Cek prospek dan rekomendasi saham Unilever (UNVR) usai lepas bisnis teh Sariwangi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) resmi melepas bisnis teh bermerek Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa yang merupakan bagian dari grup Djarum.

Nilai transaksi penjualan segmen tersebut mencapai Rp 1,5 triliun, di luar pajak yang berlaku.

Langkah divestasi ini dinilai berpotensi memberikan dampak positif terhadap kinerja Unilever Indonesia ke depan. Head of Research Kisi Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai pelepasan bisnis teh Sariwangi merupakan keputusan strategis untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. 

Menurutnya, pasar teh cenderung sudah jenuh dengan laju pertumbuhan yang relatif terbatas, berbeda dengan segmen personal care dan consumer foods yang menawarkan margin lebih tinggi.

480 Karyawan Dipangkas pada Semester I-2025, Ini Tanggapan Bos Unilever Indonesia

“Dana sebesar Rp 1,5 triliun dari transaksi ini dapat memperkuat struktur neraca Unilever dan memungkinkan perseroan untuk lebih fokus mengembangkan bisnis inti,” kata Wafi kepada Kontan, Rabu (7/01/2026).

Dari sudut pandang investor, aksi korporasi ini dinilai sebagai sentimen positif. Wafi menyebutkan, dana hasil divestasi berpeluang dibagikan sebagai dividen spesial, mengingat rekam jejak Unilever yang dikenal konsisten membagikan dividen kepada pemegang saham. 

“Buat investor jelas sentimen positif,” ucap Wafi.

  UNVR Chart by TradingView  

Namun, ia mengingatkan bahwa jika seluruh dana langsung dialokasikan untuk dividen, dampak positifnya terhadap harga saham cenderung bersifat jangka pendek.

Sementara itu, jika dana tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat strategi pemasaran dan menambah amunisi dalam persaingan dengan jenama lokal, langkah tersebut dinilai dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Persaingan dan Boikot Bikin Kinerja Unilever Indonesia (UNVR) Mengecewakan Pasar

Dihubungi terpisah, Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto menilai, aksi pelepasan bisnis yang dilakukan UNVR bukan kali pertama terjadi.

Pada beberapa kejadian sebelumnya, respons pasar terhadap langkah tersebut justru cenderung positif. Ia mencontohkan, pada tahun lalu saham UNVR mengalami penguatan sejak Maret 2025 setelah perusahaan melakukan aksi serupa.

“Jadi saya memperkirakan kondisi yang sama berpeluang kembali terjadi. Terlebih, hingga saat ini saham UNVR belum mengalami tekanan jual yang besar,” jelas William kepada Kontan, Rabu (7/1/2026).

Rekomendasi Saham

Dari sisi teknikal, William menyarankan investor untuk menerapkan strategi buy on weakness dengan mencermati area support saham UNVR di level Rp 2.500 per saham.

Ia merekomendasikan buy on weakness saham UNVR dengan target harga di kisaran Rp 2.740 hingga Rp 3.000 per saham.

Sementara itu, Wafi merekomendasikan buy saham UNVR di target harga Rp 2.850.

Begini Kata Petinggi Unilever Indonesia (UNVR) soal Fenomena Rojali

Jual Bisnis Teh Sariwangi

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan pada Rabu (7/1/2026), UNVR telah menandatangani perjanjian pengalihan bisnis (business transfer agreement/BTA) pada 6 Januari 2026.

Penyelesaian transaksi direncanakan berlangsung pada 2 Maret 2026 atau pada tanggal lain yang disepakati para pihak secara tertulis.

Penjualan bisnis teh tersebut akan memungkinkan UNVR untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Indonesia dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang sahamnya dalam jangka pendek, serta berfokus pada bisnis inti UNVR yang tersisa guna meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang,” tulis Sekretaris Perusahaan UNVR, Padwestiana Kristanti dalam keterangan resminya, Rabu (7/1/2026).

Adapun nilai transaksi tersebut setara dengan sekitar 45% dari ekuitas UNVR, berdasarkan Laporan Keuangan per 30 September 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Terdaftar Siddharta Widjaja & Rekan (anggota jaringan KPMG).

Unilever Indonesia (UNVR) Umumkan Buyback Saham Senilai Maksimal Rp 2 Triliun

Selain itu, total aset bisnis teh dengan jenama Sariwangi tercatat sebesar 2,5% dari total aset UNVR.

Lalu, kontribusi laba bersih segmen tersebut mencapai 3,1% dari laba bersih UNVR, dan porsi pendapatan usahanya sekitar 2,7% dari total pendapatan usaha perusahaan.

Padwestiana juga menerangkan transaksi ini tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha UNVR.

You might also like