Purbaya bantah rupiah anjlok imbas Thomas Djiwandono masuk bursa bos BI

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan rupiah anjlok hingga Rp 16.955 per dollar AS pada Senin (19/1/2026) karena kabar Thomas Djiwandono masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Thomas Djiwandono saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) sekaligus merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto. 

Namanya masuk dalam daftar calon Deputi Gubernur BI yang dikirim Prabowo ke DPR RI.

“Jadi ini mungkin sebagian (orang) spekulasi ketika Thomas akan kesana (BI), wow, orang spekulasi dia Independensinya hilang. Saya pikir enggak akan begitu,” kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Baca juga: Soal Isu Tukar Kursi BI-Kemenkeu Antara Juda-Thomas, Purbaya: Saya Dengar Juga Gitu…

Kapan rupiah menguat lagi?

Soal rupiah menlemah, menurut Purbaya, saat ini tinggal menunggu waktu rupiah bisa kembali menguat karena suplai dollar akan bertambah.

Ia menyinggung Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat hingga posisi 9.133,87.

Kenaikan IHSG itu, kata dia, tidak mungkin hanya dipengaruhi faktor domestik.

“Pasti ada flow (aliran dana) asing masuk ke situ juga kan?” ujar Purbaya.

Di sisi lain, Purbaya menyatakan pemerintah akan terus menjaga pondasi ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat.

Baca juga: BI: Juda Agung Ajukan Pengunduran Diri ke Presiden Sejak 13 Januari

Pertama-tama, Purbaya bakal memastikan likuidasi sistem finansial yang cukup sebagaimana kesepakatan Kemenkeu dan BI.

Selain itu, ia juga memastikan pemerintah akan membelanjakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan cepat  di awal tahun 2026.

Kemenkeu juga bakal memperbaiki iklim investasi.

“Jadi, kita akan perbaiki semuanya kita akan perbaiki sisi supply, sisi demand, ekonomi investasi, kebijakan moneter, kebijakan fiskal, riil sektor semuanya kita jalankan (pertumbuhan ekonomi) 6 persen enggak terlalu sulit,” kata dia.

Baca juga: Keponakan Prabowo Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI, Purbaya: Saya Dukung!

Thomas Djiwandono masuk bursa Deputi Gubernur BI

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengkonfirmasi, salah satu sosok yang masuk bursa calon Deputi Gubernur BI adalah Thomas Djiwandono.

“Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy Djiwandono,” kata Prasetyo di Istana, Jakarta, Senin.

Posisi Deputi Gubernur BI tengah menjadi sorotan karena Juda Agung mengundurkan diri.

Namun, sejauh ini belum terdapat penjelasan mengenai alasan pengunduran diri Juda.

Saat ini, Istana telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) terkait kandidat calon Deputi Gubernur BI ke DPR RI untuk menjalani fit and proper test.

“Jadi berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur,” ujar Prasetyo.

Baca juga: Profil Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

You might also like