
HargaPer.com – Murah & Terbaik – Jurassic World: Rebirth, film terbaru dalam waralaba Jurassic Park, telah mencuri perhatian dunia. Kisah petualangan menegangkan di dunia dinosaurus ini kembali memikat penonton dan mengundang rasa penasaran yang tinggi. Sebagai film ketujuh dalam seri Jurassic Park, Rebirth menawarkan banyak kejutan di balik layar yang menarik untuk diulas.
Mimpi Terwujud Scarlett Johansson
Scarlett Johansson, pemeran utama dalam Jurassic World: Rebirth, mengungkapkan mimpinya yang terpendam sejak kecil untuk terlibat dalam waralaba Jurassic Park. Keinginan kuatnya ini bahkan telah membawanya berusaha selama 10 tahun terakhir untuk mendapatkan peran, meskipun hanya sebagai figuran. Kini, impiannya terwujud dengan perannya sebagai Zora Bennett.
Perjalanan Panjang Menuju Peran Zora Bennett
Peran Zora Bennett, yang akhirnya diperankan Scarlett Johansson, awalnya ditawarkan kepada Jennifer Lawrence dan Amanda Seyfried. Namun, keduanya menolak tawaran tersebut. Hal ini membuat Scarlett Johansson menjadi pilihan akhir, yang kemudian berhasil menghidupkan karakter Zora Bennett dengan sangat memukau.
Pergantian Sutradara: Dari David Leitch ke Gareth Edwards
Proses produksi Jurassic World: Rebirth juga mengalami perubahan di kursi sutradara. David Leitch awalnya direncanakan untuk mengarahkan film ini, tetapi perbedaan visi kreatif dengan Universal Studios akhirnya membuat Gareth Edwards ditunjuk sebagai penggantinya.
Asal Usul Nama Dinosaurus Mutadon
Salah satu dinosaurus yang muncul dalam film ini adalah Mutadon. Nama ini menarik untuk dibahas karena awalnya, dinosaurus tersebut bernama Velociranodon, sebuah gabungan dari nama Velociraptor dan Pteranodon. Perubahan nama ini menambah lapisan misteri pada film tersebut.
Tantangan di Lokasi Syuting yang Ekstrem
Proses syuting di lokasi yang terpencil menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pemain. Mahershala Ali, salah satu pemeran utama, mengalami kesulitan tidur di hotel karena banyaknya kecoa. Scarlett Johansson pun merasakan hal serupa, hingga membuatnya ingin pulang ke New York di tengah proses syuting. Pengalaman tersebut menunjukkan betapa beratnya perjuangan para pemain untuk menghadirkan film yang berkualitas tinggi kepada penonton.