Opsi jual saham AS masuk Indonesia, apa artinya bagi investor?

JAKARTA, KOMPAS.com – Perkembangan instrumen keuangan global mulai merambah lebih dalam ke pasar Indonesia. Aplikasi investasi Pluang resmi meluncurkan fitur short options atau penjualan kontrak opsi saham Amerika Serikat, yang disebut sebagai yang pertama difasilitasi secara langsung bagi investor ritel di Tanah Air.

Langkah ini hadir di tengah pesatnya pertumbuhan pasar options di Amerika Serikat dalam lima tahun terakhir.

Data Options Clearing Corporation (OCC) mencatat volume transaksi options sepanjang 2025 mencapai 15,2 miliar kontrak, sementara Cboe menyebut 2025 sebagai tahun dengan tren rekor aktivitas perdagangan options.

Kondisi tersebut menandai bergesernya strategi investor global, dari sekadar membeli saham menuju pemanfaatan instrumen derivatif untuk manajemen risiko dan pendapatan tambahan.

Dinamika ini pula yang kini mulai diperkenalkan ke pasar domestik.

Baca juga: Gotrade Indonesia Hadirkan Fitur Options Trading, Mudahkan Investasi

Tren Global Options dan Respons Platform Lokal

Director of Marketing & Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan, mengatakan peluncuran short options ditujukan untuk menjawab kebutuhan trader Indonesia yang semakin matang dan terbuka pada strategi global.

“Kami memahami bahwa trader Indonesia membutuhkan platform dengan perangkat canggih, manajemen risiko yang terstruktur, serta akses ke strategi global dalam ekosistem multi-aset pro workflow,” ujar Andreas dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026).

Menurut dia, kehadiran short options memperluas pilihan strategi bagi investor yang telah memiliki saham Amerika, khususnya saham berkapitalisasi besar seperti Nvidia (NVDA), Tesla (TSLA), dan Alphabet (GOOG). Dengan skema ini, investor berperan sebagai penjual kontrak opsi dan memperoleh premi di awal transaksi.

Dalam praktiknya, short options memungkinkan investor memaksimalkan potensi pendapatan dari saham yang sudah dimiliki, tanpa harus menunggu kenaikan harga saham di pasar.

Strategi ini lazim digunakan di pasar global, terutama oleh investor berpengalaman.

Baca juga: Bursa Efek Kembali Tunda Penerapan Short Selling

Strategi Lanjutan dan Tantangan Literasi

Short options merupakan bagian dari perdagangan derivatif, di mana kontrak memberikan hak membeli atau menjual aset dasar pada harga dan waktu tertentu.

Dalam strategi short call, misalnya, investor menjual hak beli atas saham yang dimilikinya dan menerima premi sebagai imbalan, terlepas dari apakah saham tersebut dieksekusi atau tidak.

Pluang menyebut fitur ini dapat digunakan untuk strategi lanjutan seperti covered call dan cash-secured put, yang umumnya dipakai untuk perlindungan nilai (hedging) sekaligus optimalisasi portofolio.

Meski demikian, perdagangan options juga dikenal memiliki tingkat kompleksitas dan risiko yang lebih tinggi dibanding transaksi saham biasa.

Untuk itu, Pluang menyiapkan materi edukasi melalui Pluang Academy agar investor memahami mekanisme margin dan risiko short options sebelum bertransaksi.

Andreas menegaskan seluruh aktivitas perdagangan dilakukan dalam kerangka platform yang berlisensi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagai informasi, Pluang didirikan pada 2019 oleh Claudia Kolonas dan Richard Chua.

Pluang kini memiliki lebih dari 12 juta pengguna dan menyediakan akses ke lebih dari 2.000 opsi aset investasi, mulai dari saham Indonesia, saham dan ETF Amerika Serikat, hingga emas digital dan reksa dana.

Langkah menghadirkan short options dinilai mencerminkan semakin terintegrasinya investor Indonesia dengan dinamika pasar keuangan global.

Baca juga: Pluang Mudahkan Investor Trading Saham AS dan ETF 24 Jam

You might also like