
HargaPer.com – Murah &Terbaik JAKARTA. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memberikan penjelasan terkait detail penjualan Mall Deli Park beberapa waktu lalu kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk, F Justini Omas mengatakan, perseroan melakukan penjualan pusat perbelanjaan Mall Deli Park melalui entitas anak perusahaan, PT Sinar Menara Deli (SMD). Saat ini, saham SMD dipegang oleh APLN sebesar 58% dan PT Sumber Menara Deli 42%.
Penjualan dilakukan kepada PT DPM Assets Indonesia (DPMAI) itu diakui APLN sebagai bagian dari evaluasi dan pengelolaan portofolio aset secara berkala dan optimalisasi portofolio aset.
Yen di Level 158 per Dolar AS, Suku Bunga & Pemilu Jepang Akan Jadi Penentu Arah
Penjualan Mall Deli Park merupakan bagian dari strategi APLN dalam melakukan optimalisasi dan rebalancing portofolio aset, agar perseroan dapat fokus pada pengembangan dan pengelolaan aset-aset strategis yang memiliki kontribusi tinggi terhadap kinerja jangka panjang.
Transaksi ini bertujuan untuk memperkuat posisi kas dan likuiditas perseroan, yang mana dana hasil penjualan dapat digunakan untuk beberapa hal utama.
“Yaitu, pengurangan kewajiban keuangan (deleveraging), penguatan struktur permodalan, pengembangan proyek perseroan di Balikpapan melalui entitas anak PT Pandega Citraniaga, serta mendukung kebutuhan pendanaan operasional dan investasi APLN ke depan,” tulisnya dalam keterbukaan informasi Senin, (19/1/2026).
Nilai total transaksi penjualan Mall Deli Park kepada DPMAI adalah sebesar Rp 2,44 triliun, termasuk PPN, dengan skema pembayaran transaksi yaitu dengan pelunasan sekaligus pada saat penandatanganan AJB (Akta Jual Beli).
Yen di Level 158 per Dolar AS, Suku Bunga & Pemilu Jepang Akan Jadi Penentu Arah
Justini bilang, pembeli dan penjual telah menyepakati bersama sehubungan penetapan harga jual Mall Deli Park tidak menggunakan penilai independen.
Penentuan harga jual Mall Deli Park ditetapkan berdasarkan pertimbangan komersial yang wajar, dengan memperhatikan kondisi pasar properti pada saat transaksi, karakteristik dan kinerja aset yang dijual, serta hasil negosiasi antara para pihak yang dilakukan secara independen dan arm’s length.
“Perseroan menilai bahwa harga transaksi tersebut telah mencerminkan nilai wajar aset dan tidak merugikan kepentingan perseroan maupun pemegang saham,” ungkapnya.
Terkait penggunaan dana untuk deleveraging, Justini mengatakan bahwa utang yang akan dibayar adalah sebagian utang SMD dari Bank Maybank Indonesia dan sebagian utang Perseroan dari Bank Danamon Indonesia.
Prospek Agung Podomoro (APLN) 2025-2026: Analis Rekomendasi Hold Saham
Nilai pembayaran kepada Bank Maybank Indonesia sebesar Rp 252 miliar dan kepada Bank Danamon sebesar Rp 400 miliar.
Justini menuturkan, aksi korporasi itu ditanggapi oleh pasar secara positif, sehingga terjadi kenaikan harga saham APLN. Melansir RTI, harga saham APLN naik 64,15% dalam sebulan terakhir.
“Selain itu, informasi dari analis-analis sekuritas membawa angin segar untuk saham-saham di sektor properti, termasuk saham APLN,” tuturnya.