IHSG dibuka melemah 0,11 persen di awal perdagangan

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan di zona merah pada Kamis pagi (15/1/2026). Sejak awal sesi, indeks bergerak melemah dan turun dari level psikologis 9.100.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berada di level 9.065,31, turun 10,10 poin atau 0,11 persen. Indeks dibuka di posisi 9.098,70, dengan pergerakan pagi ini berada di kisaran 9.025,00 hingga 9.109,04.

Aktivitas transaksi saham terpantau cukup ramai. Hingga sekitar pukul 09.22 WIB, volume perdagangan mencapai 12,48 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,721 triliun.

Frekuensi transaksi tercatat 820.200 kali, sementara kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 16.478 triliun.

Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat ke 9.151 Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham dari Analis

Sejalan dengan pelemahan IHSG, sejumlah indeks utama turut bergerak di zona merah. Indeks LQ45 turun 0,10 persen ke posisi 888,53. KOMPAS100 melemah 0,06 persen ke level 1.255,32.

Sementara itu, indeks saham berbasis syariah menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Jakarta Islamic Index (JII) justru menguat 0,22 persen ke posisi 613,63, sedangkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat stagnan di level 330,32.

Indeks lainnya bergerak terbatas. IDX30 melemah 0,10 persen ke posisi 452,03, sementara JII70 naik 0,16 persen ke level 225,28. Adapun IDX80 turun tipis 0,11 persen ke posisi 139,70.

Di sisi lain, setelah mencetak rekor pada perdagangan pekan lalu, IHSG hari ini diperkirakan berisiko berbalik arah.

Baca juga: 10 Saham Paling Banyak Diborong Asing saat IHSG Cetak Rekor

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, IHSG menguat 0,47 persen ke level 9.075, yang merupakan penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH), serta mencetak rekor intraday di level 9.100.

Sejumlah analis menilai pergerakan IHSG hari ini akan bervariasi dan masih berpeluang menguat, meski terindikasi mengalami profit taking.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG berpeluang bergerak di kisaran 9.123–9.151. Meski demikian, investor diminta mencermati potensi koreksi di rentang 8.970–9.039.

“Posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii]. Cermati area koreksi yang dapat terjadi di rentang 8.970–9.039 dan area penguatan yang berada di 9.123–9.151,” ujar Herditya dalam analisis hariannya.

Baca juga: Pasar Saham AS Tetap Kuat di Tengah Gejolak Politik

Adapun area support IHSG berada di level 8.956 dan 8.908, sementara resistance terdekat berada di kisaran 9.077 dan 9.102.

Senada, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai IHSG berpotensi melemah terbatas dengan area support dan resistance di rentang 8.920–9.130.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 8.920–9.130,” ujarnya.

You might also like