
BANK Indonesia (BI) mengingatkan penukaran uang rupiah melalui mekanisme jual beli di luar layanan resmi memiliki risiko. Beberapa risiko tersebut mulai dari keaslian yang tidak terjamin, akurasi jumlah yang sulit dipastikan, hingga potensi penipuan yang dapat merugikan.
Merespons maraknya fenomena jasa penukaran uang di jalanan, bank sentral meminta masyarakat agar melakukan penukaran melalui layanan resmi Bank Indonesia dan perbankan. Tujuannya agar terjamin keasliannya, tepat jumlahnya dan terjaga keamanannya.
“Bank Indonesia terus mengupayakan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, termasuk memperluas layanan penukaran uang tunai melalui kas keliling di berbagai lokasi, termasuk di lokasi yang memiliki minat tinggi terhadap layanan tersebut,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 7 Maret 2026.
Bank Indonesia bersama perbankan menyediakan layanan penukaran uang rupiah untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H. BI mengadakan Program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang berlangsung dari 13 Februari-15 Maret 2026.
Melalui program tersebut, BI telah menyiapkan uang tunai dengan kondisi layak edar sebesar Rp 185,6 triliun. Sebesar Rp 177 triliun di antaranya untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang perbankan.
Pada 2026, BI menyiapkan Rp 8,6 triliun untuk layanan penukaran uang dengan nominal sebesar Rp 5,3 juta per paket. Layanan penukaran tersedia di 2.883 titik dengan total 8.755 layanan oleh BI dan perbankan seluruh Indonesia.
Layanan penukaran uang dapat diakses melalui berbagai kanal. Di antaranya adalah kas keliling, kantor bank umum, serta layanan penukaran terpadu di lokasi strategis seperti rumah ibadah dan pusat aktivitas masyarakat.
Pemesanan penukaran dapat dilakukan melalui aplikasi PINTAR pada halaman pintar.bi.go.id. Melalui aplikasi PINTAR, masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan. “Bank Indonesia mengapresiasi tingginya animo masyarakat yang tercermin dari cepatnya penyerapan kuota pemesanan penukaran di seluruh wilayah Indonesia melalui Aplikasi PINTAR,” kata Ramdan.
Hingga saat ini, lebih dari satu juta penukar di seluruh wilayah Indonesia telah mendapatkan jadwal penukaran uang melalui Aplikasi PINTAR,” kata Ramdan. Ia menambahkan BI terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan perbankan guna memastikan distribusi uang rupiah berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Selain pada titik layanan penukaran uang SERAMBI 2026, nasabah perbankan juga dapat menghubungi kantor bank terdekat untuk layanan penukaran uang sesuai dengan kebijakan bank masing-masing,” tutur Ramdan.
BI memastikan senantiasa melakukan edukasi kepada masyarakat untuk dapat mengenali, dan merawat rupiah melalui edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah baik melalui platform secara offline maupun online.
Bank sentral mengimbau masyarakat untuk memastikan keaslian uang rupiah kertas. Salah satu cara yang mudah dilakukan adalah dengan menerapkan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) maupun menggunakan alat bantu sederhana seperti lampu UV dan kaca pembesar.
Pilihan Editor: Dampak BEI Buka Data Pemegang Saham di Atas 1 Persen