18 ribu penumpang ajukan pengembalian uang tiket kereta api

PT KERETA Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat 18 ribu orang telah mengajukan pengembalian uang (refund) tiket kereta api akibat banjir sejak tanggal 16 Januari di Jakarta, Semarang, dan sekitarnya.

Direktur PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan, jumlah tersebut bagian dari sekitar 257 ribu tiket yang terjual dalam periode libur panjang akhir pekan (16-18 Januari). “Refund yang akan kami lakukan adalah 100 persen melalui tiga kanal, loket sendiri, KAI 121, dan Access by KAI,” ujarnya dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Ahad, 18 Januari 2026.

Bobby mengatakan manajemen juga telah proaktif kepada penumpang dengan mengirimkan pesan melalui SMS dan WhatsApp untuk memberi opsi pengembalian uang. Uang akan dikembalikan bagi penumpang yang terdampak keterlambatan atau pembatalan perjalanan kereta api, serta telah mengajukan pengembalian uang.

Saat ini, kata Bobby, sebanyak 82 perjalanan kereta api penumpang dan 16 kereta api pengangkut barang yang terdampak pembatalan. Kemudian, terdapat 76 perjalanan yang terlambat akibat banjir.

“Bagi kami, keamanan nomor satu, keselamatan adalah nomor satu. Kami mempertimbangkan pembatalan 82 perjalanan ini dengan aspek keamanan dan teknis operasinya,” ucapnya.

Bobby menjelaskan, perjalanan kereta api tidak dapat dijalankan karena motor pada wesel di rel berpotensi korslet atau arus pendek listrik. Jika dipaksakan, maka dampaknya akan lebih luas lagi. “Motor wesel di beberapa stasiun terpaksa kami matikan,” tuturnya.

Dalam peristiwa banjir ini, wilayah kerja yang terdampak berada di KAI Daerah Operasi 1 Jakarta dan Daerah Operasi 4 Semarang. Untuk pemulihan operasi, KAI mengoperasikan lokomotif tipe hidrolik dan CC300 yang lebih memungkinkan melewati air yang hampir merendam rel.

Pilihan Editor: Pinjaman Online Paling Banyak untuk Konsumsi. Buat Apa Saja?

You might also like