
KEMENTERIAN Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada kuartal keempat 2025 mencapai Rp 496,9 triliun. Angka ini meningkat secara tahunan sebesar 9,7 persen dan merangkak naik dari kuartal ketiga tahun yang sama sebesar 1,1 persen.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan nilai tersebut berkontribusi sebesar 26,1 persen terhadap target investasi sepanjang 2025 yang mencapai Rp 1.905,6 triliun. Adapun realisasi investasi sepanjang 2025 tercatat sebesar 1.931,2 triliun.
Rosan mengatakan jumlah investasi pada kuartal keempat 2025 senilai Rp 469,9 triliun berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 754.186 orang. Adapun realisasi investasi kuartal keempat 2025 terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).
Realisasi PMA kuartal keempat 2025 tercatat Rp 256,3 triliun atau 51,6 persen dari total investasi. Jumlah itu meningkat 4,3 persen secara tahunan. “Penanaman modal asing slightly higher,” kata Rosan dalam konferensi pers di kantor Kementerian Investasi, di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Menurut Rosan, peningkatan PMA terjadi karena investor asing menilai pemerintah bisa menjaga selalu stabilitas politik, stabilitas ekonomi pada kuartal keempat 2025. Selain itu, para investor asing juga merespons positif kebijakan investasi di Indonesia.
Sementara itu PMDN berkontribusi Rp 240,6 triliun atau 48,4 persen terhadap total realisasi investasi kuartal keempat 2025. nilai PMDN pada 2025 meningkat sebesar 16,2 persen secara tahunan.
Berdasarkan negara, Singapura menjadi negara asal investor dengan jumlah penanaman modal terbanyak di Indonesia. Nilai investasi dari Singapura ke Indonesia pada kuartal keempat 2025 mencapai US$ 4,8 miliar. Hong Kong berada di posisi kedua dengan nilai investasi ke Indonesia sebesar US$ 3,4 miliar.
Adapun Cina berada di posisi ketiga dengan investasi US$ 2,1 miliar. Setelah itu disusul Malaysia dengan US$ 1,7 miliar. Terakhir adalah Jepang senilai US$ 0,8 miliar.
Dari dalam negeri, PMDN kuartal keempat 2025 utamanya disumbang dari luar Jawa dengan nilai Rp 294,4 triliun. Angka itu turun hingga 4,2 persen secara tahunan. Sementara PMDN di Jawa pada 2025 tercatat sebesar Rp 247,5 triliun atau meningkat sebesar 28,7 persen secara tahunan.
Pilihan Editor: Peluang Bisnis dalam Krisis