
HargaPer.com – Murah &Terbaik Bagi para investor pemula, pemahaman mengenai aspek teknis seperti satuan perdagangan dan metode kalkulasi imbal hasil merupakan fondasi yang tidak boleh diabaikan.
Memahami rincian biaya dan proyeksi keuntungan sangat krusial agar keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada intuisi, melainkan pada data yang valid.
Dalam dinamika bursa, investor akan sering bertemu dengan istilah lot sebagai satuan standar transaksi.
Keuangan Pensiun 2026: 4 Kunci Hidup Tenang Tanpa Cemas
Selain itu, kemampuan untuk membedakan antara laba kotor dan laba bersih menjadi pemisah antara investor yang memiliki perencanaan matang dengan yang hanya sekadar ikut-ikutan tren pasar.
Mengenal Satuan Lot di Bursa Efek Indonesia
Berdasarkan regulasi yang berlaku di bursa domestik, perdagangan saham tidak dilakukan secara lembaran individu melainkan dalam satuan lot.
Melansir informasi dari laman Sahabat Pegadaian, satu lot saham setara dengan 100 lembar saham. Aturan ini telah diseragamkan oleh otoritas bursa untuk seluruh emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) guna menciptakan pasar yang lebih likuid dan teratur.
Sebagai ilustrasi, jika seorang investor ingin membeli saham sebuah emiten yang diperdagangkan pada harga Rp 5.000 per lembar, maka modal minimum yang diperlukan untuk membeli satu lot adalah sebesar Rp 500.000.
Perlu diingat bahwa nilai ini merupakan modal dasar, belum termasuk biaya jasa sekuritas atau brokerage fee yang lazimnya dikenakan pada setiap transaksi beli maupun jual.
Mekanisme Menghitung Capital Gain dan Laba Bersih
Keuntungan utama dalam investasi saham sering kali berasal dari kenaikan harga aset atau yang dikenal dengan istilah capital gain.
Dikutip dari situs CIMB Niaga, capital gain adalah selisih positif yang didapatkan investor saat harga jual saham lebih tinggi dibandingkan dengan harga beli di masa lalu.
Untuk mendapatkan angka keuntungan yang akurat, investor harus memasukkan komponen biaya transaksi ke dalam perhitungan. Berikut adalah cara untuk menghitung keuntungan bersih:
Melansir situs Bank Mega, banyak pemula sering lupa memasukkan komponen pajak dan biaya broker dalam hitungan mereka.
Padahal, meski persentasenya terlihat kecil, biaya-biaya tersebut tetap memengaruhi margin keuntungan secara keseluruhan, terutama pada transaksi dengan volume besar.
Gaji Hilang Usai PHK? Strategi Jitu Kelola Dana Pesangon PHK Anda
Mengukur Efisiensi Modal dengan Rumus ROI
Selain mengetahui nominal Rupiah yang dihasilkan, investor profesional seringkali menggunakan rasio Return on Investment (ROI) untuk mengukur efektivitas modal yang ditanamkan.
ROI memberikan gambaran persentase keuntungan terhadap total modal yang dikeluarkan, sehingga memudahkan investor dalam membandingkan kinerja antar saham.
Cara manual untuk menghitung ROI saham adalah sebagai berikut:
ROI = Nilai Investasi Akhir – Nilai Investasi Awal / Nilai Investasi Awal x 100%
Sebagai ilustrasi, jika Anda berinvestasi sebesar Rp 10.000.000 dan nilai aset tersebut tumbuh menjadi Rp 12.000.000, maka penghitungannya adalah (12.000.000 – 10.000.000) / 10.000.000 x 100%, yang menghasilkan angka 20%.
Penghitungan ini sangat membantu investor untuk mengevaluasi apakah imbal hasil yang didapatkan sudah sesuai dengan target finansial atau belum.
Simulasi dan Perencanaan Investasi Jangka Panjang
Sebelum melakukan eksekusi beli, sangat disarankan bagi investor untuk melakukan simulasi terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk melihat seberapa besar modal yang dibutuhkan dan potensi pertumbuhan aset dalam kurun waktu tertentu melalui kekuatan bunga berbunga.
Bersumber dari fitur simulasi investasi BCA, penggunaan alat bantu hitung dapat membantu investor menentukan target finansial yang lebih realistis, baik untuk tujuan jangka pendek maupun persiapan dana pensiun di masa depan.
Tonton: BGN Tegaskan Tidak Ada Pemaksaan Jika Ada Sekolah Tolak MBG
Dengan simulasi, investor dapat memetakan rencana penambahan modal secara rutin atau dollar cost averaging agar portofolio tetap terjaga di tengah fluktuasi pasar.
Memahami cara menghitung untung rugi secara mandiri akan meningkatkan kepercayaan diri investor dalam menghadapi dinamika bursa.
Penguasaan data teknis ini, jika dikombinasikan dengan analisis fundamental yang kuat, akan menjadi modal berharga bagi investor untuk meraih kesuksesan finansial jangka panjang di pasar modal Indonesia.