
HargaPer.com – Murah &Terbaik Instrumen investasi saham kini semakin diminati masyarakat sebagai sarana akumulasi kekayaan jangka panjang yang dilakukan secara disiplin.
Kendati peminat pasar modal terus bertumbuh, banyak investor pemula yang masih diliputi keraguan saat menentukan langkah awal yang aman. Tanpa fondasi yang kuat, investor baru berisiko terjebak pada bias emosional yang sering kali berujung pada kerugian finansial.
Guna menghindari risiko tersebut, diperlukan pemahaman mendasar agar proses penempatan modal dapat berjalan lebih terstruktur dan realistis.
Melansir dari Investopedia, terdapat tujuh tahapan krusial bagi individu yang ingin mulai menyusun portofolio saham secara bertahap dan terukur.
Cara Memilih Perusahaan Asuransi yang Aman agar Klaim Lancar, Cek di Sini!
1. Menentukan Tujuan Investasi secara Spesifik
Tahapan fundamental dalam memulai investasi adalah menetapkan target yang jelas dan dapat diukur. Tujuan ini dapat bervariasi, mulai dari kebutuhan jangka pendek seperti dana berlibur, hingga sasaran jangka panjang seperti biaya pendidikan anak atau persiapan masa pensiun.
Dikutip dari panduan Investopedia, investor sebaiknya menghindari target yang terlalu umum. Rumusan target dalam bentuk nominal angka dan jangka waktu, misalnya mengumpulkan dana pensiun sebesar Rp 500 juta dalam periode 20 tahun, akan memudahkan pemilihan strategi yang tepat.
Selain itu, evaluasi berkala terhadap tujuan sangat diperlukan mengingat perubahan kondisi hidup, seperti pernikahan atau pergantian pekerjaan, dapat memengaruhi prioritas keuangan.
2. Mengukur Kapasitas Dana Investasi
Sebelum melakukan eksekusi pembelian saham, investor wajib melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi keuangan pribadi.
Perhitungan total pemasukan dan pengeluaran rutin harus dilakukan secara cermat guna mengetahui alokasi dana yang benar-benar bisa diinvestasikan tanpa mengganggu stabilitas dapur.
Investor juga harus memastikan ketersediaan dana darurat yang mencukupi kebutuhan beberapa bulan ke depan.
Keberadaan dana cadangan ini sangat vital sebagai proteksi agar investor tidak perlu melakukan likuidasi saham secara paksa saat harga pasar terkoreksi hanya karena ada kebutuhan mendesak. Prinsip utamanya, gunakan hanya modal dingin yang bukan bagian dari dana kebutuhan primer.
Awas, Ini Dia Berbagai Trik Para Pelaku Kejahatan Keuangan Mengincar Nasabah
3. Memahami Profil Risiko dan Karakter Investasi
Setiap pelaku pasar memiliki ambang batas kenyamanan yang berbeda terhadap volatilitas harga. Dengan mengenali toleransi risiko, investor dapat memilih emiten yang sesuai dengan karakter kepribadian dan kondisi finansial mereka.
Investor dengan profil risiko konservatif cenderung memilih saham berkapitalisasi besar (blue chip) yang stabil.
Sebaliknya, mereka yang agresif biasanya tertarik pada saham pertumbuhan dengan potensi imbal hasil tinggi meski disertai risiko volatilitas yang signifikan.
Menentukan gaya investasi, apakah ingin aktif mengelola sendiri atau pasif melalui reksadana indeks, menjadi kunci kontrol portofolio sejak awal.
4. Memilih Jenis Akun Investasi yang Sesuai
Pemilihan jenis akun akan berdampak pada fleksibilitas dana, kewajiban perpajakan, serta proyeksi keuntungan jangka panjang.
Akun reguler menawarkan kelenturan untuk tujuan investasi umum, sementara akun khusus seperti dana pensiun di beberapa negara memberikan insentif pajak namun dengan batasan penarikan tertentu.
Penyesuaian akun dengan arah finansial yang telah ditetapkan sangat berpengaruh pada efisiensi investasi.
Selain itu, investor perlu memberikan perhatian pada struktur biaya administrasi serta komisi transaksi yang dibebankan oleh penyedia jasa atau broker.
5. Menyeleksi Broker Saham yang Kredibel
Broker merupakan perantara utama dalam pasar modal, sehingga aspek kepercayaan tidak boleh diabaikan.
Pastikan platform yang dipilih memiliki stabilitas sistem, fitur keamanan yang mumpuni, serta antarmuka yang mudah digunakan oleh pengguna baru.
Keberadaan fitur pendukung seperti grafik harga real-time, akses laporan keuangan emiten, serta data analisis fundamental sangat membantu dalam pengambilan keputusan.
Reputasi menjadi prioritas, sehingga pilihlah broker yang secara resmi diawasi oleh otoritas keuangan dan memiliki rekam jejak operasional yang transparan.
6. Melakukan Pendanaan Akun secara Rutin
Setelah akun aktif, langkah selanjutnya adalah mengisi saldo investasi. Metode pendanaan umumnya dilakukan melalui transfer bank, namun beberapa penyedia layanan juga telah menyediakan opsi pendanaan otomatis untuk kemudahan pengguna.
Menerapkan pola investasi rutin sangat disarankan guna memitigasi risiko fluktuasi harga dalam jangka pendek.
Strategi ini membantu investor tetap disiplin dan konsisten melakukan pembelian tanpa terlalu terpengaruh oleh dinamika pasar sesaat. Pendanaan berkala juga membantu membentuk perilaku keuangan yang sehat dan terencana.
Tonton: Istana Wapres Rampung, Gibran dan ASN Bersiap Mulai Aktivitas di IKN pada 2026
7. Memulai Transaksi secara Bertahap
Tahap akhir adalah mulai melakukan pembelian saham sesuai dengan rencana yang sudah dikonstruksi.
Sangat ditekankan bagi pemula untuk menghindari pembelian dalam skala besar secara langsung tanpa didahului oleh analisis yang memadai terhadap emiten terkait.
Lakukan kajian sederhana mengenai kinerja fundamental perusahaan, prospek industri di masa depan, serta stabilitas neraca keuangan emiten.
Memulai dari nominal kecil sembari mempelajari perilaku pasar akan membentuk pengalaman dan kematangan strategi investasi seiring berjalannya waktu.