Ada sentimen pergantian kepemimpinan BEI dan OJK, cek rekomendasi saham pekan depan

HargaPer.com – Murah &Terbaik – , JAKARTA — Pergantian kepemimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diperkirakan masih akan menjadi sentimen yang memengaruhi pasar pekan depan. 

Di tengah kondisi itu, sejumlah saham menjadi rekomendasi untuk diperdagangkan pekan depan.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas David Kurniawan menjelaskan pelemahan signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu terdorong oleh sentimen global dan domestik. Dari global, terdapat sentimen ketidakpastian Greenland trade war, dengan pasar global yang mencerna gertakan tarif Donald Trump terkait Greenland.

: Bos OJK Ungkap Kehadiran Danantara dalam Dialog di BEI Hari Ini

“Dari domestik ada sentimen MSCI effect yang membuat market Indonesia benar-benar bergejolak. MSCI resmi mengumumkan interim freeze efektif segera,” ujar David, Minggu (1/2/2026).

Dia melanjutkan jika sampai Mei 2026 tidak ada perbaikan transparansi yang signifikan di Bursa Efek Indonesia, MSCI mengancam akan mengurang bobot seluruh saham Indonesia dan menurunkan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.

: : Reformasi Pasar Modal, BEI Bakal Lakukan Percepatan Pendalaman Pasar

Ancaman MSCI ini benar-benar mendatangkan gejolak di dalam negeri, dengan pengunduran diri dan penunjukan jajaran pimpinan BEI dan OJK dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Adapun David meyakini pimpinan baru BEI dan OJK menandai langkah strategis yang diharapkan membawa perubahan positif melalui rekam jejak profesional yang solid.

: : Ancang-ancang BEI hingga KSEI Buka Data Kepemilikan Saham di Bawah 5%

“Dengan pengalaman yang komprehensif di sektor jasa keuangan tersebut, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan, transparansi, dan daya saing pasar modal Indonesia agar semakin progresif di masa depan,” ujarnya.

Adapun untuk sepekan ke depan 2–5 Februari 2026, David mengimbau para trader dan investor untuk memantau sentimen data GDP Full Year 2025. Ia menjelaskan awal Februari biasanya merupakan waktu rilis pertumbuhan ekonomi (GDP) Indonesia tahunan.

“Pasar berekspektasi ekonomi kita tumbuh solid di angka 5,1%–5,2%. Jika angka resminya di atas ekspektasi, ini akan menjadi bensin tambahan bagi IHSG untuk tidak hanya sekadar mampir di level 9.000, tapi menjadikannya sebagai lantai baru atau support kuat,” tuturnya.

Selain itu, ujarnya, tak dapat dipungkiri selama sepekan ke depan pasar modal akan banyak dipengaruhi oleh reaksi bursa menyongsong estafet kepemimpinan BEI dan OJK yang baru.  Adapun Indo Premier Sekuritas memberikan rekomendasi kepada investor untuk mencermati sejumlah saham pada pekan depan. 

Saham-saham tersebut seperti WIIM, JPFA, dan ULTJ dengan rekomendasi beli atau buy.   Indo Premier Sekuritas memberikan target price (TP) atau target harga sebesar Rp1.975 untuk WIIM, JPFA dengan TP sebesar Rp3.090, dan ULTJ dengan TP sebesar Rp1.600 per saham.

————————–

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

You might also like