
ANGKA kemiskinan Provinsi Sumatera Utara saat ini tercatat 7,24 persen, setara dengan 1.280.000 dari total penduduk 15.785.000 jiwa. Angka kemiskinan tersebut keempat terbesar di Indonesia setelah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Dari 33 kabupaten dan kota yang ada, Kota Medan punya penduduk miskin terbesar, 7,25 persen atau 171.600 jiwa.
Kepala Bidang Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara, Ika Hardina Lubis, mengatakan, persentase tersebut lebih rendah dibanding angka nasional dengan 8,25 persen. Angka kemiskinan ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut yang dirilis pada September 2025. Dalam setahun, BPS merilis data setiap Maret dan September.
“Kita ranking 17 terendah, tidak masuk sepuluh besar nasional. Semoga rilis Maret nanti, ada penurunan yang lebih signifikan,” kata Ika dalam temu pers di lobby kantor gubernur pada Kamis, 26 Februari 2026.
Dia menegaskan, data statistik kemiskinan tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sosial masyarakat secara menyeluruh. Namun demikian, data ini menjadi dasar merumuskan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.
Pemerintah Provinsi Sumut terus berupaya menurunkan angka tersebut melalui organisasi perangkat daerah (OPD). Berbagai cara mengentaskan kemiskinan dijalankan, salah satunya oleh Dinas Sosial melalui program masyarakat produktif atau Mapro.
Melalui program itu, masyarakat diharapkan mengubah persepsi dan meningkatkan pendapatan, baik secara individu maupun kelompok. Sepanjang 2025, sebanyak 1.360 jiwa menerima bantuan usaha produktif yang menyasar masyarakat Desil 1, 2, 3, dan 4. Jenis bantuan yang disalurkan meliputi peralatan membuat kue, pangkas rambut serta menjahit.
“Program kedua adalah kelompok usaha bersama atau Kube. Sasarannya dan bantuan yang diberikan sama. Penerima bantuan diajukan oleh kabupaten dan kota dengan syarat terdaftar dalam DTSEN,” kata Sekretaris Dinas Sosial Fachrizal Nasution.
Tahun ini, lanjut dia, kedua program terus dilanjutkan. Rencananya bantuan yang diberikan bertambah, seperti alat pertanian, pertukangan bangunan, doorsmeer, perbengkelan sepeda motor dan salon.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan, kolaborasi menjadi kunci menangani kemiskinan ekstrem. Ia menyebut kemiskinan harus turun 0,86 persen per tahun supaya target penurunan kemiskinan sebesar 5 persen pada 2029 tercapai.
“Jumlah penduduk miskin tercatat pada 2025 sebanyak 23,85 juta orang. Sementara penduduk miskin ekstrem di Indonesia mencapai 2,38 juta orang,” ucapnya.
Pemerintah menanggulangi kemiskinan dengan mengurangi beban dasar masyarakat lewat jaminan dan bantuan sosial tepat sasaran. Meningkatkan pendapatan dengan memperluas akses dan kapasitas pekerja migran, pemberdayaan angkatan kerja dan menciptakan peluang usaha.
Strategi selanjutnya adalah penurunan kantong kemiskinan dengan perbaikan rumah tidak layak huni, pemenuhan infrastruktur dasar dan pemberdayaan berbasis kawasan. “Hampir seluruh provinsi mengalami penurunan tingkat kemiskinan ekstrem,” kata Muhaimin.
Pilihan Editor: Mengapa Jumlah Pekerjaan Bergaji Rendah Meningkat