan dapat memberikan lebih banyak kekuatan saat proses transfer arus Arus listrik DC tidak dapat menyalurkan listrik dengan jarak yang jauh, karena arus ini bisa melemah atau bahkan kehilangan energi saat jaraknya semakin jauh
Terdapat aliran elektron pada arus AC yang arahnya ditentukan oleh magnet yang mengitari sepanjang kawatnya Penentu arah aliran elektron pada arus ini adalah magnet stabil yang ada di sepanjang kawat
Frekuensi arus ini sebesar 50Hz atau 60Hz, tergantung pada negara yang memanfaatkan frekuensi tersebut Frekuensi pada arus DC adalah 0
Arus AC dapat berbalik arah saat mengalir di sebuah rangkaian Arus DC tetap mengalir satu arah dengan rangkaiannya
Besarnya arus AC terhadap waktu bisa bermacam-macam Besarnya arus ini terhadap waktu tetap
Aliran arah elektron arus ini selalu bergantian maju dan mundur Aliran arah elektron pada arus ini selalu bergerak di dalam satu arah (bergerak maju)
Arus AC ini bisa diperoleh dari generator arus bolak balik Arus DC dapat diperoleh dari sel atau baterai
Parameter pasif pada arus ini adalah impedansi Parameter pasif arus DC adalah hambatan
Faktor daya pada arus AC adalah 0 dan 1 Faktor daya arus DC selalu 1
Jenis dari arus ini adalah segiempat, sinusoida, segitiga, dan trapesium Jenis dari arus DC adalah pulse atau juga dapat disebut murni

Baca juga: Komponen Motor Dinamo Listrik

Cara Merubah Arus Listrik AC Ke DC